• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pak Luhut dan Tafsir “Indonesia Baik-Baik Saja”

fusilat by fusilat
September 25, 2022
in Feature
0
Polda Metro Beber Alasan Tolak Laporan Dugaan Gratifikasi Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. [Istimewa]

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Widdy Apriandi

Jakarta – Di laman detikcom, Rabu (7/9) lalu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengomentari aksi massa terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Ada beberapa poin yang saya kira menarik. Pertama, ia mengklaim bahwa banyak pendemo yang adalah “orang tidak jelas”. Kedua, terhadap suara kritis rakyat, ia menimpali bahwa banyak yang sesungguhnya tidak tahu masalah.

Untuk mendukung pernyataan, Pak Luhut menyampaikan data-data makro yang berujung kesimpulan bahwa “Indonesia baik-baik saja”. Mulai dari pertumbuhan ekonomi kuartal III yang potensial sampai di angka 6%. Lalu, tingkat pengangguran yang ia prediksi menurun. Hingga, yang paling mantap, adalah jawaban atas asumsi yang beredar seputar Indonesia (menuju) bangkrut. Soal ini, ia jawab tegas, “Mau bangkrut? Mau bangkrut dari mana? Kita mana ada orang kelaparan? (Karena) Dana Desa sudah Rp 476 triliun itu diberikan selama 7 tahun terakhir.”

Pak Luhut, sebagai yang-tahu-masalah, tak luput memberi paham soal alasan di balik keputusan kenaikan harga BBM. Ia katakan, substansinya adalah soal alokasi subsidi BBM yang bakal membengkak. Alokasi subsidi dan kompensasi yang sekarang mencapai Rp 502,4 triliun bisa membengkak hingga Rp 600 triliun. Sehingga, penting menaikkan harga BBM agar penggunaan subsidi dapat ditekan dan direalokasi untuk kebutuhan lain.

Indikator Makro adalah Petanda, Bukan Kesimpulan

Pak Luhut tentu sah-sah saja berkomentar, lebih khusus sebagai ekspresi berdemokrasi. Tetapi, mestinya sah juga bila komentar beliau ditempatkan sebagai diskursus–tanpa embel-embel predikat “tahu masalah”. Bila begitu halnya, ada beberapa soal yang hendak saya kemukakan. Pertama, bahwa indikator makro-ekonomi yang disampaikan Pak Luhut semata adalah petanda (signifier). Bahwa ia berguna untuk menandai situasi/fenomena, kita sepakat: ya.
Advertisement

Tetapi, jika indikator tersebut diposisikan sebagai kesimpulan (apalagi dinilai final) untuk menjustifikasi situasi/fenomena, maka hemat saya: tidak. Tergesa-gesa rasanya jika menganggap indikator-indikator makro merefleksikan secara ajeg bahwa situasi/fenomena yang berkembang baik-baik saja.

Dalam hal ini, gagasan Mappadjantji Amien dalam Kemandirian Lokal (2005) bisa jadi pertimbangan. Ia mengulas, paradigma modernisasi seringkali mereduksi fenomena. Termasuk di aspek ekonomi. Perekonomian direduksi ke dalam ‘wujud’ pertumbuhan yang dinyatakan dengan angka-angka. Padahal, angka-angka yang dihadirkan tidak serta-merta menggambarkan kondisi sesungguhnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pertumbuhan yang menjadi ‘napas’ modernisasi kerap mengabaikan problematika yang juga mendasar, yaitu kesenjangan ekonomi. Ekstremnya, kesenjangan ekonomi tidak menjadi soal selagi ada progres pertumbuhan. Hal inilah yang menjadi entry point kritik terhadap paradigma pertumbuhan, yaitu belum tentu pertumbuhan ekonomi menggambarkan kondisi ekonomi aktual secara linear.

Jadi, kita jelas bersyukur bahwa ada gelagat membaiknya perekonomian nasional. Tapi, tidak bijak juga bila indikator makro ditempatkan sebagai ‘navigasi’ satu-satunya –tanpa menggali lebih dalam lagi.

Data Presisi sebagai Kunci

Seberapa tepat fenomena dipotret dan/atau diterjemahkan? Jawabannya: bergantung data yang dijadikan dasar analisis. Jika data yang ada berkualitas baik, maka analisisnya pun baik. Begitu pun sebaliknya.

Sofyan Sjaf dalam Data Desa Presisi (2020) menekankan urgensi data dalam aksi pembangunan. Menurutnya, tanpa data yang solid, maka yang terbentuk adalah pseudo data. Data kira-kira. Lebih parah lagi, data bohong.

Problematika krusial ini terbukti kontras pada kasus subsidi BBM. Sebesar 70% pengguna BBM bersubsidi disebut-sebut justru bukan orang yang berhak alias kelas non-subsidi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jelas karena data yang ‘lembek’ atau kabur. Dari situ, tidak mengherankan jika tata kelola subsidi sampai di tingkat teknis berantakan. Hingga, pada puncaknya, muncul tafsir hegemonik: subsidi BBM membengkak!

Dengan demikian, jika agenda yang dituju adalah menekan anggaran subsidi, maka kenaikan harga BBM pada prinsipnya bukan solusi strategis. Alih-alih, yang perlu segera dilakukan adalah membenahi data sepresisi mungkin agar kebijakan yang diputuskan pun tepat sasaran.

Urgensi ketersediaan data presisi tidak bisa lagi ditawar. Kecuali, kita melulu menghendaki pola berulang dengan ujung yang sama: anggaran bengkak, ‘bocor’, dan lalu publik yang berhak jadi korban kebijakan.

Widdy Apriandi mahasiswa Pascasarjana IPB University, pegiat Merdesa Cendekia Muda Bogor

Dikutip detik.com Senin 19 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ferdy Sambo Dinilai Mustahil Bebas Dari Jeratan Hukum, Benarkah?

Next Post

Melarang Politik Identitas Sama Artinya Menghapus Bhineka Tunggal Ika

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
10 Peta Jalan Menyelamatkan Masa Depan Indonesia

Melarang Politik Identitas Sama Artinya Menghapus Bhineka Tunggal Ika

Diancam, Partai Demokrat dan Lukas Enembe Oleh Orang Mengaku Utusan Jokowi, Seperti Apa?

Diancam, Partai Demokrat dan Lukas Enembe Oleh Orang Mengaku Utusan Jokowi, Seperti Apa?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist