• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

DAMAI HARI LUBIS: “HANYA S-1 AJA KOK DIPERMASALAHKAN?” – Deflective Reasoning

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 2, 2025
in Feature, Politik
0
Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pagi itu, langit Jakarta tak lebih kelabu dari nurani publik yang terusik oleh pernyataan Joko Widodo. Di rumahnya di Solo, ia berkata dengan gaya santainya yang khas: “Hanya S-1 aja kok dipermasalahkan, kecuali S-2 atau S-3.”

Pernyataan itu sontak mengundang gelombang pertanyaan. Apa arti kalimat itu? Apakah ini bentuk pembelaan, pelecehan terhadap pentingnya pendidikan tinggi, atau justru semacam kejujuran politik? Untuk itu, wartawan kami, Fusilat, menyambangi Damai Hari Lubis — pengacara yang dikenal kritis terhadap kekuasaan.

Fusilat
Pak Damai, Anda sudah mendengar pernyataan Jokowi di Solo soal ijazah S-1 yang dipertanyakan. Beliau bilang: “Hanya S-1 aja kok dipermasalahkan, kecuali S-2 atau S-3.” Bagaimana Anda membacanya?

Damai Hari Lubis
Saya justru melihat ini sebagai pengakuan terselubung. Di dalam ilmu logika, ini bisa disebut sebagai deflective reasoning — mengalihkan persoalan dengan menyederhanakan substansi. Padahal, justru ijazah S-1 itulah yang menjadi dasar legal untuk pencalonan presiden. Mengapa malah dianggap remeh?

Fusilat
Apakah Anda menyimpulkan ada upaya melecehkan nalar publik?

Damai
Saya tak ingin langsung menuduh, tapi begini: dalam negara hukum, bukti administrasi seperti ijazah adalah alat ukur legalitas. Kalau Presiden bilang, “Hanya S-1 aja kok,” itu seperti seseorang berkata, “Hanya SIM C aja kok, bukan SIM A.” Padahal yang dibutuhkan untuk mengendarai motor ya SIM C, bukan A.

Fusilat
Tapi bukankah Jokowi pernah mengatakan bahwa dia kuliah di UGM, lulus, dan tidak ada masalah dengan ijazahnya?

Damai
Pernyataan semacam itu adalah testimoni pribadi. Yang dipersoalkan adalah bukti formal dan forensik. Jika memang benar dan otentik, mestinya bisa diselesaikan di pengadilan dengan keterbukaan — bukan dengan celotehan di beranda rumah. Kenapa setiap kali isu ini muncul, istana hanya menjawab dengan emosi dan retorika, bukan dokumen?

Fusilat
Sebagian kalangan menilai ini hanya ulah orang-orang yang tak puas dengan kekuasaan Jokowi…

Damai
Tuduhan seperti itu juga bagian dari pengaburan substansi. Dalam demokrasi, setiap warga negara punya hak untuk bertanya. Kalau pertanyaan soal legalitas dijawab dengan kemarahan, itu mencerminkan mentalitas otoriter. Dan kita semua tahu, kebenaran tak akan takut diuji.

Fusilat
Kalau pernyataan “Hanya S-1 aja kok…” itu disampaikan dua kali, apakah ini bisa diartikan sebagai sinyal psikologis?

Damai
Saya kira ini penting dicatat. Dalam ilmu psikologi forensik, pengulangan bisa menjadi bentuk penekanan atau pembelaan bawah sadar. Mungkin Presiden ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua baik-baik saja. Tapi dalam politik dan hukum, kita butuh fakta, bukan sugesti.

Fusilat
Jadi, apa sebaiknya yang dilakukan publik?

Damai
Publik harus tetap kritis, namun dengan etika. Minta transparansi, bukan caci maki. Sebab kebenaran — sebagaimana ijazah — tak perlu disembunyikan di laci. Bila memang sah, biarkan publik melihatnya tanpa sensor.


Catatan Redaksi:
PernyataanJokowi di Solo yang terdengar enteng itu justru membangkitkan pertanyaan besar: mungkinkah negara ini sedang dipimpin oleh seseorang yang menganggap remeh syarat legalitas formal? Atau mungkin ia hanya lelah ditanya terus soal yang sama? Yang jelas, dalam demokrasi, jawaban tidak boleh berupa kelakar.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Pemerintah Sontoloyo”: Ketika Aparat Membungkam Kebenaran dan Menista Hukum demi Lindungi Kebohongan

Next Post

Pancasila: Lima Butir yang Tak Cukup Menyatukan Mantan Tiga Presiden

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Presiden Club – “Bukan Forum Curhat-curhatan”

Pancasila: Lima Butir yang Tak Cukup Menyatukan Mantan Tiga Presiden

Anak Muda, Generasi Phi, dan Sandwich

Job Fair Offline Itu Politicking

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist