• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pemilu 2024 Diatur Oligarki, 110 Triliun Buat Capres Boneka

fusilat by fusilat
July 11, 2022
in Feature
0
Pemilu 2024 Diatur Oligarki, 110 Triliun Buat Capres Boneka

Pemerhati Sejarah, Arief Gunawan/Net

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ARIEF GUNAWAN

BUNG Hatta melakukan rangkaian kampanye pemilu adil dan bersih. Pagi hari tepat saat pelaksanaan Pemilu 1955, tanggal 29 September, seperti dimuat koran Indonesia Raya, Bung Hatta berkata: “Jangan mau ditakut-takuti, datanglah memilih dengan hati yang tenang. Tusuk tanda gambar yang saudara sukai, dan jangan katakan pada orang lain. Gunakanlah hak memilih anggota DPR yang akan datang itu dengan memilih orang yang dapat saudara percaya untuk memikul tanggungjawab yang tidak ringan itu…”.

Pemilu 1955 yang dipuji oleh banyak kalangan karena dinilai demokratis ternyata tak luput dari beberapa insiden. Meski skala insiden yang terjadi tergolong minimal bila dibandingkan Pemilu 2019 yang banyak memakan korban nyawa wong cilik dan menyisakan pembelahan di masyarakat.

Buku “Sejarah Pemilu yang Dihilangkan: Pemilihan Umum dalam Kemelut Politik Indonesia Tahun 1950-an” yang ditulis Faishal Hilmy Maulida, antara lain melaporkan peristiwa tertangkapnya pemilih yang dua kali mencoblos di Wonosari, Jogja, pencurian surat suara yang dilakukan petugas keamanan percetakan negara, tewasnya seorang warga keturunan Tionghoa bernama Theng Thong Lien saat antre mencoblos akibat peluru nyasar polisi yang lupa mengunci senapan, hingga kendala distribusi yang menyebabkan pemilu di sejumlah daerah tak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Pemungutan suara yang dilakukan pada 29 September ini dapat terselenggara di sekurang-kurangnya 85 persen dari lebih kurang 95. 532 TPS, dan diselesaikan seluruhnya pada 29 November 1955.

Dilaporkan, lebih dari 39 juta orang Indonesia datang ke TPS.

Sebanyak 37.785.299 atau 87, 65 persen dari 43.104 orang yang terdaftar sebagai pemilih memberikan suara secara sah.

Pelaksanaan pemilu ini berlangsung dalam suasana perekonomian yang morat-marit, dimana harga-harga kebutuhan seperti minyak tanah, gula pasir, garam, beras, dan sayuran, melambung tinggi.

Situasi ini tak urung mengundang protes keras dari partai-partai politik kepada pemerintah pada masa itu supaya segera menurunkan harga-harga.

Secara anggaran Pemilu 1955 juga cukup berat, karena sebelumnya, pada bulan April 1955, diselenggarakan pula Konferensi Asia-Afrika. Sebuah perhelatan internasional dengan biaya besar.

Di sisi lain situasi sosial pada masa itu tidak pula cukup kondusif, dimana di beberapa daerah mulai muncul bibit-bibit ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat.

Tingginya tingkat buta huruf di masyarakat juga merupakan persoalan tersendiri.

Yang cukup melegakan dibolehkannya TNI/Polri untuk ikut memilih dan dipilih ternyata tak sampai mengundang konflik.

Selain itu tidak ada pula laporan bahwa kotak suaranya dibikin dari kardus dengan cara digembok dan anggota KPU-nya korupsi!

Apa sebab Pemilu 1955 dinilai berhasil?

Sebabnya karena animo masyarakat yang baru 10 tahun menghirup udara kemerdekaan terhadap demokrasi sedemikian tinggi.

Bagi para penyelenggara negara pada masa itu pemilu ini adalah perwujudan janji dari rencana semula yang akan dilaksanakan pada tahun 1946.

Pemilu 1955 adalah yang pertama dan terakhir di era Orde Lama karena Pemilu 1959 yang dijanjikan gagal dilaksanakan. Sukarno memberlakukan Dekrit, 5 Juli 1959, dan menjalani Demokrasi Terpimpin (sampai tahun 1965) dengan membubarkan semua hasil Pemilu 1955.

Bila Pemilu 1955 menyisakan bonae memoriae (ingatan baik), maka Pemilu 2019 mewarisi memoria passionis, yaitu ingatan buruk akibat peristiwa-peristiwa pahit, duka cita, dan lumuran darah di dalamnya, yang menyebabkan trauma berkepanjangan dalam diri bangsa ini. Karena petualangan kekuasaan dan kepentingan oligarki demi mempertahankan presiden boneka.

Trauma seperti ini tampaknya berpotensi terulang lagi pada Pemilu 2024 yang akan datang.

Anggaran sebesar Rp 110,4 triliun yang dicanangkan untuk pemilu yang mencakup pilpres dan pilkada serentak merupakan angka yang sangat fantastis di tengah ambruknya perekonomian nasional, maraknya  korupsi, semakin dalamnya ketidakadilan, dan menurunnya indeks demokrasi di negeri ini.

Kwalitas pemimpin seperti apa yang akan didapat oleh mayoritas rakyat dari biaya pemilu yang melonjak sekitar 431 persen dari pemilu sebelumnya itu? Antara lain dengan tetap memakai kotak suara yang dibikin dari kardus yang digembok?

Presiden seperti apa yang akan dihasilkan ketika Mahkamah Konstitusi sampai hari ini masih mempertahankan presidential treshold 20 persen, yang menutup peluang bagi figur berintegritas, memiliki track record berupa prestasi, dan punya kemampuan problem solver, untuk memimpin negeri ini?

Jawabnya: yang akan muncul dari pemilu berbiaya fantastis seperti itu adalah pemimpin-pemimpin boneka dan presiden boneka, yang mengabdi kepada kepentingan oligarki dan bersujud ke Beijing. Persis seperti saat ini.

Bangsa ini akan kembali mengulangi sejarah buruk, terperangkap dalam siklus malapetaka yang tak berkesudahan. Bukankah ungkapan lama juga berkata: hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama?

Apa sebab demikian?

Sebabnya karena sosok-sosok capres saat ini modalnya hanya pencitraan dan naik dari hasil manipulasi lembaga-lembaga survei berbayar dengan modal dari oligarki yang pada gilirannya akan melahirkan utang budi.

Maka lumrah apabila tokoh nasional Dr Rizal Ramli di dalam akun twitter-nya belum lama ini mempertanyakan pula apakah dari pemilu yang demikian akan dihasilkan pemimpin-pemimpin hebat atau hanya pemimpin-pemimpin kelas boneka yang bermodalkan pencitraan berbayar melalui pollsterRp dan mediaRp.

Pertanyaan ini bukan untuk dilamunkan namun sepatutnya menggerakkan kesadaran bahwa bangsa dan negeri ini sedang dalam bahaya nyata, karena berpotensi kembali terperangkap dalam malapetaka yang sama seperti  delapan tahun terakhir ini.

Setengah tubuh bangsa ini ibarat telah masuk ke dalam gigitan naga oligarki, akibat mental budak elite kekuasaannya sendiri. Yang berkuasa seperti raksasa berkaki lempung, dan seperti peribahasa Belanda, praat als een kip zonder kop, berbicara seperti ayam tanpa kepala…

Apakah yang akan dikatakan oleh para mahasiswa tokoh pergerakan Budi Utomo, 114 tahun yang lalu, yang hari lahir organisasinya kita peringati hari ini?

Mereka tentu tidak akan menangis.

Patriot sejati tidak akan menangis di dalam kesedihan, ia hanya menangis pada saat gembira, karena cita-citanya tercapai.

Mereka hanya akan berkata:

Wujudkanlah cita-cita Kebangkitan Nasional saat ini agar menjadi kenyataan! 

Penulis adalah Pemerhati Sejarah

Dikutip Rmol.id Jumat, 20 Mei 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengunjuk rasa Sri Lanka Bersumpah Tidak Akan Berhenti Sampai Presiden & PM mundur

Next Post

Kiamat Mengerikan Dampak Rupiah Tembus Rp 15.000 per Dollar AS

fusilat

fusilat

Related Posts

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?
Feature

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja
Economy

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua
Feature

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026
Next Post
Waspada, Inflasi AS Tertinggi Dalam 40 Tahun

Kiamat Mengerikan Dampak Rupiah Tembus Rp 15.000 per Dollar AS

Idul Adha, Menyembelih Nafsu Kebinatangan

Idul Adha, Menyembelih Nafsu Kebinatangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026
Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama

Yaqut Dirawat di RS Polri, KPK Pantau Ketat Kondisi Kesehatan Mantan Menteri Agama

June 26, 2026
Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

Belajar dari China: Bukan Soal Siapa Lebih Pintar, tetapi Siapa yang Lebih Siap Bekerja

June 26, 2026
Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

Negara Pelihara Penyiksaan atas Nama Perang Lawan Narkoba

June 26, 2026
Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

Menuju Indonesia Bangkrut: Ketika Mahasiswa Menyerukan Reformasi Jilid Kedua

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist