• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Menekan Kemiskinan dengan Mengubah Definisi: Jurus Ajaib Pemerintah

Ali Syarief by Ali Syarief
March 11, 2025
in Economy, Feature
0
Menekan Kemiskinan dengan Mengubah Definisi: Jurus Ajaib Pemerintah
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews -Di Indonesia, kemiskinan bukan lagi masalah yang perlu diatasi dengan peningkatan kesejahteraan. Tidak perlu menciptakan lapangan kerja, menstabilkan harga bahan pokok, atau meningkatkan daya beli masyarakat. Cukup dengan satu langkah sederhana: turunkan standar kemiskinan! Begitulah jurus ajaib yang digunakan pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS), yang menetapkan garis kemiskinan pada Rp550.000 per kapita per bulan. Bandingkan dengan standar Bank Dunia (World Bank) yang menetapkan batas kemiskinan di angka $3,65 per hari atau sekitar Rp1,7 juta per bulan. Dengan metode ini, kemiskinan di Indonesia seolah-olah berkurang secara ajaib, tanpa perlu usaha nyata untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

Standar Kemiskinan: Realitas atau Ilusi?

BPS menetapkan angka kemiskinan berdasarkan konsumsi minimal masyarakat Indonesia, termasuk pengeluaran untuk makanan dan non-makanan yang sangat terbatas. Dengan kata lain, selama seseorang masih bisa bertahan hidup—meskipun dengan pola makan yang mengenaskan—ia tidak dianggap miskin. Sebaliknya, World Bank menggunakan standar daya beli yang lebih realistis untuk menilai apakah seseorang bisa memenuhi kebutuhan dasar dengan layak dalam konteks global.

Hasilnya? Jika menggunakan standar BPS, Indonesia terlihat seperti negara dengan tingkat kemiskinan yang rendah. Namun, begitu diteropong dengan kacamata World Bank, angka kemiskinan melonjak drastis. Jelas, bukan kemiskinan yang berkurang, tapi hanya cara perhitungannya yang diutak-atik.

Mengapa Angkanya Begitu Berbeda?

  1. Metode Perhitungan yang “Menyesuaikan”
    • BPS menggunakan pendekatan minimalis, seolah-olah kebutuhan hidup bisa ditekan hingga level terendah.
    • World Bank menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi, mempertimbangkan daya beli yang layak untuk kehidupan yang bermartabat.
  2. Kepentingan Citra Politik
    • Angka kemiskinan yang rendah membuat pemerintah terlihat sukses dalam pembangunan ekonomi.
    • Dengan standar BPS, klaim keberhasilan pemerintah bisa terus digaungkan, meskipun rakyat masih kesulitan membeli beras.
  3. Manipulasi Data untuk Kebijakan Publik
    • Dengan standar yang lebih rendah, jumlah penerima bantuan sosial bisa ditekan, sehingga anggaran negara tetap aman.
    • Standar kemiskinan yang rendah juga memberikan ilusi bahwa kebijakan ekonomi pemerintah sudah berhasil.

Keuntungan dan Kerugian dari Manipulasi Standar Kemiskinan

Keuntungan (Bagi Pemerintah, Bukan Rakyat!)

  1. Citra Sukses di Mata Publik
    Dengan angka kemiskinan yang lebih rendah, pemerintah bisa mengklaim telah berhasil mengentaskan kemiskinan tanpa harus bekerja keras.
  2. Mengurangi Beban Anggaran
    Jika hanya sedikit orang yang dianggap miskin, maka anggaran bantuan sosial bisa dipangkas. Efisiensi yang hebat, bukan?
  3. Meningkatkan Daya Tarik Investasi
    Dengan angka kemiskinan yang terlihat rendah, Indonesia terlihat sebagai negara berkembang yang stabil dan menarik bagi investor asing.

Kerugian (Untuk Rakyat, Tentu Saja!)

  1. Realitas Kemiskinan Tidak Tersentuh
    Dengan menurunkan standar kemiskinan, mereka yang sebenarnya miskin tidak diakui dan akhirnya kehilangan akses bantuan sosial.
  2. Kebijakan Publik yang Tidak Akurat
    Pemerintah membuat kebijakan berdasarkan data yang sudah direkayasa, sehingga solusi yang diberikan tidak pernah menyelesaikan masalah nyata.
  3. Menipu Diri Sendiri di Mata Internasional
    Ketika standar BPS digunakan, Indonesia terlihat lebih baik dibanding negara lain. Tapi begitu data World Bank digunakan, ketimpangan ekonomi yang sebenarnya langsung terlihat.

Kesimpulan: Menghapus Kemiskinan Tanpa Mengurangi Kemiskinan

Bukannya memperbaiki kondisi ekonomi rakyat, pemerintah justru lebih tertarik mengutak-atik angka agar terlihat sukses. Standar kemiskinan yang rendah bukan solusi, melainkan strategi pencitraan. Jika pemerintah serius ingin mengentaskan kemiskinan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah jujur dalam menetapkan standar kesejahteraan rakyat. Tapi tentu saja, itu akan terlalu merepotkan, bukan?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Duterte Ditangkap di Manila atas Perintah ICC

Next Post

Anjing Penggonggong itu – Pulang Dari Hambalang Nenteng Goodie Bag – Jadi Bener-Bener Anjing

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Anjing Penggonggong itu – Pulang Dari Hambalang Nenteng Goodie Bag – Jadi Bener-Bener Anjing

Anjing Penggonggong itu - Pulang Dari Hambalang Nenteng Goodie Bag - Jadi Bener-Bener Anjing

Manipulasi Hukum? Hakim Prapid PN Jaksel Gugurkan Gugatan Hasto

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist