Pesan yang disampaikan oleh Prof. Thomas E. Hogan dari Macquarie University, Sydney, dalam emailnya merupakan penghargaan yang mendalam atas buku saya, Why Japan Matters — A Foreign Perspective. Ucapan ini bukan hanya menjadi pengakuan atas upaya intelektual yang telah saya curahkan, tetapi juga pengingat bahwa Jepang, dengan segala keunikan sosial, budaya, etnografi, dan sejarahnya, memiliki daya tarik universal yang patut dirayakan.
Dalam pengantar buku ini, saya berusaha untuk membangun narasi yang bukan sekadar kumpulan fakta, tetapi sebuah perjalanan yang menyoroti relevansi Jepang di mata dunia luar. Bagi banyak orang, Jepang adalah perpaduan antara modernitas dan tradisi, sebuah tempat di mana menara-menara kaca Tokyo berdiri di samping kuil-kuil tua Kyoto. Namun, makna Jepang jauh melampaui gambaran visual ini. Budaya dan sejarah Jepang menawarkan pelajaran yang relevan tidak hanya bagi masyarakat Jepang, tetapi juga bagi dunia internasional.
Sebagai penulis, saya menyadari bahwa sudut pandang asing sering kali membawa pemahaman yang berbeda terhadap subjek yang telah lama dianggap biasa oleh masyarakat setempat. Di sinilah letak tantangan dan keindahannya: melihat Jepang dengan mata yang segar, tanpa menghilangkan penghormatan terhadap keunikan budaya yang telah membentuk negara tersebut selama berabad-abad. Dalam buku ini, saya mencoba mengurai apa yang membuat Jepang relevan di dunia global saat ini, dari inovasi teknologi hingga kebijaksanaan tradisional, dari etika kerja yang menginspirasi hingga seni dan filsafat yang mendalam.
Ucapan Prof. Hogan yang menyebut pengantar buku ini “sangat meyakinkan” adalah dorongan bagi saya untuk terus menulis dengan kejelasan dan semangat. Kata-katanya mengingatkan saya bahwa dalam era globalisasi, dialog antarbudaya menjadi semakin penting. Buku ini bukan hanya tentang Jepang, tetapi juga tentang bagaimana dunia dapat belajar dari keunikan negara tersebut untuk mengatasi tantangan universal seperti urbanisasi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan.
Saya berharap karya ini tidak hanya sukses secara akademik, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Hogan, tetapi juga menjadi jembatan bagi pembaca dari berbagai latar belakang untuk mengenal Jepang lebih dekat. Karena pada akhirnya, memahami negara lain adalah langkah awal untuk memahami dunia kita secara keseluruhan.
Semoga buku ini menjadi salah satu kontribusi kecil untuk menginspirasi lebih banyak orang dalam melihat Jepang — dan dunia — melalui lensa yang baru dan penuh makna.


























