• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Penolakan Keluarga Gus Dur atas Gelar Pahlawan Soeharto(Trauma dan Jasa)

fusilat by fusilat
November 13, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Penolakan Keluarga Gus Dur atas Gelar Pahlawan Soeharto(Trauma dan Jasa)
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

HARI Pahlawan tahun ini membawa dua nama yang selama puluhan tahun berada di kutub berlawanan: Soeharto dan Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada keduanya pada 10 November 2025. Bagi sebagian besar masyarakat, penghargaan ini menjadi simbol rekonsiliasi. Namun bagi keluarga Gus Dur, justru menjadi luka baru.

Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur, menyebut penganugerahan kepada Soeharto sebagai “pengkhianatan terhadap semangat reformasi yang menumbangkan rezim otoriter dan korup”. Anita Wahid, putri kedua, lebih personal: “Saya anak Gus Dur. Saya merasakan teror Orde Baru—ancaman pembunuhan, kepala ayam dikirim ke rumah. Trauma itu nyata.”

Pada 1973, Nahdlatul Ulama (NU) dipaksa melebur ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada 1984, Asas Tunggal Pancasila memaksa organisasi massa meninggalkan identitas agama. Kiai-kiai ditangkap, pesantren diawasi intel, dan Gus Dur sendiri menjadi target pengawasan ketat. Korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela serta pelanggaran HAM di Timor Timur, Aceh, dan Tanjung Priok menjadi noda hitam yang sulit dilupakan.

Namun, sejarah tidak pernah hitam-putih. Soeharto juga meninggalkan warisan yang tak terbantahkan: stabilitas ekonomi yang mengangkat Indonesia dari jurang krisis 1966, swasembada pangan 1984, dan infrastruktur yang menjadi fondasi pembangunan modern. Bagi NU, ada “hadiah” yang tak pernah diucapkan terima kasih secara resmi: Kementerian Agama. Sejak 1971, Kemenag menjadi wilayah kekuasaan NU—98 persen jabatan strategis hingga 2025, dengan anggaran Rp70,3 triliun tahun ini. Tanpa stabilitas Orde Baru, NU mungkin tak bertahan pasca-1965.

Gus Dur sendiri pernah mengakui hal ini pada 2007: “Soeharto bodoh, tapi jasa besarnya selamatkan Indonesia dari kekacauan. Tanpa dia, NU nggak ada sekarang.” Ironisnya, Gus Dur juga tak lepas dari cela. Buloggate 2000—penyalahgunaan dana Bulog senilai US$4 juta melalui orang dekatnya—dan Bruneigate (US$2 juta dari Sultan Brunei yang tak dilaporkan) menjadi amunisi politik yang membuatnya dilengserkan MPR pada 2001. Meski Kejaksaan Agung menghentikan penyidikan karena bukti tak cukup, narasi “korupsi” tetap menempel, mirip tuduhan terhadap Soeharto.

Kedua tokoh ini adalah manusia biasa: penuh jasa sekaligus penuh salah. Soeharto membangun ekonomi, tapi juga membungkam kritik. Gus Dur membawa demokrasi, tapi kepemimpinannya chaos dan terbelit skandal. Gelar pahlawan bukanlah stempel “tanpa dosa”, melainkan pengakuan atas kontribusi terukur bagi bangsa.

Penolakan keluarga Gus Dur mungkin wajar—trauma tak bisa dihapus dekrit. Namun, rekonsiliasi nasional membutuhkan lebih dari penolakan satu pihak. Ia butuh pengakuan bersama: bahwa jasa tak menghapus dosa, dan dosa tak menghapus jasa. Seperti kata Gus Dur: “Pahlawan juga manusia. Yang penting kita belajar dari kesalahan mereka.”

Mungkin saatnya kita menulis buku sejarah yang jujur—bukan untuk membenci, tapi untuk memahami. Agar Hari Pahlawan tak lagi menjadi ajang perang narasi, melainkan momen refleksi bersama. (Malika’s Insight 11/11/2024)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

LAWINDO Tegas Bantah Isu ‘7 Organisasi Advokat Diakui Pemerintah’: Klaim Keliru dan Tak Berdasar Hukum

Next Post

Kementerian Agama “Hadiah” Soeharto kepada Nahdlatul Ulama: Ironi Dominasi, Korupsi Sistematis, dan Ketergantungan APBN

fusilat

fusilat

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post
Kementerian Agama “Hadiah” Soeharto kepada Nahdlatul Ulama: Ironi Dominasi, Korupsi Sistematis, dan Ketergantungan APBN

Kementerian Agama “Hadiah” Soeharto kepada Nahdlatul Ulama: Ironi Dominasi, Korupsi Sistematis, dan Ketergantungan APBN

Bukan Hanya 7, PERADI RAYA Tegaskan: Semua Organisasi Advokat Sah dan Mandiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...