• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Pasang Mata dan Hati: Melawan Lupa atas Luka Mei ‘98

Ali Syarief by Ali Syarief
June 16, 2025
in Crime, Feature
0
Pasang Mata dan Hati: Melawan Lupa atas Luka Mei ‘98
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Seorang pejabat negara berkata lantang di depan mikrofon: “Tak ada buktinya.” Kalimat itu meluncur ringan, seolah ribuan lembar laporan investigasi, tangis diam para korban, dan jerit perempuan Tionghoa yang diseret keluar dari rumahnya, hanyalah angin lalu.

Ucapan ini bukan sekadar salah tempat. Ia menyayat ulang luka yang belum sembuh. Tragedi Mei 1998 bukan mitos, bukan dongeng politik musiman, bukan karangan relawan jalanan. Ia adalah sejarah kelam negeri ini yang terdokumentasi dengan terang—di bawah logo negara.

Mari kita buka dokumen resmi: Laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan buku Komnas HAM setebal ratusan halaman. Di halaman 107 sampai 169, tertulis dengan rinci soal gelombang kekerasan yang melanda Jakarta dan beberapa kota lain. Penjarahan, pembakaran, pembunuhan, hingga pemerkosaan massal. Bukan satu atau dua, tapi puluhan kasus.

Menurut TGPF, 52 perempuan diperkosa, 14 di antaranya mengalami kekerasan berlapis. Organisasi relawan bahkan mencatat lebih dari 150 korban kekerasan seksual hingga awal Juli 1998. Mayoritas dari mereka adalah perempuan Tionghoa, kelompok minoritas yang menjadi sasaran kebencian rasial. Jakarta menjadi neraka bagi warga sipil yang tak bersenjata, perempuan yang hanya bisa berteriak dalam diam.

Sebagian orang berkilah: “Mana fotonya? Mana rekamannya?” Ini pertanyaan yang menyimpan kekejaman ganda. Mereka menuntut luka dibuka lebar-lebar hanya untuk dipercaya. Mereka lupa bahwa trauma korban tak bisa dijadikan tontonan publik. Banyak dari mereka memilih bungkam, hidup dalam bayang-bayang ancaman dan malu. Negara pun gagal memberi jaminan keamanan untuk bersuara. Bahkan, sebagian dari mereka kini hidup di luar negeri, tak ingin menoleh kembali pada tanah air yang tak melindunginya.

TGPF tak berhenti pada soal jumlah. Laporan itu menegaskan bahwa kerusuhan dilakukan secara brutal, terorganisasi, dan oleh pelaku yang terlatih. Ada indikasi kuat keterlibatan unsur militer atau pihak yang memiliki kemampuan militer. Ini bukan spekulasi, tapi simpulan yang ditulis dengan tinta resmi, ditandatangani oleh tim pencari fakta lintas elemen.

Maka, bila ada pejabat hari ini menyatakan tidak ada buktinya, kita patut bertanya: Apakah ia buta huruf, atau sedang bermain peran dalam panggung pelupaan nasional? Kalimat itu bukan hanya menyesatkan, tapi juga mencederai rasa keadilan. Ia mencabut paksa pengakuan negara atas luka kolektif bangsanya sendiri.

Kini, dua dekade lebih telah berlalu. Banyak dari pelaku masih bebas. Sebagian justru menanjak karier politiknya. Sementara para korban—mereka yang bertahan hidup—menjadi saksi bisu dari negara yang amnesia. Kita semua hidup di negeri yang gemar membangun tugu, tetapi tak pernah selesai mengakui kesalahan.

Pasang mata, pasang hati. Tragedi ini bukan hanya soal masa lalu. Ini tentang keberanian kita melihat wajah sendiri di cermin sejarah—apakah kita bangsa yang belajar, atau bangsa yang tega menghapus nama korban dari lembaran buku pelajaran.

Luka ini belum sembuh. Dan ia tak akan pernah sembuh jika kita terus membiarkan orang-orang yang seharusnya meminta maaf malah sibuk menyangkal kenyataan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

EMPAT PULAU DAN DUA GUBERNUR

Next Post

Ketika Sejarah Dimutilasi dari Luka Perempuan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Ketika Sejarah Dimutilasi dari Luka Perempuan

Ketika Sejarah Dimutilasi dari Luka Perempuan

Negara Pelaku Keonaran

Negara Pelaku Keonaran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist