• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Sumber Kegaduhan Nasional Itu Bernama Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
July 28, 2025
in Crime, Feature
0
KEJAHATAN NEGARA DILAKUKAN OLEH JOKOWI – DILANJUTKAN OLEH PRESIDEN PRABOWO
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis — Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Sejak menjabat sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi kerap dituding kerap melontarkan pernyataan yang berbalik arah atau terbukti tidak konsisten. Bahkan, atas dasar deretan kebohongan yang dinilai sistematis, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggugat Jokowi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2021 dengan gugatan Perbuatan Melawan Hukum. Salah satu petitumnya menyatakan bahwa “Jokowi patut diberhentikan dari jabatannya” akibat 66 kebohongan publik. Kala itu, Fadli Zon bahkan menyebut bahwa kebohongan Jokowi telah melewati angka 100.

Dari perspektif hukum, kegaduhan yang merebak di ruang publik bukan semata hasil dari dinamika politik oposisi, namun justru berakar dari sikap inkonsisten dan tertutup Jokowi sendiri, terutama terkait polemik ijazahnya. Berikut sejumlah fakta hukum dan kronologi yang memperkuat asumsi bahwa “kegaduhan dimulai dari Jokowi sendiri”:

  1. Pada 2022–2023, dalam persidangan perkara pidana TDW-BTM dan Gus Nur di PN Surakarta, Jokowi enggan menunjukkan ijazah asli S1-nya. Bahkan ijazah SD, SMP, dan SMA yang diberikan hanya berupa fotokopi legalisir;
  2. Akibatnya, pada 2024, TPUA kembali menggugat Jokowi di PN Jakarta Pusat. Dalam proses mediasi, pihak penggugat menyampaikan tawaran damai: jika Jokowi bersedia menunjukkan ijazah asli S1-nya di hadapan hakim, gugatan akan dicabut. Namun Jokowi tetap menolak;
  3. Karena penolakan tersebut, TPUA melanjutkan upaya hukum dengan melaporkan Jokowi ke DUMAS Bareskrim Mabes Polri pada 9 Desember 2024. Hingga kini, Jokowi belum memenuhi permintaan Bareskrim untuk memperlihatkan ijazah aslinya;
  4. Bahkan saat kunjungan silaturahmi TPUA ke kediaman Jokowi di Solo pada 16 April 2025, Jokowi tetap bersikap ambigu. Ia hanya berujar bahwa ijazah asli S1-nya akan ditunjukkan di pengadilan, bukan di luar forum tersebut;
  5. Meski belakangan beredar informasi bahwa penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya telah menyita ijazah asli melalui Polresta Surakarta, tindakan itu justru menimbulkan polemik baru karena dilakukan setelah keluarnya SP2HP yang menyatakan bahwa penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan, padahal belum memenuhi prinsip due process of law menurut KUHAP.

Dari sini tampak jelas, bahwa Jokowi bukan hanya menyulitkan publik untuk memperoleh transparansi, namun juga diduga mempersulit aparat penegak hukum dan lembaga peradilan untuk mendapatkan kejelasan legal formal terkait status pendidikan dirinya sebagai pejabat publik.

Akibat manuver yang terkesan menutup-nutupi ini, muncul reaksi keras dari berbagai kalangan. Laporan pidana kepada aktivis-aktivis pengkritik ijazah Jokowi bertambah, termasuk salah satunya terhadap Dr. Eggi Sudjana, yang justru kini mendapat dukungan dari Forum Diaspora Indonesia (FDI) untuk membawa kasus ini ke lembaga HAM internasional melalui perwakilan mereka di London, Inggris.

Dengan semua fakta ini, publik berhak bertanya: apakah kegaduhan yang terus mencuat ini benar berasal dari pihak yang mempertanyakan, atau justru dari Jokowi sendiri yang bersikukuh menyembunyikan sesuatu yang seharusnya mudah dibuktikan?

Jika memang tidak ada masalah dengan ijazah asli, mengapa tidak ditunjukkan sejak awal?

Fakta-fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa Jokowi telah mempraktikkan gaya kepemimpinan yang ambivalen, abai terhadap janji, dan bahkan beraroma arogan, baik saat menjabat sebagai Presiden maupun saat ini sebagai pejabat publik di lingkungan BUMN (PT Danantara).


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi itu sedang “Inimicos Crescit” – Membangun Musuh

Next Post

Omonokrasi Adalah Regim Yang Alergi Terhadap Kritik

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Omonokrasi Adalah Regim Yang Alergi Terhadap Kritik

Umat Rumput Kering

Umat Rumput Kering

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...