• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

NEO KOMUNISME DALAM SEL-SEL KEHIDUPAN BERNEGARA: SEBUAH ANCAMAN NYATA

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 22, 2025
in Feature, Politik, Sejarah
0
NEO KOMUNISME DALAM SEL-SEL KEHIDUPAN BERNEGARA: SEBUAH ANCAMAN NYATA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Pendahuluan

Sejak dilakukan amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945, bangsa ini secara tidak sadar telah membuka pintu bagi kembalinya paham komunisme dalam wajah baru: neo-komunisme. Dengan dalih reformasi konstitusi, telah terjadi kudeta ideologis yang merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam sepuluh tahun terakhir, terutama sejak pemerintahan Joko Widodo, pengaruh Partai Komunis Tiongkok (PKC) dan ideologi komunis merembes ke segala lini kehidupan nasional.

Neo-komunisme ini bukanlah ancaman fiktif, melainkan sebuah realitas yang disusun dengan rapi dan terstruktur. Tidak hanya melalui infiltrasi ideologi, tetapi juga dalam bentuk penetrasi ekonomi dan politik yang melibatkan elite kekuasaan di dalam negeri serta aktor-aktor global seperti Xi Jinping dan PKC. Ketundukan pemerintah Indonesia terhadap kepentingan Cina tampak nyata melalui proyek-proyek besar, dominasi penguasaan sumber daya alam, serta kekebalan hukum bagi korporasi asing yang mengeruk kekayaan ibu pertiwi.


Kudeta Konstitusi dan Bangkitnya Neo-Komunisme

Amandemen UUD 1945 bukan hanya sekadar revisi hukum, melainkan sebuah grand design yang sistematis untuk menggeser arah negara dari fondasi ideologis Pancasila. Peran partai politik, aparat negara—khususnya kepolisian—dan lembaga-lembaga kenegaraan menjadi kunci dalam menggerakkan perubahan ini. Polisi kini tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga bagian dari jaringan kekuasaan yang melayani kepentingan oligarki, bahkan dalam kasus-kasus seperti PSN PIK 2 dan Rempang.

Dominasi asing atas tambang nikel menjadi bukti konkrit. Dengan 95% penguasaan oleh Cina, Indonesia menjadi ladang eksploitasi yang tidak memberikan manfaat signifikan bagi rakyat. Anehnya, 80% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih bergantung pada pajak rakyat, bukan dari kontribusi kekayaan alam. Kasus penyelundupan 5,3 juta ton nikel ke Cina adalah tamparan keras yang menunjukkan bagaimana hukum tunduk pada kekuasaan. Bahkan aparat tidak berdaya mengusut tuntas, seperti halnya ketidakmampuan membongkar ijazah palsu para pejabat.


Ketika GBHN Diganti OBOR

Pengesahan proyek One Belt One Road (OBOR) Cina oleh Presiden Jokowi semakin menegaskan keterikatan Indonesia pada agenda geopolitik Cina. Sejak 2019, Indonesia terlibat dalam kerja sama bernilai lebih dari US$91 miliar (setara Rp 1.288 triliun), mencakup pelabuhan, bandara, kawasan industri, energi, dan infrastruktur strategis lainnya.

OBOR adalah strategi Cina untuk mendominasi jalur perdagangan dunia dan memperluas pengaruh politik-ekonominya. Proyek ini menciptakan ketergantungan ekonomi dan membuka celah bagi dominasi ideologi Cina dalam tatanan kehidupan berbangsa. Sayangnya, di Indonesia proyek OBOR seolah diterima tanpa kajian kritis, apalagi melibatkan partisipasi rakyat. Maka tak heran jika banyak yang menilai bahwa kedaulatan negara telah diserahkan dalam nampan emas kepada asing.


Belajar Komunisme dari PKC: Sebuah Pengkhianatan Konstitusional

Mirisnya, kader-kader partai politik dan bahkan perwira kepolisian dikirim untuk belajar ke Partai Komunis Cina. Tak jelas apa yang dipelajari selain strategi menumpas demonstrasi ala Tiananmen dan manajemen kekuasaan otoriter. Apakah kita lupa bahwa ajaran komunis dilarang keras oleh TAP MPRS No. XXV Tahun 1966?

Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merupakan pengkhianatan terhadap semangat Pancasila. Apakah elite bangsa ini sudah tidak mampu lagi membedakan mana ideologi yang berbahaya dan mana yang menjadi fondasi kemerdekaan? Ironisnya, banyak pihak justru menganggap bahwa Pancasila masih ada dan hidup, padahal secara konstitusional telah dikesampingkan melalui amandemen yang menghapus pokok-pokok pikiran dalam Penjelasan UUD 1945.


Pancasila: Ideologi yang Diabaikan

Dalam kajian Rumah Pancasila, terlihat jelas bahwa telah terjadi kekacauan konseptual dalam memahami ideologi negara. Sebagian kalangan menganggap Pancasila bukanlah ideologi, sementara yang lain mencampuradukkan Pancasila dengan ideologi dunia lainnya. Kebingungan ini sengaja diciptakan untuk membelokkan arah perjuangan bangsa.

Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (18 Agustus 1945), merupakan dasar negara yang sah. Bung Karno sendiri menyatakan bahwa Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 adalah dua hal yang tak terpisahkan. Ketika Pancasila dalam pembukaan dihapuskan atau direduksi, maka yang hilang bukan sekadar pasal, tapi eksistensi negara hasil proklamasi. Itulah sebabnya, tindakan amandemen oleh MPR, yang diikuti oleh penandatanganan Megawati melalui BPIP, sejatinya adalah legitimasi atas bubarnya negara hasil Proklamasi 17 Agustus 1945.


Neo-Komunisme: Ancaman Nyata dan Nyaris Tak Terlihat

Neo-komunisme hari ini tidak lagi menggunakan simbol palu arit. Ia menyusup dalam bentuk kebijakan ekonomi, budaya, dan hukum. Ia hadir dalam bentuk Islamofobia, adu domba, ketidakadilan, dan peran aparat yang berubah dari pelindung rakyat menjadi pelindung oligarki.

Fenomena seperti judi online, narkoba, kerusakan lingkungan, pencemaran akibat tambang tanpa AMDAL, dan perampasan tanah oleh korporasi, hanyalah gejala dari sistem yang telah terinfeksi paham yang memusuhi keadilan sosial. Ketika aparat negara menjadi beking korporasi dan masyarakat dibiarkan menderita, saat itulah kita menyadari bahwa tambang bukanlah sorga pembangunan, melainkan neraka bagi rakyat.


Penutup

Kita sedang menyaksikan kebangkitan neo-komunisme yang sudah masuk ke dalam sel-sel kehidupan berbangsa dan bernegara. Kudeta terhadap UUD 1945 dan digantikannya sistem nilai dalam OBOR adalah dua pilar dari infiltrasi sistematis ini. Lebih menyedihkan lagi, semua terjadi dalam kelengahan kita sebagai bangsa.

Saatnya rakyat Indonesia bangkit menyadari bahwa negeri ini sedang berada dalam ancaman ideologi asing yang terbungkus dalam selimut kerja sama dan pembangunan. Sudah waktunya kembali ke jati diri bangsa, menghidupkan kembali Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara, bukan sekadar simbol retoris. Kita harus menyadari bahwa jika Pancasila hilang dari dasar konstitusi, maka Indonesia yang diproklamasikan Soekarno-Hatta telah bubar secara ideologis.


Salam Pancasila!
Hidup Indonesia Merdeka!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Serangan AS ke Iran Picu Reaksi Keras Para Pemimpin Dunia

Next Post

Tidak Ada Pengusaha Lahir dari Pelatihan

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Tidak Ada Pengusaha Lahir dari Pelatihan

Tidak Ada Pengusaha Lahir dari Pelatihan

Siapa Dader Yang Memenjarakan Bambang Tri, Gus Nur dan HRS?

Siapa Dader Yang Memenjarakan Bambang Tri, Gus Nur dan HRS?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...