Menurut Arief tugas Bapanas harus memastikan stok cadangan pangan, bukan hanya melakukan impor saja. Bapanas tugasnya menyiapkan kebutuhan saat ada panen dan tidak ada panen, saat El Nino tidak ada air.
Jakarta – Fusilatnews – Usai acara apel pengamanan bahan pokok jelang IdulFitri 2024 di Gudang Bulog, Jakarta Utara Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan Bulog bisa melakukan pembelian gabah ke petani langsung jika panen melimpah.
Bapanas akan meminta Bulog ikut menyerap gabah petani jika bisa ikut harga market untuk keperluan beras komersial.
“Misal gabah Rp 6.000 teman-teman bisa serap tapi tidak boleh mengganggu produksinya,” kata Arief Senin, 1 April 2024
Sedangkan dalam kesempatan terpisah Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman meminta Bulog membeli gabah petani di tengah panen raya untuk menstabilkan harga gabah. Namun menurut Arief Bulog hanya bisa membeli jika panen melimpah saja.
“Kalau Bulog masuk terlalu dalam nanti akan memacu harga tinggi lagi. Sementara kan teman-teman menjaga di kisaran Rp 15.000 hari ini di hilir (beras),” ucapnya.
Menurut Arief tugas Bapanas harus memastikan stok cadangan pangan, bukan hanya melakukan impor saja. Bapanas tugasnya menyiapkan kebutuhan saat ada panen dan tidak ada panen, saat El Nino tidak ada air.
Sementara itu, menurut Arief, Bulog saat ini sudah memiliki 10 modern rice milling plant (MRMP) atau sentra penggilingan padi dengan kapasitas 60 ton. Saat ini harga pokok penjualan Bulog sudah Rp 5.000 untuk gabah. Menurutnya, ada kemungkinan nanti HPP gabah akan dinaikkan untuk menjaga harga bahan pangan.
Sedangkan Harga Beras, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani selama Ramadan pada Maret 2024 turun 7,24 persen secara bulanan. Namun angka ini naik dibandingkan tahun lalu sebesar 27,71 persen.
Harga gabah kering giling (GKG) juga turun sebesar 5,47 persen secara bulanan. Harga GKP tercatat naik dibandingkan 2023 sebesar 34,22 persen.
Sedangkan harga beras mengalami penurunan, harga beras secara bulanan terjadi di tingkat penggilingan sebesar 0,87 persen. Namun secara tahunan, harga beras di penggilingan naik sebesar 25,21 persen.
“Harga beras ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis beras dan seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia A. Widyasanti dalam konferensi pers virtual pada Senin, 1 April 2024.
Sementara harga beras di tingkat grosir pada Maret 2024 naik 0,9 persen secara bulanan dan naik sebesar 20,64 secara tahunan. Harga beras eceran juga naik sebesar 2,06 persen secara bulanan. Harga beras eceran juga naik dibandingkan tahun lalu sebesar 20,07 persen
Amalia mengatakan beras masih mengalami inflasi, namun kini sudah mulai melemah. Komoditas beras mengalami inflasi secara bulanan sebesar 2,06 persen dan memberikan andil inflasi 0,09 persen.























