• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Nasib Yusuf Mansur Yang Telah Ditinggalkan Jamaahnya

Ali Syarief by Ali Syarief
July 1, 2025
in Aya Aya Wae, Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Nasib Yusuf Mansur Yang Telah Ditinggalkan Jamaahnya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada orang-orang yang lebih dulu percaya sebelum sempat berpikir. Mereka datang ke pengajian bukan untuk menguji logika, tetapi menaruh harapan. Harapan itu kerap kali dibungkus dalam amplop amal, receh keajaiban, atau nama yang disebut-sebut sebagai “ulama karismatik.” Di situ, pada posisi yang tinggi, berdiri Yusuf Mansur.

Saya ingat ceramahnya yang viral itu. Di hadapan jamaah, ia berkata, “Pokoknya kalau dikasih tahu sama Kyai, udah siap, gitu aja.” Kalimat itu tak panjang, tapi menyimpan banyak luka. Seolah logika tak punya tempat. Yang ada hanya kepatuhan, lalu dompet terbuka. Tak ada ruang untuk bertanya. “Saya mengerti, Ustaz. Tapi berarti lu nggak ngerti,” ujarnya pada jamaah yang mungkin mulai ragu.

Yusuf Mansur bukan sekadar ustaz. Ia adalah figur yang menjanjikan ‘jalan pintas’ menuju rezeki. “Sedekah hari ini, maka besok akan dibalas berlipat ganda.” Begitulah kira-kira premis dari sekian banyak tausyiahnya. Di dalam ceramah yang lain, ia bertanya kepada para hadirin, “Siapa yang punya tabungan?” Tak ada yang berani angkat tangan. Ia lanjut, “Baik, kalau enggak ada yang punya tabungan, bikin saja jadi nol. Sekarang saya minta sedekah Rp5 juta. Itu berarti Rp500 ribu per bulan selama setahun. Kita hitung mundur: sepuluh juta setahun.”

Tak ada pembahasan tentang kebutuhan anak sekolah, dapur yang harus mengepul, atau motor yang belum lunas. Yang ada hanya angka, angka, dan angka. Jamaah didorong bukan dengan pencerahan spiritual, tapi tekanan target donasi.

Banyak yang mengutip twit saya, menyebut Yusuf Mansur sebagai “ustaz penipu.” Tuduhan itu tak datang tiba-tiba. Padahal mentwit m, “Berbagai bantahan Yusuf Mansur tidak akan mengubah stigma ustaz penipu, bila uang-uang para nasabah tidak dikembalikan.” Ia menunjuk pada program-program investasi patungan yang tak pernah jelas ujungnya. Patungan usaha, patungan hotel, patungan Qur’an. Sejak 2013, banyak orang menanti pengembalian dana, tapi yang datang hanya janji-janji.

Tapi Yusuf Mansur, dalam banyak wawancara, selalu menjawab dengan satu kalimat, “Silakan bawa ke ranah hukum. Saya siap bertanggung jawab.” Namun siapa yang mau menggugat ulama? Dalam tradisi kita, mempersoalkan ustaz bisa dianggap mempersoalkan agama itu sendiri.

Di titik ini, keimanan dan kemiskinan berjumpa. Jamaah miskin, berharap kaya. Ustaz kaya, meyakinkan bahwa jalan Tuhan bisa dipesan lewat rekening bank. Maka agama menjelma menjadi transaksi. Doa menjadi utang. Sedekah menjadi cicilan.

Dan pada akhirnya, satu demi satu jamaah pergi. Bukan karena mereka kehilangan iman, tapi karena merasa ditinggalkan oleh akal sehat. Ada yang kehilangan motor, emas, bahkan tanah. Semua demi mimpi tentang rezeki yang ‘ajaib’. Tapi ketika mimpi itu tak kunjung datang, mereka sadar: mungkin ini bukan agama, tapi ilusi.

Saya tidak sedang menghakimi. Saya hanya mencatat. Sebab dalam sejarah spiritual kita, terlalu sering kita jumpai orang-orang yang berpakaian agama, tetapi menjajakan harapan palsu. Dan yang paling menyedihkan adalah: mereka tetap bisa bicara di mimbar, seolah tak pernah bersalah.

Umat memang pemaaf. Tapi kadang, kepergian jamaah adalah bentuk paling sunyi dari sebuah protes.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kalau Ijazah Hilang Saat Liburan, Bagaimana Nasib Perkara Jokowi?

Next Post

PERDANA MENTERI THAILAND ANGGAP PEMBEKUAN WEWENANGNYA SEBAGAI LANGKAH POLITIK

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Next Post

PERDANA MENTERI THAILAND ANGGAP PEMBEKUAN WEWENANGNYA SEBAGAI LANGKAH POLITIK

Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist