• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nurutkah Jokowi pada Megawati?

fusilat by fusilat
January 16, 2023
in Feature
0
Nurutkah Jokowi pada Megawati?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Widian Vebriyanto

PERNYATAAN tegas telah disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di hadapan Presiden Joko Widodo yang merupakan petugas partainya. Disaksikan ribuan kader inti PDIP, Megawati secara tegas menyatakan penolakan pada wacana presiden 3 periode. Putri Bung Karno tersebut seolah ingin menegaskan posisinya patuh pada konstitusi negeri ini.

“Kalau sudah dua kali, ya maaf, ya dua kali,” kata saat memberi sambutan di acara HUT ke-50 PDI Perjuangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1).

Wacana perpanjangan masa jabatan presiden selama ini kerap didengungkan oleh lingkaran istana, mulai dari menteri hingga pimpinan partai pendukung Presiden Joko Widodo. Wacana itu tetap didengungkan sekalipun Presiden Jokowi sudah mengatakan bahwa yang ingin memperpanjang jabatan presiden adalah orang yang ingin menampar mukanya. Atas dasar tersebut, tidak jarang publik yang berpikir bahwa Jokowi memang sebenarnya menghendaki perpanjangan masa jabatan.

Kini, Megawati sebagai tokoh utama pengusung Jokowi telah tegas meminta untuk tidak ada penundaan pemilu. Jokowi diminta untuk mencukupkan diri sebagai presiden setelah periode keduanya habis. Kata Megawati, kalau jadwal pemilu sudah diputuskan, maka semua harus menjalankan bersama. Semua itu demi keinginan bersama agar republik tetap utuh.

Karakter Jokowi

Presiden Joko Widodo sebagai kader PDIP tentu akan tegak lurus pada perintah atasannya itu. Apalagi, mantan walikota Solo tersebut sudah pernah menyatakan bahwa mereka yang mengusung perpanjangan jabatan presiden adalah orang-orang yang ingin menampar muka, mencari muka, dan menjerumuskan dirinya. Jokowi mustahil mbalelo, mengingat saat pencalonannya menjadi presiden, Jokowi kerap mencium tangan Megawati yang bisa dibaca sebagai tanda ikrar setia.

Begitu seharusnya. Tapi jika kita memutar kembali pernyataan politikus senior PDIP Panda Nababan dalam acara ILC yang dipandu Karni Ilyas, maka keraguan Jokowi akan ikuti perintah Megawati akan muncul. Dalam talkshow itu, Panda Nababan mengurai cerita soal sikap Presiden Jokowi terkait pencopotan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Awal kisah dimulai saat Jokowi hadir dalam perayaan HUT TNI tahun 2017 di Cilegon. Presiden Jokowi terpaksa harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju lokasi acara karena kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Selain itu juga karena tidak ada penyambutan khusus agar akses presiden bisa lancar. Jokowi, dalam cerita Panda, seolah menandai perlakuan Gatot Nurmantyo tersebut.

Diam-diam Jokowi membalas saat acara pernikahan Kahiyang Ayu di Solo. Gatot diperlakukan sebagai warga biasa dan tidak ada keistimewaan didapat. Berbeda dengan para koleganya yang mendapat peran khusus sebagai tuan rumah dan memakai bunga merah di pakaian mereka. Gatot bahkan terpaksa harus antre dan berdesak-desakan seperti tamu biasa untuk bisa menyalami Jokowi. Puncaknya, kata Panda, 5 bulan setelah peristiwa itu, Gatot dicopot sebagai panglima oleh Jokowi.

Kisah ini seolah ingin memberi gambaran bahwa Jokowi merupakan seorang pendendam dan dendam tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi.

Sementara di mata tokoh senior DR. Rizal Ramli, Jokowi adalah orang yang biasa melancarkan jurus “nabok nyilih tangan”. Modusnya, Jokowi akan pura-pura tidak beraksi atas apa yang menimpanya. Tapi diam-diap dia menyiapkan “orang” untuk bisa menggebuk orang yang bertentangan dengannya.

RR, sapaan akrab Rizal Ramli, mencontohkan apa yang terjadi di Jakarta. Di mana Jokowi menggunakan mantan ajudan terpercayanya untuk “merusak” apa yang sudah dilakukan Anies Baswedan saat jadi gubernur.  

Akankah Jokowi Ikuti Perintah Megawati?

Ekspresi wajah Jokowi selama mendengarkan pidato Megawati tampak tidak nyaman. Hal tersebut terlihat dari senyum yang tidak lepas dari Jokowi saat Megawati melempar candaan, khususnya candaan yang menyerempet namanya. Terlebih, candaan Megawati mendapat tepukan dari kader-kader inti PDIP.

Jika benar Jokowi tidak nyaman dengan apa yang disampaikan Megawati, maka bukan tidak mungkin sejumlah strategi akan disiapkan. Bagaimanapun Jokowi saat ini adalah seorang presiden, yang perlu dihormati oleh siapapun termasuk ketua umum partai politik. Jokowi juga memiliki perangkat lengkap untuk bisa “membalas dendam” jika merasa dipermalukan dalam acara HUT tersebut.

Apalagi, Megawati sempat bilang bahwa nasib Jokowi kasihan jika tanpa PDIP. Bagi seorang yang berasal dari Jawa, tentu Jokowi tidak akan terima dengan kalimat yang disampaikan di hadapan ribuan orang tersebut. Seolah, seorang Jokowi tidak bisa berdiri sendiri dan sangat tergantung pada pihak lain.

Jokowi pasti akan melakukan pembuktian bahwa dia berada di atas segalanya. Mungkin bukan denghan menambah jabatan sebagai presiden. Tapi bisa saja dia berkeinginan menjadi kingmaker Pilpres 2024 menyaingi Megawati. Jokowi diyakini akan mendorong calon yang dikehendaki untuk bisa berlaga dan menang. Adapun nama yang dikait-kaitkan dengan Jokowi saat ini adalah Ganjar Pranowo.

Bisa saja Jokowi menggalang koalisi besar bersama para ketum partai yang menjadi anak buahnya di kabinet untuk melancarkan pencalonan Ganjar. Sementara Megawati yang belum bersikap soal capres akan kelimpungan. Megawati pada akhirnya akan mengakui bahwa Jokowi lebih hebat darinya dengan ikut mendukung calon yang kehendaki Jokowi. Hak prerogatif sebagai ketum PDIP pun hanya akan digunakan untuk mengamini calon pilihan Jokowi.

Dikutip Rmol.id Senin, 16 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemulihan Pariwisata Malaysia Gagal Didahului Thailand Dan Indonesia

Next Post

Sistem Parkir

fusilat

fusilat

Related Posts

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong
Feature

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup
Cross Cultural

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026
Next Post
Sistem Parkir

Sistem Parkir

Indonesia Negeri Para Bedebah

Selingkuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026
Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

August 4, 2026
TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist