• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

ME-REVIEW INDONESIA SAAT INI: DARI FREE FIGHT LIBERALISM SEJAK KUDETA KONSTITUSI YANG DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
July 30, 2025
in Feature, Sejarah
0
ME-REVIEW INDONESIA SAAT INI: DARI FREE FIGHT LIBERALISM SEJAK KUDETA KONSTITUSI YANG DIBUNGKUS AMANDEMEN UUD 1945
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


PENDAHULUAN

Sejak terjadinya kudeta konstitusi yang dibungkus dengan label “amandemen UUD 1945” dan berujung pada lahirnya UUD 2002, bangsa ini telah ditipu secara sistematis. UUD baru tersebut tetap disebut sebagai UUD 1945 demi menjaga kamuflase, agar rakyat dan TNI tidak bangkit melawan. Strategi penyesatan ini terbukti ampuh: selama lebih dari dua dekade reformasi, TNI dan Polri tetap diam, bahkan menikmati situasi, padahal konstitusi dan Pancasila—dua pilar yang seharusnya mereka lindungi—telah kehilangan makna sejak Pasal 1 Ayat 2 diamandemen.


DEMOKRASI LIBERAL YANG MENGGURITA

Kini kita hidup dalam sistem demokrasi liberal yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari free fight liberalism ala 1950-an: perebutan kekuasaan tanpa batas, politik saling jegal, kampanye hitam, dan transaksionalisme akut. Demokrasi bukan lagi soal kualitas kepemimpinan, tetapi sekadar soal “siapa yang paling banyak suara”. Padahal suara terbanyak belum tentu benar, belum tentu bijak, belum tentu mengerti.

Lebih tragis lagi, triliunan rupiah dihamburkan hanya untuk memilih mereka yang ternyata terlibat korupsi. Data menunjukkan, 84% kepala daerah tersangkut kasus korupsi—suatu angka yang menunjukkan korupsi telah mencapai taraf subversif terhadap negara. Uang menjadi energi utama demokrasi transaksional. Di akar rumput, fenomena “NPWP – Nomor Piro, Wani Piro” adalah wajah asli demokrasi liberal di Indonesia hari ini.


MEMBUKA LEMBARAN SEJARAH

Kita perlu kembali membuka sejarah, agar tak jatuh ke lubang yang sama. Bung Karno telah mewariskan peringatan keras yang masih relevan hingga hari ini: “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”. Dalam pidatonya, Bung Karno menyebut masa 1950-an sebagai crucial period yang penuh kekacauan akibat demokrasi liberal. Krisis kabinet terjadi 17 kali dalam 9 tahun. Pertarungan ideologi dan konflik antargolongan mengoyak persatuan bangsa. Bangsa Indonesia menjadi a nation divided against itself.

Nafsu individualisme dan egoisme menjalar ke mana-mana. Bangsa yang kehilangan kesadaran nasionalnya akan menjadi bangsa yang tercerai-berai, kehilangan arah, dan kehilangan jiwa. Bahkan Bung Karno menyerukan, “Ada perpecahan yang tidak bisa disembuhkan lagi!”


HILANGNYA ROH BANGSA

Situasi ekonomi saat itu tak kalah mengenaskan. Kemandirian ekonomi hanya menjadi jargon. Kita malah bangga impor beras di negeri yang subur loh jinawi. Budaya nasional merosot, digantikan budaya asing tanpa filter. Bung Karno menyebut bahwa kelemahan terbesar bangsa Indonesia adalah hilangnya rasa percaya diri sebagai bangsa. Akibatnya, kita menjadi bangsa penjiplak, bukan pencipta.


KESIMPULAN: INDONESIA TANPA JIWA, TANPA PANCASILA

Hari ini, situasinya tidak jauh berbeda—bahkan lebih parah. Kita menyerahkan kompas kehidupan berbangsa dan bernegara kepada kekuatan asing. Kita melegalkan kolonialisme dalam bentuk baru. Kudeta terhadap konstitusi yang dibungkus amandemen itu mencangkokkan liberalisme, kapitalisme, dan individualisme ke dalam tubuh UUD 2002. Dengan puluhan undang-undang turunannya, bangsa ini telah membuka pintu lebar-lebar bagi korporasi asing untuk merambah dan merampok kekayaan nasional.

Indonesia hari ini bukan lagi negara Pancasila. Bukan pula negara proklamasi 17 Agustus 1945. Indonesia telah kehilangan roh-nya. Peringatan 80 tahun kemerdekaan kini hanya seremoni semu—karena konstitusi hasil proklamasi sudah dibunuh sejak 1999–2002. Negara ini telah bubar secara prinsipil.

Hari ini kita hidup di negara ultra-liberal, di mana 0,1% elite korporasi (asing dan aseng) menguasai 76% lahan Indonesia—baik perkebunan, tambang, real estat, maupun kawasan industri. Mereka juga menguasai lebih dari 50% kekayaan nasional. Apakah ini sesuai dengan tujuan kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945?


PERTANYAAN UNTUK KITA SEMUA

Apakah kita akan terus membiarkan negeri ini menjadi ladang eksploitasi asing? Saya percaya, kesadaran kolektif kita sebagai bangsa tengah tumbuh. Akan datang saatnya perubahan besar, sebuah revolusi kebangsaan. Pertanyaannya: apakah Anda sudah sadar atau belum terhadap kondisi bangsa ini?

Kini, WHO menyebut bahwa 174,6 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan multidimensi. Keadilan sosial semakin menjauh dari kenyataan. Ada yang salah dalam cara kita mengelola negara.

Maka mari kita renungkan:
Apakah kita akan terus membiarkan kehancuran ini?
Atau, kita bangkit dan membangun kesadaran kolektif untuk kembali ke UUD 1945 yang asli dan Pancasila yang sejati?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gugat Roy Suryo Cs, Surat Panggilan Balik Lagi! Drama Ijazah Jokowi Terus Berlanjut

Next Post

Enggan Sampaikan Putusan Sela, Ketua PN Sorong Beauty Simatauw Terindikasi ‘Masuk Angin’

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Enggan Sampaikan Putusan Sela, Ketua PN Sorong Beauty Simatauw Terindikasi ‘Masuk Angin’

Enggan Sampaikan Putusan Sela, Ketua PN Sorong Beauty Simatauw Terindikasi ‘Masuk Angin’

Negara Disandera Seorang Pembohong: Ketika Hukum Tunduk, Keadilan Tumbang

Negara Disandera Seorang Pembohong: Ketika Hukum Tunduk, Keadilan Tumbang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...