• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Omonokrasi Adalah Regim Yang Alergi Terhadap Kritik

Ali Syarief by Ali Syarief
July 28, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Politik
0
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di era pemerintahan Prabowo Subianto yang baru berjalan sejak Oktober 2024, kita tak hanya menyaksikan perubahan kepemimpinan, tapi juga pergeseran iklim demokrasi. Muncul satu istilah yang kini layak mewakili atmosfer kekuasaan hari ini: omonokrasi—sebuah sistem yang tidak hanya anti-kritik, tapi bahkan alergi terhadapnya.

Dalam sistem ini, kritik dianggap sebagai virus yang harus dibasmi, bukan sebagai nutrisi untuk memperbaiki kebijakan. Pemerintah lebih menikmati pujian dan tepuk tangan, meski substansi kebijakan kadang tak menyentuh kebutuhan nyata rakyat. Ini bukan sekadar penurunan kualitas demokrasi—ini adalah kemunduran peradaban politik.

Di tengah euforia kekuasaan baru yang menggantikan pemerintahan sebelumnya, kita menyaksikan kemunculan satu istilah yang mulai merepresentasikan realitas politik hari ini: Omonokrasi. Ini bukan demokrasi yang menjunjung tinggi kritik dan partisipasi rakyat. Bukan pula otokrasi yang secara terang-terangan menindas. Ini lebih licik—sebuah sistem yang membungkus kekuasaan otoriter dengan pujian, sanjungan, dan janji-janji palsu.

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Pemerintahan Prabowo-Gibran perlahan menunjukkan watak omonokratisnya. Kritik dianggap gangguan, oposisi disingkirkan secara halus, dan suara publik hanya direspons jika bernada pujian. Pemerintah merasa paling sukses ketika disoraki dengan tepuk tangan, meski di lapangan perut rakyat tetap keroncongan. Kebijakan yang diambil lebih banyak memanjakan elite di sekeliling kekuasaan, sementara rakyat luas hanya diberi harapan kosong—omon-omon-omon belaka.

Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis memang terdengar revolusioner. Namun implementasinya diwarnai kisah keracunan massal, distribusi tak merata, dan ketidaksiapan infrastruktur. Belum lagi pemangkasan anggaran besar-besaran melalui Inpres No. 1/2025 yang justru memangkas dana pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan IKN. Pemerintah seolah lupa: memberi makan bukan sekadar membagikan nasi bungkus, tetapi memastikan keberlanjutan dan kualitasnya.

Sementara itu, militer kembali mengambil peran dominan dalam kehidupan sipil: dari program sosial hingga produksi obat-obatan. Perwira aktif masuk ke dalam jabatan pemerintahan. Ini bukan demokrasi yang sehat. Ini nostalgia Orde Baru yang disulap dengan kemasan populis.

Kekuasaan hari ini dijalankan dengan gaya politrik: politik yang penuh tipu muslihat. Ketika rakyat mengeluh, pemerintah membalas dengan retorika. Ketika fakta dipertanyakan, data direkayasa. Ketika janji tidak ditepati, narasi baru segera diciptakan. Inilah wajah omonokrasi—sebuah sistem yang alergi kritik dan adiktif terhadap pencitraan.

Jika demokrasi adalah ruang dialog, maka omonokrasi adalah ruang gema: hanya suara penguasa yang menggema, dan rakyat dipaksa bertepuk tangan meski kenyataannya pahit. Kritik dianggap makar, oposisi dianggap pengganggu stabilitas, dan media dijinakkan melalui tekanan halus.

Maka, hari ini kita punya tanggung jawab besar: melawan omonokrasi dengan keberanian untuk bicara, berpikir, dan bertindak. Kita tidak boleh menjadi penonton pasif dalam drama kekuasaan yang makin absurd. Demokrasi bukan panggung hiburan, melainkan medan perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan bersama.

Karena janji tidak seharusnya berakhir di langit. Ia harus turun ke bumi—menjadi roti yang bisa dimakan, menjadi sekolah yang bisa diakses, menjadi rumah sakit yang bisa menyembuhkan, dan menjadi sistem yang bisa dipercaya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sumber Kegaduhan Nasional Itu Bernama Jokowi

Next Post

Umat Rumput Kering

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Umat Rumput Kering

Umat Rumput Kering

Kali Ini Jokowi yang Mefitnah

Kali Ini Jokowi yang Mefitnah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist