• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Negara Pelaku Keonaran

Ali Syarief by Ali Syarief
June 16, 2025
in Crime, Feature
0
Negara Pelaku Keonaran
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam banyak kasus, keributan tidak lahir dari rakyat. Ia muncul dari negara. Tepatnya, dari watak negara yang tidak mampu mengelola kewenangan dengan adil, tapi terlalu lihai memproduksi kegaduhan demi menutupi boroknya sendiri. Dan kini, dalam republik ini, keonaran sudah menjelma menjadi tata kelola.

Lihatlah perkara empat pulau yang diperebutkan Malaysia. Pulau Berhala, Ligitan, Sipadan, dan segerombolan titik yang perlahan menghilang dari peta nasional kita. Sengketa bukan soal geografi, tapi soal ketidaksanggupan negara menjaga kehormatan wilayahnya sendiri. Dari Berhala hingga Batas Laut, negara lebih gemar bicara soal investasi ketimbang kedaulatan. Onar. Dan yang memicunya: negara sendiri.

Lalu ijazah. Ya, ijazah seorang “Paksu” yang pernah duduk tenang di Istana, memimpin negara dengan senyuman dan sambutan meriah dari para peternak kepentingan. Konon kabarnya, dokumen akademiknya raib atau samar, seperti hantu. Dan negara? Diam seribu bahasa. Bukannya menjawab, justru menyemai fitnah kepada siapa pun yang bertanya. Apakah negara harus kita ajari logika dasar: keraguan tak akan padam oleh kebisuan?

Papua pun terus bergolak. Tak henti-henti. Orang bilang karena separatisme. Tapi tak sedikit pula yang tahu, pangkal soal adalah cara negara memperlakukan tanah timur itu: seperti lumbung yang harus diekstraksi, bukan rumah yang harus dirawat. Dari penembakan hingga pemutusan jaringan internet, negara hadir bukan sebagai pengayom, tapi pemantik bara. Kalau ada onar di Papua, siapa lagi pemicunya kalau bukan kebijakan dari Jakarta?

Korupsi? Jangan lagi tanya. Dari pejabat tinggi sampai aparat terbawah, ramai-ramai merampok negeri. Tak cukup anggaran proyek, kini laut pun dijual. Pasir laut diserahkan ke investor asing, ibarat menjual harta pusaka untuk membangun rumah beton yang cepat ambruk. Siapa pelakunya? Aparat. Siapa pelindungnya? Negara. Lalu siapa yang menanggung akibatnya? Rakyat.

Tambang pun menjadi alat perusak. Gunung dilubangi, sungai dicemari, desa diluluhlantakkan. Di atas kertas: demi kemajuan. Di lapangan: demi kekuasaan dan modal. Sawit menggantikan hutan tropis. Habitat satwa musnah, sumber air menghilang. Dan semua itu, dilegalkan oleh regulasi negara. Apa bukan keonaran jika yang dilindungi justru pelaku kejahatan ekologis?

Dan kita pun sampai pada klimaks: seorang anak muda, yang bahkan belum menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota, mendadak meloncat jadi wakil presiden. Bukan karena prestasi, bukan karena rekam jejak, tapi karena garis darah. Karena putra dari raja yang kini mengklaim bukan raja. KPU dipaksa tunduk. MK diubah maknanya jadi Mahkamah Keluarga. Dan rakyat? Disuruh terima, katanya ini “jalan Tuhan”.

Jadi, wahai saudara sebangsa, bila hari ini republik ini penuh gaduh, jangan buru-buru tuduh rakyat. Jangan sebut oposisi, mahasiswa, atau buzzer sebelah sebagai biang kerok. Cermati dulu siapa yang memantik, siapa yang menyulut, dan siapa yang diam saat api mulai membesar.

Negara seharusnya menjadi pendingin. Tapi ia malah menjelma kompor gas, yang disulut saban hari demi kuasa dan kroni. Dalam babak ini, negara bukan korban keonaran.

Ia adalah pelakunya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Sejarah Dimutilasi dari Luka Perempuan

Next Post

Komnas Perempuan Kecam Pernyataan Menteri Terkait Kekerasan Seksual 1998, Desak Negara Akui dan Pulihkan Korban

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Komnas Perempuan Kecam Pernyataan Menteri Terkait Kekerasan Seksual 1998, Desak Negara Akui dan Pulihkan Korban

Komnas Perempuan Kecam Pernyataan Menteri Terkait Kekerasan Seksual 1998, Desak Negara Akui dan Pulihkan Korban

100 Narapidana Dipindahkan ke Nusakambangan, Rawan Narkoba

100 Narapidana Dipindahkan ke Nusakambangan, Rawan Narkoba

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist