• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Neokolonialisme Berkedok PSN

fusilat by fusilat
November 29, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana 

Penjajahan modern di Indonesia tidak lagi menggunakan senjata, kekuatan militer, atau bendera asing. Ia menggunakan undang-undang, perpres, dan stempel sebagai “Proyek Strategis Nasional”. Semua menjadi legal, semua begitu rapi, dan semua membuat rakyat merasa “ini demi pembangunan” padahal kedaulatan sudah lama hilang.

Berikut contoh-contoh yang paling nyata dan masih berjalan sampai hari ini selain bandara IMIP di Morowali:

Pulau Rempang di Batam. September 2023 sampai sekarang, 17 kampung nelayan Melayu digusur paksa untuk proyek “Rempang Eco City”. Investor utamanya Xinyi Group dari China yang menguasai 70 persen saham. Warga ditawarkan rumah susun di tempat terpencil, tanah adat dirampas, dan yang menolak dikriminalisasi. TNI-Polri dikerahkan BUKAN untuk melindungi warga, tapi sebagai satgas pengamanan investor.

Mandalika di Lombok. Ribuan hektare tanah adat Sasak dirampas demi sirkuit MotoGP dan hotel-hotel mewah. Investor utama adalah perusahaan Prancis dan Qatar. Petani dan nelayan yang menolak dituduh menghambat investasi, lalu dipenjara lewat UU ITE atau digusur paksa. Hasilnya: balapan internasional berjalan lancar, warga lokal menjadi penonton di tanah leluhur sendiri.

Freeport di Papua. Konon negara menguasai 51 persen saham, tapi dividen mayoritas tetap mengalir ke Freeport-McMoRan Amerika. Tambang Grasberg tetap menjadi yang terbesar di dunia, Papua hanya mendapatkan 1 persen dana bagi hasil, ditambah limbah yang mencemari Sungai Ajkwa sampai hari ini. Kontrak diperpanjang sampai 2041 dengan alasan “hilirisasi”.

IKN Nusantara. Empat puluh persen lahan inti sudah dipesan investor China, Korea, dan UAE lewat skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha). Ada kawasan-kawasan khusus yang bahkan TNI biasa tidak boleh masuk tanpa izin investor. Status “daerah khusus” membuat hukum nasional biasa tidak berlaku penuh di sana.

Food Estate. Jutaan hektare hutan adat dan lahan pangan di Merauke, Kalimantan Tengah, dan Papua dibabat untuk sawit dan tebu monokultur. Investor utama Wilmar (Singapura), Sinar Mas, dan beberapa perusahaan China. Hasilnya: produksi pangan lokal hancur, ketergantungan impor beras dan jagung justru naik.

Reklamasi pantai Jakarta. Lebih dari 5.000 hektare laut di PIK 2 dan Pantai Maju direklamasi untuk apartemen mewah dan mal. Investor utama Agung Sedayu, Salim Group, dan China Communications Construction Company. Nelayan tradisional kehilangan mata pencaharian, tapi proyek tetap jalan karena masuk daftar PSN.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Utang 6 miliar dolar ke China, biaya membengkak jadi Rp114 triliun, tiket mahal, rakyat kecil tidak terlayani. Stasiun Tegalluar jadi semacam enclave China selama 50 tahun ke depan.

Semua contoh ini memakai pola yang sama: yakni dibungkus narasi investasi, lapangan kerja, hilirisasi, atau ketahanan pangan; diberi cap PSN sehingga kebal hukum biasa; aparat negara dijadikan pengawal investor; dan dasar hukumnya selalu Pasal 33 ayat (5) UUD 1945 plus puluhan UU dan Perpres turunan.

Ini bukan lagi penjajahan dengan tentara.
Ini penjajahan dengan akta notaris, powerpoint presentasi, dan surat keputusan menteri.

Jadi ribut-ribut dan gaduh terus ini sepertinya sengaja dibuat agar kita lupa bahwa rumah dan kulkas kita sedang digarong dan dirampok. Sumber daya alam kita sedang dikeruk habis-habisan.

Kalau tidak dibongkar sekarang, sepuluh tahun lagi rakyat hanya akan menjadi satpam, cleaning service, di negara yang sudah bukan milik kita lagi.

(Malika’s Insight 26 November 2025).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penjarahan di Sibolga: Anatomy of Hunger (Karena Harus Survive) vs Anatomy of Crime (Kesererakahan)

Next Post

Harus Dipidanakan Tokoh Utamanya – Merampok Uang Rakyat Untuk PSN

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Next Post
Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Harus Dipidanakan Tokoh Utamanya - Merampok Uang Rakyat Untuk PSN

Setali Tiga Uang Gus Yaqut–Gus Yahya: Nepotisme Kekuasaan yang Melukai dan Memalukan Umat

Setali Tiga Uang Gus Yaqut–Gus Yahya: Nepotisme Kekuasaan yang Melukai dan Memalukan Umat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...