• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memberantas Islamofobia (1)

fusilat by fusilat
May 9, 2022
in Feature
0
Memberantas Islamofobia: MU PBB
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE

Proklamasi Majelis Umum PBB (UNGA) 15 Maret sebagai ‘Hari Internasional Memberantas Islamofobia’ (The International Day to Combat Islamophobia) adalah peristiwa historis.

Ini merupakan gestur dan langkah maju amat baik bagi kaum Muslim untuk bersama masyarakat dunia lebih luas memberantas Islamofobia yang aktual atau laten di berbagai negara.

Adopsi 15 Maret oleh MU PBB sebagai ‘Hari Internasional Memberantas Islamofobia’ dirayakan kalangan Muslim sebagai momen penting. Namun, jelas tidak ada perayaan dan euforia luas, termasuk di Tanah Air, Indonesia.

Kenyataan ini tampak terkait pandangan banyak Muslim bahwa Islamofobia sulit diberantas.

Boleh jadi juga lingkungan Muslim di negara berpenduduk mayoritas Muslim atau di negara lain, tempat kaum Muslim minoritas mengakui ada Islamofobia, tetapi menganggapnya bukan isu penting. Atau ada pula kelompok Muslim yang tidak peduli karena ketidaktahuan atau kenaifan.

Apa pun perbedaan sikap kaum Muslim terhadap Hari Memberantas Islamofobia, sekali lagi ada banyak faktor yang membuat pemberantasan Islamofobia tidak mudah seperti membalik telapak tangan.

Islamofobia muncul, berkembang, dan bertahan di banyak komunitas dan negara di berbagai penjuru dunia karena faktor teologis-doktrinal, historis, sosiologis, politis, dan ekonomis. Faktor-faktor ini sering juga bersifat struktural yang membuat upaya memberantas Islamofobia sangat sulit.

Lagi pula, Islamofobia menyintas dalam berbagai lingkungan komunitas agama dan politik berbeda sebagai proses interaksi timbal balik, yang tidak selalu harmonis dan damai di antara kaum Muslim dengan non-Muslim di berbagai penjuru dunia.

Islamofobia tidak muncul dalam ‘tepuk sebelah tangan’. Islamofobia ada ketika ‘bertepuk dua belah tangan’, yaitu tatkala ada pertemuan di antara dua belah pihak; Muslim dan non-Muslim.

Walhasil, Islamofobia muncul, menyintas, dan meningkat bisa jadi karena memburuknya hubungan timbal balik di antara berbagai komunitas agama.

Islamofobia ada terkait meningkatnya rasa keterancaman komunitas tertentu dan menguatnya identitas religio-politik komunitas berbeda agama, ras, budaya, tingkat pendidikan, dan ekonomi. Secara historis konvensional, Islamofobia telah berlangsung dalam masa sangat panjang.

Sikap anti-Islam tumbuh, menguat, dan bertahan sejak terjadinya pertemuan keras (hard encounter) pada masa pasca-Nabi Muhammad, antara Islam dan para penganutnya dengan agama dan umat agama lain.

Pertemuan keras terjadi tatkala berlangsung proses yang disebut dalam sejarah Islam sebagai al-futuhat, pembukaan atau liberalisasi atau ekspansi Islam ke berbagai ranah di Asia, Afrika, dan Eropa.

Secara konvensional, perbenturan Islam dengan masyarakat non- Muslim yang memunculkan Islamofobia dianggap banyak kalangan terjadi, terutama di negara-negara Eropa—semula pada abad-abad lampau sejak masa klasik, melintasi abad pertengahan yang ditandai kebangkitan Eropa dan berlanjut pada era modern dan kontemporer.

Pada masa silam yang jauh, pertemuan keras terjadi di Semenanjung Iberia (kini Spanyol, 711-1492), lalu Perang Salib antara kekuatan gereja Eropa Tengah dan Eropa Timur versus Muslim secara berkali-kali (1095-1291), dan penaklukan Eropa Timur dan Eropa Tengah (sepanjang abad ke-17) oleh Dinasti Turki Utsmani.

Ketika negara-negara Eropa bangkit sejak abad ke-16, yang ditandai ekspedisi dan penaklukan banyak wilayah Muslim, hard encounter meninggalkan banyak luka dan kepahitan sampai sekarang.

Hasilnya, banyak bagian dunia Muslim terpuruk pada masa modern sejak akhir abad ke-19 sampai sekarang.

Banyak negara Muslim yang mencapai kemerdekaan dari kolonialisme Eropa pada masa pasca-Perang Dunia II menjadi negara otoritarian, yang gagal menciptakan stabilitas politik dan melakukan pembangunan ekonomi dan sosial.

Keadaan ini menjadi faktor pendorong (push factor), yang mendorong banyak warga negara-negara Muslim berimigrasi atau menjadi pengungsi ke Eropa dan Amerika Utara.

Gelombang ini terus berlanjut sampai dewasa ini karena kekacauan politik yang terus terjadi di negara Muslim semacam Libya, Tunisia, Mesir, Yaman, Suriah, Irak, Afghanistan, Somalia, dan Sudan.

Pada pihak lain, negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara menawarkan sejumlah faktor penarik (pull factor). Selain keadaan politik dan ekonomi yang stabil, juga kebebasan berekspresi dalam banyak aspek kehidupan tanpa dibayangi kekhawatiran mendapat represi politik.

Kombinasi faktor pendorong dan faktor penarik inilah yang membuat imigrasi Muslim secara sukarela meningkat ke Barat sejak akhir PD II sampai 1980-an. Imigrasi meningkat kembali sejak awal milenium 21. Namun, kebanyakan mereka tidak terintegrasi ke dalam masyarakat lokal, yang memunculkan kejengkelan antarkomunitas.

Keadaan tidak kondusif ini bertambah terkait kesulitan ekonomi dan politik di banyak negara Eropa; Islamofobia kembali meningkat secara signifikan.

(Dikutip dari Republika.co.id, Kamis ,07 Apr 2022)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Malaysia Ambil Alih Pasar Ekspor CPO, Ekonom Minta RI Cabut Larangan Ekspor

Next Post

Live Streaming Sidang Perkara No 42/PUU-xx/2022

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Live Streaming Sidang Perkara No 42/PUU-xx/2022

Live Streaming Sidang Perkara No 42/PUU-xx/2022

Terkait Mudik, Menhub: Mohon Maaf Belum Bisa Memenuhi Harapan

Terkait Mudik, Menhub: Mohon Maaf Belum Bisa Memenuhi Harapan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist