• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

Pakar Hukum UGM Minta UGM dan Semua Sivitas Akademika Lakukan Refleksi Diri Terkait Jokowi.

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
February 1, 2024
in Politik
0
Pakar Hukum UGM Minta UGM dan Semua Sivitas Akademika Lakukan Refleksi Diri Terkait Jokowi.

Sivitas akademika UGM yang terdiri dari guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni berkumpul di Balairung UGM, Rabu (31/1/2024) sore. Mereka mengingatkan Presiden Jokowi yang dinilai keluar jalur, lewat Petisi Bulaksumur. Foto: krjogja.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Saya melihat reinkarnasi Amangkurat I (Raja Mataram yang haus kekuasaan) dalam diri Jokowi. Dengan segala tingkat dan perilakunya, Jokowi tampaknya sangat takut kehilangan kekuasaan. Tapi Gadjah Mada (UGM) akhirnya bangkit, nglilir (terbangun) untuk melawan. Terima kasih,” kata Gielbran.

Yogyakarta – Fusilatnews – Dalam diskusi Mimbar Akademik dengan tajuk : Menjaga Kemurnian Demokrasi di Ruang Senat UGM yang dilaksanakan sebelum acara pembacaan petisi di Balairung UGM, Rabu, (31/1/2024) .

Pakar Hukum Tata Negara Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada atau UGM Zainal Arifin Mochtar meminta UGM beserta semua sivitas akademikanya melakukan refleksi diri.

UGM sebagai universitas yang melahirkan Joko Widodo atau Jokowi sebagai alumni, UGM dinilai mengambil posisi sebagai pendukungnya saat menjadi Presiden dengan segala keinginannya.

“Kadar keimanan UGM kepada Pak Jokowi ketinggian. Di mana UGM ketika UU KPK dihancurkan? Di mana UGM ketika UU Cipta Kerja dibuat serampangan? Di mana UGM ketika UU Minerba dihancurkan?” kata Zainal saat menjadi salah satu di Ruang Senat UGM sebelum acara pembacaan petisi di Balairung UGM, Rabu,

Sementara banyak ahli yang bicara sistem presidensiil menyatakan, bahwa jika kekuasan, dalam hal ini adalah presiden, apabila didukung terlalu kuat, maka godaan otoriternya menjadi sangat tinggi

“Itu sangat berbahaya dalam sistem presidensil. Dan apa yang terjadi sekarang menurut saya adalah buah dari cara kami memperlakukan (Jokowi) selama ini,” kata Zainal.

Sementara untuk melakukan ‘pertobatan’, Zainal menawarkan tiga langkah terkait posisi dan sikap UGM di hadapan kekuasaan.

Pertama, UGM harus melakukan refleksi. Kedua, UGM harus mengirim sinyal kuat, keras dan tepat atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dengan tak lagi sekadar menyampaikan imbauan kepada Presiden. Semisal, terkait netralitas KPU, aparat TNI dan Polri, maupun Presiden. Zainal minta UGM untuk bertindak tegas kepada Jokowi.

“Jangan lagi ganggu aparat TNI dan Polri. UU mengatakan mereka netral. Jadi biarkan mereka netral, jangan dipolitisasi. Bansos jangan dipolitisasi, itu uang rakyat. UGM harus ada penekanan, Pak Jokowi, Anda lahir dari nuansa UGM, Pancasila dan demokrasi. Bertindaklah secara Pancasila dan demokrasi. Kalau tidak, kami akan melawan,” ujar Zainal dengan nada tegas.

Dalam diskusi itu mantan Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono mengatakan bahwa jati diri UGM adalah sebagai universitas nasional, perjuangan, Pancasila, kerakyatan dan pusat kebudayaan. Sementara nilai-nilai dasar UGM meliputi nilai-nilai Pancasila, keilmuan, dan kebudayaan.

Sedangkan apabila sekadar imbauan, sudah banyak dilakukan. Persoalannya, keinginan bersikap netral dari para pihak tersebut dinilai Zainal, kurang.

“Imbauan itu tidak akan didengar. Imbauan seperti menunggu godot, berharap Presiden minta maaf kepada rakyat Indonesia dan bertobat,” ucap Zainal.

Ketiga, dalam Pemilihan Presiden 2024 ini, UGM harus mengerahkan sivitas akademikanya untuk menjadi pemantau Pemilu. Seperti mengerahkan mahasiswa Kuiah Kerja Nyata (KKN), maupun para alumni yang bergabung dalam Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama).

“Karena gejala kecurangaan (pilpres) tinggi sekali,” imbuh Zainal.

Keempat, posisi UGM harus kembali di tengah. Artinya, saat berhadapan dengan kekuasaan, UGM sebagai universitas harus tetap dalam wilayah kritis, intelektual, ilmiah, mengedepankan nilai-nilai yang diakui negara. Tidak pragmatis mendukung paslon.

“Siapa pun yang terpilih jadi presiden, UGM harus di tengah. Supaya nanti tidak wagu dan tidak lucu. Dulu UGM mendukung, tiba-tiba sekarang teriak demokrasi,” kata Zainal.

Sementara itu, dosen Ilmu Politik UGM, Abdul Gaffar Karim mengajak kampus itu untuk kembali pada civil society. Bahwa tugas UGM bukan membenarkan kekuasaan, tetapi mengawasi kekuasaan. Sebab demokrasi tak bisa diberikan kepada penguasa. Demokrasi bisa hidup apabila diawasi oleh rakyat.

“Sementara dosa UGM hampir 10 tahun ini adalah menghilangkan oposisi di Indonesia. UGM mendukung kekuasaan yang tidak terkontrol. Jadi yang harus dilakukan, UGM berhenti membenarkan kekuasaan, siapa pun itu. Meskipun nanti Presiden adalah alumni UGM,” ujar Gaffar.

Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor yang pernah menyatkan Jokowi sebagai alumni UGM yang memalukan dalam paparannya menyatakan syukur atas gelaran forum Mimbar Akademik itu. Forum yang membuahkan Petisi Bulaksumur untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.

“Saya melihat reinkarnasi Amangkurat I (Raja Mataram yang haus kekuasaan) dalam diri Jokowi. Dengan segala tingkat dan perilakunya, Jokowi tampaknya sangat takut kehilangan kekuasaan. Tapi Gadjah Mada (UGM) akhirnya bangkit, nglilir (terbangun) untuk melawan. Terima kasih,” kata Gielbran.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gugatan di MK Untungkan Gibran, Almas Tsaqibbirru Rugi Rp 10 Juta. Gugat Perdata Gibran. Sehari Setelah Coblosan, Sidang Digelar

Next Post

Kritik untuk Prabowo: Lebih Baik Buat Air Minum dan Sanitasi Daripada Danai Program Makan Siang Gratis

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat
News

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Next Post
Kritik untuk Prabowo: Lebih Baik Buat Air Minum dan Sanitasi Daripada Danai Program Makan Siang Gratis

Kritik untuk Prabowo: Lebih Baik Buat Air Minum dan Sanitasi Daripada Danai Program Makan Siang Gratis

9 Orang Termasuk Wisman China Sempat Terjebak Dalam “Banjir Lahar di Tumpak Sewu Lumajang,

9 Orang Termasuk Wisman China Sempat Terjebak Dalam "Banjir Lahar di Tumpak Sewu Lumajang,

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist