Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan permohonan maafnya terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2022. Ia mengaku belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sebab animo masyarakat yang tinggi mudik Lebaran tahun ini.
“Oleh karenanya kami sampaikan permohonan maaf belum bisa memenuhi harapan semua pihak. Kami akan lakukan evaluasi agar kegiatan mudik dan juga kegiatan di mana akan ada pergerakan yang masif di masa yang akan datang, dapat diantisipasi dengan lebih baik,” ujar Budi dalam keterangannya. Dikutip Kompas.com, Senin 09 April 2022.
Budi berujar mudik 2022 ini sangat berbeda dengan mudik sebelumnya, di mana masyarakat sudah dua tahun tidak mudik karena alasan pandemi. Hal itu ditunjukkan dengan hasil survey yang mengekspresikan animo masyarakat yang tinggi yaitu sebanyak 85,5 juta masyarakat yang ingin mudik.
“Hal itu merupakan kabar gembira sekaligus tantangan bagi semua stakeholder untuk dapat melayani dengan baik,” ungkapnya.
Sejumlah survei, simulasi, diskusi, telah dilakukan secara sistematis sehingga menghasilkan rekomendasi yang dieksekusi oleh para penanggung jawab di lapangan.
Budi berharap kegiatan mudik tahun ini menjadi awal dari kebangkitan ekonomi dan tanda dimulainya masa endemi. Selain itu, ia menekankan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi kenaikan kasus setelah mudik.
Budi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari media massa yang membantu mengkomunikasikan dan menyebarluaskan semua kebijakan mudik kepada masyarakat
“Kami juga sampaikan terima kasih kepada para pemudik yang telah mengikuti berbagai imbauan dari pemerintah,” ungkapnya.























