• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memoar Gagal Keluarga Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 18, 2025
in Feature, Tokoh
0
Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Kalau kita boleh bercanda sedikit, ada baiknya kita pinjam istilah dari dunia wayang: keluarga Pandawa yang lurus tapi malang, dan Kurawa yang pongah dan haus kuasa. Tapi di republik ini, panggungnya tidak sejelas lakon pewayangan. Yang putih bisa berubah abu-abu, yang hitam malah dikata bersih. Dan dalam cerita ini, izinkan saya menceritakan sebuah keluarga: keluarga Jokowi. Jangan marah dulu, karena ini bukan dongeng, bukan pula fitnah. Ini hanya catatan seorang rakyat kecil yang doyan menggerutu sambil ngopi.


1. Jokowi: Dari ‘Bersih dan Merakyat’ Menjadi Simbol Nepotisme dan Otoritarianisme Lembut

Mari kita mulai dari si bapak. Presiden dua periode ini dulunya dielu-elukan sebagai “harapan baru”, “tukang kayu dari Solo” yang tak pernah haus kuasa. Tapi apa lacur? Tahun-tahun terakhirnya justru menunjukkan wajah lain: wajah yang lebih mirip Soeharto versi 2.0, tapi dengan senyum ala warung soto. Di balik janji pembangunan dan IKN yang kabarnya “lebih hijau dari surga”, Jokowi gagal memberantas korupsi (lihat saja KPK yang dicopot taringnya seperti kucing rumahan), gagal menjaga netralitas lembaga, dan sukses menjadikan Indonesia sebagai panggung sandiwara politik dinasti.

Jokowi adalah bapak dari nepotisme gaya baru. Jika dulu nepotisme dilakukan diam-diam, Jokowi melakukannya terang-terangan, bahkan seolah mengajak rakyat ikut bangga. Ia mengklaim tak cawe-cawe, tapi hasilnya: semua anak dan menantunya kini berkeliaran di panggung politik bak boyband baru debut.


2. Gibran Rakabuming Raka: Wapres Kilat, Anak Sulung yang “Melesat Tanpa Tes”

Gibran, sang putra mahkota. Dari jualan martabak, lalu melompat ke kursi Wali Kota Solo (menggunakan partai lawan ayahnya), hingga kini menduduki kursi Wakil Presiden termuda, mungkin juga yang paling tidak melalui jalan berliku. UU diganti, MK dijadikan dapur keluarga, dan rakyat hanya bisa geleng-geleng sambil nyruput kopi pahit.

Bakat Gibran mungkin masih samar-samar, tapi keberuntungannya luar biasa terang. Ia adalah contoh nyata bagaimana meritokrasi dikubur dalam-dalam demi memberi ruang bagi darah daging sendiri. Mungkin dia belum gagal secara administratif—karena belum sempat kerja betulan—tapi secara moral dan etik, Gibran adalah kegagalan monumental. Ia menandai betapa institusi-institusi negara bisa dibengkokkan hanya untuk mengantar satu anak ke kursi kekuasaan.


3. Kaesang Pangarep: Dari Pisang Nugget ke Pimpinan Partai

Kaesang, si bungsu yang dulu lebih dikenal karena pisang nugget-nya, kini menjelma menjadi Ketua Umum PSI dalam waktu yang lebih cepat dari durasi masak mi instan. Tidak jelas track record politiknya, tidak dikenal kiprah intelektualnya, apalagi perjuangan akar rumputnya. Tapi tahu-tahu, dia jadi Ketua Umum partai yang katanya “anak muda banget.”

Kegagalannya bukan soal jabatan itu sendiri, melainkan tentang bagaimana proses politik kehilangan makna. Ketika Kaesang masuk ke dunia politik bukan karena kapabilitas, tapi karena nama belakang, maka pesan yang dikirim ke seluruh anak muda Indonesia adalah: “Jangan repot-repot belajar, cukup jadi anak presiden.”


4. Bobby Nasution: Dari Menantu ke Gubernur—Proyek Dinasti Tanpa Keringat

Bobby, sang menantu, akhirnya berhasil naik tingkat: dari Wali Kota Medan langsung duduk manis di kursi Gubernur Sumatera Utara. Ini bukan dongeng, ini kenyataan yang terjadi di negeri demokrasi rasa feodal. Belum sempat publik menilai secara jernih prestasinya di Medan—karena belum ada yang benar-benar menonjol selain baliho dan jargon—Bobby sudah lebih dulu meloncat ke level provinsi.

Ia bukan naik karena desakan rakyat atau prestasi yang mendesak, melainkan karena nama belakang dalam silsilah keluarga kekuasaan. Ia adalah contoh bahwa di era Jokowi, kekuasaan bukan hasil kerja keras atau rekam jejak panjang, tapi cukup bermodal restu dan relasi. Politik seperti ini tidak memberi ruang pada yang kompeten, tapi pada yang kebetulan serumah dengan presiden.

Jika dulu kita resah dengan para jenderal yang mewariskan dinasti, sekarang kita menghadapi versi baru: presiden sipil yang tak kalah lihai mewariskan kekuasaan. Bobby hanyalah pion dari papan catur besar bernama “Proyek Abadi Jokowi”.


Penutup: Dari Jokowi ke Jokowers, Kita Semua Korban Romantisme yang Patah

Kalau dulu rakyat memilih Jokowi karena dia beda dari elite lama, kini rakyat hanya bisa mengelus dada, sebab Jokowi ternyata hanya membawa elite lama dengan cara yang lebih halus—lebih senyum, lebih lembut, tapi sama busuknya.

Keluarga ini bukan sekadar keluarga. Mereka adalah simbol dari satu era yang mulai ditingkahi bau pembusukan kekuasaan. Dari politik dinasti, penyusunan UU pesanan, pelemahan institusi, sampai pembentukan ilusi “kepemimpinan muda” yang sebenarnya hanya proyek pelestarian kuasa.

Seseorang pernah berkata: jika satu orang salah, mungkin itu nasib. Tapi jika semua keluarga ikut salah arah, itu namanya sistem yang sengaja dibangun untuk gagal. Dan kita? Kita hanya bisa menulis, sambil menanti siapa lagi yang akan diorbitkan—mungkin cucunya, mungkin tukang becak di Solo yang tiba-tiba mengaku paman jauh Jokowi.

Bukan main!
Begitulah gaya kita di republik ini. Mau melawan? Ya minimal, jangan lagi pilih mereka. Jangan lagi kita dikibuli atas nama ‘kerja, kerja, kerja’, padahal sejatinya: ‘kuasa, kuasa, kuasa’.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PERJANJIAN DEKORASI KOSONG : Rakyat Aceh Dipermainkan

Next Post

Sejarah di Tangan Masinis – Mabuh Menanti Tulisan Fadli Zon

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Sejarah di Tangan Masinis – Mabuh Menanti Tulisan Fadli Zon

Sejarah di Tangan Masinis - Mabuh Menanti Tulisan Fadli Zon

Mengejar Paulus Tannos: Titik Balik atau Sekadar Etalase?

Mengejar Paulus Tannos: Titik Balik atau Sekadar Etalase?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist