Jakarta FusilatNews – Menteri Koordinator Politik dan keamanan Makhfud MD mengatakan pemerintah akan membentuk tim pencari fakta independen yang akan mencakup akademisi dan ahli serta pejabat pemerintah untuk menyelidiki apa yang terjadi.
Pemerintah telah meminta kepolisian itu untuk mengidentifikasi dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kerusuhan di stadion sepak bola yang telah menewaskan 125 orang, termasuk tujuh belas anak-anak.
Kemarahan semakin meningkat atas tragedi Sabtu malam, salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola. Lebih dari 320 orang terluka dalam uyel-uyelan didalam stadion Kanjuruan di kota Malang, setelah petugas menembakkan gas air mata di stadion yang penuh sesak untuk mengendalikan para pendukung fanatik yang membanjiri lapangan.
“Kami meminta Polri untuk menemukan pelaku yang telah melakukan kejahatan dalam beberapa hari ke depan,” kata Menko Polkam Mahfud MD dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Senin ( (3/11), tanpa merinci siapa yang dia maksud.
“Kami meminta mereka untuk mengungkap siapa yang melakukan kejahatan dan tindakan yang harus diambil terhadap mereka dan kami juga berharap Polri akan mengevaluasi prosedur keamanan mereka,” tambahnya, mengumumkan satuan tugas untuk penyelidikan telah dibentuk.
Mahfud mengatakan, satgas tersebut akan dipilih dalam 24 jam ke depan dan akan terdiri dari pejabat pemerintah, analis, perwakilan kementerian, pejabat organisasi sepakbola, akademisi, dan awak media.
Dia mengatakan pihak berwenang akan mengumumkan hasil penyelidikan sesegera mungkin. “Diperkirakan tugas itu bisa selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan,” katanya.
Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan penyelidikan atas insiden tersebut, tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan itu harus independen dan petugas harus bertanggung jawab karena menggunakan gas air mata di area terbatas.
“Kami meminta pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan cepat, menyeluruh, dan independen terhadap penggunaan gas air mata di stadion dan memastikan bahwa mereka yang terbukti melakukan pelanggaran diadili di pengadilan terbuka,” kata Amnesty International dalam sebuah pernyataan.
“Hilangnya nyawa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.”

























