• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

PERDANA MENTERI THAILAND ANGGAP PEMBEKUAN WEWENANGNYA SEBAGAI LANGKAH POLITIK

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
July 1, 2025
in News, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bangkok, Thailand – Selasa, 1 Juli 2025 – Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, akhirnya buka suara terkait keputusan Mahkamah Konstitusi yang secara resmi membekukan sementara kewenangannya sebagai kepala pemerintahan. Keputusan kontroversial tersebut diumumkan pada Selasa (1/7), setelah lembaga tinggi yudisial itu menerima permohonan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Paetongtarn dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri.

Dalam pernyataan pers di Bangkok beberapa jam setelah keputusan diumumkan, Paetongtarn menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, namun menyatakan dirinya akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya sangat terkejut dengan keputusan ini. Namun sebagai warga negara yang menjunjung tinggi konstitusi, saya akan mematuhi proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya di hadapan para wartawan.

Dugaan Pelanggaran Etik

Kasus yang menjerat Paetongtarn berkaitan dengan percakapan telepon pribadi antara dirinya dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang bocor ke publik beberapa pekan lalu. Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn diduga membahas isu-isu strategis kawasan dan mengindikasikan adanya pengaruh luar terhadap kebijakan dalam negeri Thailand.

Kelompok oposisi menilai isi percakapan itu sebagai bentuk pelanggaran etika karena melibatkan pihak asing dalam urusan domestik dan dianggap mengancam kedaulatan negara. Petisi kemudian diajukan ke Mahkamah Konstitusi oleh sekelompok legislator dari blok konservatif yang meminta agar Paetongtarn dinonaktifkan sementara selama proses penyelidikan berlangsung.

Mahkamah Konstitusi menyetujui permintaan tersebut dengan dalih bahwa keberadaan PM dalam posisi aktif selama penyelidikan bisa memengaruhi objektivitas proses hukum.

Situasi Pemerintahan Sementara

Dengan pembekuan sementara ini, wakil perdana menteri senior, Suriya Jungrungreangkit, ditunjuk sebagai pelaksana tugas Perdana Menteri hingga keputusan final diumumkan. Pemerintah menyatakan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa dan memastikan stabilitas nasional tidak akan terganggu.

“Kami ingin rakyat tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi. Pemerintahan ini tetap berdiri, dan kami akan bekerja untuk rakyat seperti biasa,” kata Suriya dalam konferensi persnya.

Dukungan dan Kecurigaan

Pendukung Paetongtarn menyebut langkah Mahkamah Konstitusi ini sebagai bentuk kriminalisasi politik dan kelanjutan dari pola pelemahan terhadap klan Shinawatra yang telah berulang kali terjadi sejak era pemerintahan Thaksin dan Yingluck.

“Ini bukan hanya soal etika, tapi soal siapa yang boleh memimpin negeri ini. Kami mencium aroma politisasi hukum,” ujar seorang aktivis pro-demokrasi di Bangkok yang ikut berdemonstrasi menolak keputusan MK.

Sebaliknya, pihak oposisi menyambut baik keputusan tersebut. Mereka menyebut langkah ini sebagai sinyal bahwa tidak ada satu pun pejabat yang berada di atas hukum, bahkan Perdana Menteri sekalipun.

Latar Belakang Paetongtarn

Paetongtarn Shinawatra adalah putri dari Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand yang terguling dalam kudeta militer 2006. Ia terpilih sebagai PM pada pemilu 2023 setelah partai Pheu Thai yang dipimpinnya berhasil membentuk koalisi pemerintahan. Kemenangan ini menandai kembalinya pengaruh politik keluarga Shinawatra ke pucuk kekuasaan setelah lebih dari satu dekade dominasi militer dan elit konservatif.

Kasus ini berpotensi menjadi ujian politik dan hukum besar pertama dalam masa jabatan Paetongtarn yang baru berjalan dua tahun.

Mahkamah Konstitusi belum menetapkan tenggat waktu penyelesaian penyelidikan, namun tekanan politik di dalam negeri diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nasib Yusuf Mansur Yang Telah Ditinggalkan Jamaahnya

Next Post

Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026
Next Post
Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Sejarah yang Bangkit, Luka yang Terkoyak: Ketika Dokumentasi Kekerasan 1998 Menghantui Kekuasaan Hari Ini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist