• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Memohon Panjang Umur Prabowo: Ironi di Tepi Jurang

Ali Syarief by Ali Syarief
July 8, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Memohon Panjang Umur Prabowo: Ironi di Tepi Jurang
Share on FacebookShare on Twitter

Selalu ada kegetiran dalam doa yang lahir dari rasa takut. Ketika seorang warga negara, atau lebih luas: sebuah bangsa, memanjatkan harap agar pemimpinnya panjang umur bukan karena cinta, melainkan karena takut pada yang akan menggantikannya — maka yang rapuh bukan hanya tubuh pemimpinnya, tapi juga sendi-sendi Republik.

Dan itulah kita hari ini.

Di atas kertas, Prabowo Subianto adalah presiden terpilih. Di sampingnya, seorang anak muda bernama Gibran Rakabuming Raka, duduk sebagai wakil — wajah segar, tubuh sehat, darah muda. Tapi bukan itu yang membuat sebagian rakyat merasa gelisah. Justru karena kemudaan itulah, karena jalannya yang terbuka oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang cacat moral, karena ia adalah putra dari seorang presiden yang sedang mengubah demokrasi menjadi dinasti — maka semua harapan akan masa depan negeri ini tampak seperti sebuah satir.

Indonesia, dengan 280 juta jiwanya, dengan sejarah yang berdarah dan berdebu, dengan mimpi-mimpi besar yang lahir dari penderitaan panjang — kini tergantung pada satu hal: agar Prabowo tetap hidup.

Terdengar absurd. Tapi bukankah sejarah memang kerap ditulis dalam absurditas?

Para tokoh sepuh — orang-orang yang sudah menua bersama Republik — menyuarakan keresahannya. Beberapa dengan bisik lirih, yang lain dengan seruan keras: Gibran harus di-impeach. Bukan karena dendam pribadi. Bukan pula karena ketakutan irasional. Tetapi karena luka konstitusi yang masih terbuka. Luka itu bernama putusan MK, ketika ayah memimpin sidang, dan putra duduk di ujung kemenangan. Bila hukum adalah pagar, maka pagar itu telah roboh. Bila demokrasi adalah rumah, maka fondasinya telah retak.

Maka Republik ini pun tinggal menunggu satu hal: keajaiban.


Dalam catatan sejarah, tak banyak negara yang menggantungkan nasibnya pada usia seorang presiden. Bahkan di negara-negara monarki, garis suksesi ditentukan dengan lebih rasional. Kita bukan kerajaan. Tapi kita tak sepenuhnya republik.

Inilah titik paling rapuh kita: ketika hidup seorang Prabowo menjadi satu-satunya perisai agar Gibran tidak mengambil alih kekuasaan. Sebab, andai — maaf — Prabowo berhalangan tetap, maka Indonesia akan berada di tangan seorang anak yang belum cukup umur untuk mengerti betapa getirnya tanggung jawab memimpin bangsa. Dan bukan hanya usia yang dipertanyakan. Tapi proses yang membawanya ke sana.

Proses yang cacat adalah luka. Luka yang dibiarkan adalah bencana. Dan bila bencana itu datang, Indonesia tak akan hancur oleh invasi asing, tak pula oleh perang saudara, melainkan oleh pengkhianatan terhadap akal sehat.


Maka kita tiba di titik yang getir itu: sebuah negeri memohon umur panjang pada pemimpinnya, bukan karena ia pemimpin besar, melainkan karena takut pada yang datang setelahnya.

Ironi yang tak mungkin dirayakan.

Sebab bangsa yang baik tak seharusnya bergantung pada hidup satu orang. Ia bergantung pada konstitusi yang kuat, pada sistem yang adil, pada etika yang dijaga bersama. Tapi hari ini kita tak punya itu. Yang kita punya hanyalah harapan yang rapuh, doa yang getir, dan ketakutan yang tumbuh dalam diam.

Indonesia berdiri di tepi jurang. Bukan karena satu orang akan naik, tapi karena hukum telah direndahkan. Dan ketika hukum tak lagi tegak, seluruh bangunan kebangsaan bisa runtuh — bukan oleh badai dari luar, tapi oleh kelalaian dari dalam.

Maka, selamat memohon: semoga Prabowo panjang umur.

Tapi apakah itu cukup?

Kita tahu jawabannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Tangan Penyelidik, Nasib Rakyat Bisa Dipermainkan: Ketika Negara Hukum Hanya Ilusi

Next Post

KEKERASAN BRIMOB DAN PELANGGARAN HAM : SAATNYA DIBUBARKAN!!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
KEKERASAN BRIMOB DAN PELANGGARAN HAM : SAATNYA DIBUBARKAN!!

KEKERASAN BRIMOB DAN PELANGGARAN HAM : SAATNYA DIBUBARKAN!!

Jaksa dan Hakim Harus Paham: Impor Gula Kristal Putih Merugikan Perekonomian Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...