• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pancasila: Lima Butir yang Tak Cukup Menyatukan Mantan Tiga Presiden

Ali Syarief by Ali Syarief
June 2, 2025
in Feature, Politik
0
Presiden Club – “Bukan Forum Curhat-curhatan”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada yang ganjil dari suasana peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni kemarin. Ganjil tapi tidak mengejutkan—sebuah paradoks yang hanya bisa lahir di republik yang katanya berdiri di atas dasar-dasar kebijaksanaan dalam permusyawaratan. Presiden Prabowo hadir dan berbicara. Pidatonya singkat dan penuh harapan, seperti biasanya. Namun dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, hanya muncul lewat unggahan media sosial. Tak sepatah kata secara langsung, tak selembar tatap muka, bahkan tak setengah menit duduk berdampingan.

Sunyi. Seperti senyapnya sila keempat dalam sidang-sidang DPR.

Apakah ini hanya persoalan jadwal? Ataukah, jangan-jangan, ini cerminan dari sebuah kenyataan getir: Pancasila tidak lagi menjadi rumah bersama para mantan pemimpin negeri ini?

Sukar untuk tidak curiga bahwa yang tidak hadir bukan hanya dua orang, tapi juga semangat yang konon diwariskan oleh pendiri bangsa: gotong royong, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa—dan satu panggung peringatan, setahun sekali. Jika Pancasila sungguh mempersatukan, mengapa ia tak mampu menyatukan ketiganya duduk bersisian, setidaknya demi simbol persatuan itu sendiri?

Bayangkan sejenak: Pancasila, berdiri gagah di podium, menatap kursi kosong. Ia mungkin berkata dalam hati: “Apakah aku ini hanya jargon di pidato, pasal dalam UUD, dan mural di dinding sekolah?”

Sementara itu, di dunia nyata, SBY mungkin sibuk merenungi posisinya sebagai mantan jenderal yang kini lebih sering bersuara lewat puisi digital. Jokowi pun barangkali lebih sibuk terpojok oleh tuduhan ijazah palsu dari seantero publik yang penasaran: mengapa ijazahnya tak pernah diperlihatkan, bahkan dalam era keterbukaan yang ia sendiri gembar-gemborkan? Dua mantan presiden itu seolah lebih nyaman di balik layar twit, ketimbang bersalaman simbolik di hadapan rakyat yang mereka dulu pimpin.

Bukankah Pancasila seharusnya menjadi panggilan jiwa, bukan sekadar konten media sosial?

Ironi ini sempurna. Peringatan yang bertujuan memperingati persatuan justru menjadi panggung yang menunjukkan betapa persatuan itu rapuh, bahkan di antara para negarawan teratas. Apakah mereka segan datang karena ada luka lama? Atau karena belum bisa menerima arah baru? Atau sekadar karena panggung Prabowo bukan panggung mereka?

Tak ada yang tahu pasti, sebab tidak ada yang mau bicara.

Tapi rakyat paham. Dalam diam, mereka melihat bahwa peringatan Pancasila hanya menjadi ritual tahunan, bukan perenungan kolektif. Sila demi sila dibaca dengan fasih, tapi tak pernah dipertemukan dalam tindakan. Yang bersatu hanya teks pidato, bukan para pemiliknya.

Pancasila memang lima. Tapi jika tak satu pun cukup untuk menyatukan tiga pemimpin bangsa, mungkin sudah waktunya kita bertanya ulang: Pancasila ini milik siapa?

Sebab kalau benar Pancasila tidak mampu mempertemukan Jokowi, SBY, dan Prabowo di hari kelahirannya sendiri, maka yang absen bukan cuma dua orang, melainkan juga harapan kita bahwa ideologi ini masih hidup dan bernapas di kalangan elite.

Atau barangkali Pancasila hanya berlaku untuk rakyat jelata: agar tetap rukun dalam antrean bansos dan cicilan KUR.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DAMAI HARI LUBIS: “HANYA S-1 AJA KOK DIPERMASALAHKAN?” – Deflective Reasoning

Next Post

Job Fair Offline Itu Politicking

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Anak Muda, Generasi Phi, dan Sandwich

Job Fair Offline Itu Politicking

Nadiem Punya Tim 400 Orang di Luar Kemendikbud, WowĀ Buat Apa?

Selangkah Lagi, Nadiem!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...