Jakarta, FusilatNews– Untuk mempererat tali kekeluargaan di penghujung tahun, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Akademi Maritim Indonesia (DPP IKALAMI) menggelar Pengajian Bulanan ke-3. Acara yang berlangsung di PT Maritim 86, Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok B/23, Sumur Batu, Jakarta, menghadirkan ustaz Ahmad Kosasih sebagai penceramah.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh tuan rumah, H. Sulistiyono, Direktur PT Maritim 86. “Saya sangat antusias dengan pengajian ini dan merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah. Saya harap acara seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat ukhuwah Islamiah,” ujar Sulistiyono.
Dalam ceramahnya, ustaz Ahmad Kosasih menekankan pentingnya orang tua menjadi teladan dalam membimbing anak-anak memahami dan menjalankan akidah Islam. Ia mengingatkan jamaah agar tegas memisahkan toleransi akidah dengan aspek kemanusiaan. “Jangan tiru gaya hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita harus memprioritaskan ajaran agama dengan menjaga identitas sebagai umat Muslim,” jelasnya.
Toleransi dan Islam Kaffah
Ustaz Ahmad juga menyoroti pentingnya menggunakan kalender Hijriyah dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Islam kaffah. “Menggunakan kalender masehi diperbolehkan dalam aspek kemanusiaan, tetapi kita perlu meningkatkan kesadaran akan penggunaan produk dalam negeri, termasuk kalender Hijriyah,” imbuhnya.
Setelah sesi ceramah, acara dilanjutkan dengan istirahat, salat, makan, dan sesi tanya jawab. Salah satu poin yang diangkat dalam diskusi adalah pentingnya kekhusyukan dalam salat yang terbaik dilakukan di depan Ka’bah.
Kepengurusan Baru DPP IKALAMI
Sekretaris Umum DPP IKALAMI, Sam Jaya, dalam sambutannya mengumumkan kebijakan baru terkait pengelolaan pengajian bulanan. Tim baru yang terdiri dari Amin sebagai koordinator, Jumadi sebagai sekretaris, Yohana sebagai bendahara, serta Mulyadi dan Yuni sebagai humas akan dilantik pada Pengajian Bulanan ke-4 pada 18 Januari 2025. Acara berikutnya akan diadakan di tempat yang sama dengan tuan rumah Capt. Maman M. Mar, SE.
Pengobatan Bekam dan Rukyah
Pengajian ini juga diwarnai layanan pengobatan gratis berupa bekam dan rukyah. Ustaz Okly D. memberikan terapi bekam, sedangkan ustaz Hasanudin dari Pesantren Tahfiz Quran Bani Salam Tangerang memimpin sesi rukyah.
“Bekam membantu mengeluarkan darah kotor, sementara rukyah membantu menyembuhkan penyakit rohani. Pasien sering merasa segar kembali setelah menjalani terapi ini,” ungkap ustaz Hasanudin. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami dan menjalankan rukun Islam untuk keberkahan hidup.
Peserta yang Hadir
Acara ini dihadiri oleh berbagai anggota IKALAMI, termasuk Kopi Fahmi, Aji Siswahyudhy, Ary, Venty, dan Mahdi. Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan antara para anggota dan meningkatkan pemahaman keislaman.






















