• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MERITOKRASI VS KOLEKTIVISME: INDIVIDUALISME VS PANCASILA

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
March 12, 2025
in Feature, Politik
0
MERITOKRASI VS KOLEKTIVISME: INDIVIDUALISME VS PANCASILA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

PENDAHULUAN

Pada rapat besar BPUPKI tanggal 15 Juli 1945, salah satu pernyataan penting yang disampaikan adalah:

“Maka oleh karena itu jikalau kita betul-betul hendak mendasarkan negara kita kepada faham kekeluargaan, faham tolong-menolong, faham gotong royong, faham keadilan sosial, enyahkanlah tiap-tiap pikiran, tiap-tiap faham individualisme dan liberalisme daripadanya.”

Pernyataan ini mencerminkan landasan fundamental yang menjadi dasar negara Indonesia: Pancasila. Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku, adat istiadat, agama, dan golongan. Oleh karena itu, para pendiri bangsa adalah individu dengan visi jauh ke depan yang tidak memilih sistem individualisme liberal kapitalis ataupun sistem parlementer atau presidensial dalam bentuk murninya. Sebaliknya, mereka menciptakan sistem MPR dengan prinsip permusyawaratan perwakilan—sebuah demokrasi konsensus yang bermartabat dan berderajat tinggi.

MERITOKRASI DALAM KONTEKS TATA NEGARA

Saat ini, ada upaya untuk menggantikan kolektivisme dengan meritokrasi, yang pada dasarnya ingin mengubah Pancasila menjadi sistem individualisme. Namun, meritokrasi yang tidak berbasis Pancasila tidak akan memiliki manfaat bagi Indonesia.

Di negara-negara liberal kapitalis seperti Amerika Serikat, meritokrasi mungkin menjadi hal utama karena menekankan pada kemampuan individu di atas segalanya. Namun, dalam konteks negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila, prinsip-prinsip utama yang harus dijunjung adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa – Menekankan pentingnya kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab – Menghormati dan memperlakukan sesama manusia dengan keadilan.
  3. Persatuan Indonesia – Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan – Mengutamakan kepentingan rakyat dan kepemimpinan yang bijaksana.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia – Menjamin pemerataan keadilan sosial dan kesejahteraan.

Dalam implementasinya, Pancasila menjadi fondasi dalam:

  • Pembentukan sistem pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan sosial.
  • Pengembangan kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
  • Pembangunan masyarakat yang harmonis, toleran, dan menghormati keberagaman.

MERITOKRASI DAN PANCASILA

Meritokrasi dan kebijaksanaan memiliki hubungan yang kompleks. Meritokrasi adalah sistem di mana individu diberi kesempatan berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan berdasarkan faktor lain seperti keluarga, koneksi, atau kekayaan. Namun, sistem ini memiliki kelemahan jika diterapkan secara murni tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila.

Konflik Antara Meritokrasi dan Kebijaksanaan

  1. Meritokrasi mengutamakan kemampuan, sedangkan kebijaksanaan mempertimbangkan konteks dan dampak sosial.
  2. Meritokrasi bisa mengabaikan faktor lain, seperti pengalaman dan kemampuan bekerja sama.
  3. Meritokrasi dapat menyebabkan ketimpangan sosial, karena hanya individu dengan sumber daya yang baik yang bisa bersaing.

Sebagai contoh:

  • Seorang karyawan dengan kemampuan teknis tinggi dipromosikan menjadi manajer, meskipun ia tidak memiliki pengalaman kepemimpinan. Ini bisa menimbulkan masalah dalam tim.
  • Seorang pemimpin bijaksana mungkin tidak mempromosikan individu berbakat yang kurang pengalaman karena mempertimbangkan dampaknya terhadap organisasi.

MERITOKRASI DAN KEKELUARGAAN

Meritokrasi dan sistem kekeluargaan memiliki dampak yang berbeda dalam kehidupan sosial:

  • Meritokrasi menekankan pada prestasi individu.
  • Kekeluargaan menekankan solidaritas, kesetiaan, dan kepercayaan.

Dampak negatif meritokrasi terhadap nilai kekeluargaan meliputi:

  1. Meningkatkan individualisme – Orang lebih fokus pada keberhasilan pribadi daripada kebersamaan.
  2. Mengurangi solidaritas – Persaingan menggantikan rasa kebersamaan dan gotong royong.
  3. Memperbesar kesenjangan sosial – Mereka yang lebih unggul akan semakin maju, sementara yang lain tertinggal.

Ir. Soekarno dalam pidato BPUPKI menegaskan bahwa negara Indonesia harus didasarkan pada kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial, bukan individualisme dan liberalisme.

KESIMPULAN

Meritokrasi yang hanya menekankan kemampuan individu dan prestasi tanpa mempertimbangkan nilai-nilai sosial dapat bertentangan dengan Pancasila. Sistem ini berpotensi memperkuat individualisme dan persaingan yang berlebihan, yang justru dapat merusak keharmonisan masyarakat. Selain itu, meritokrasi yang diterapkan secara ekstrem dapat memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi.

Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai kekeluargaan, keadilan sosial, dan gotong royong harus tetap menjadi prioritas utama dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis. Oleh karena itu, pemikiran meritokrasi harus selalu diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila agar tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian, mengubah sistem dengan meritokrasi murni tanpa mempertimbangkan Pancasila adalah sesuatu yang tidak sejalan dengan semangat bangsa Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Manipulasi Hukum? Hakim Prapid PN Jaksel Gugurkan Gugatan Hasto

Next Post

Selamat Tinggal Defisit Beras, Selamat Datang Surplus!

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

Selamat Tinggal Defisit Beras, Selamat Datang Surplus!

Jokowi Jamin Pemerintah Tidak Akan Hapus Daya Listrik 450VA

Jokowi dan PKI: Janji Manis Landreform yang Berujung di Tangan Oligarki

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...