• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kementerian Agama “Hadiah” Soeharto kepada Nahdlatul Ulama: Ironi Dominasi, Korupsi Sistematis, dan Ketergantungan APBN

fusilat by fusilat
November 13, 2025
in Economy, Politik
0
Kementerian Agama “Hadiah” Soeharto kepada Nahdlatul Ulama: Ironi Dominasi, Korupsi Sistematis, dan Ketergantungan APBN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Pendahuluan: Kain Lap yang Menjadi Karpet Merah

Pada 7 Februari 2025, di tengah perayaan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, Gus Mus melontarkan kalimat pedas:

“Soeharto lebih jahat dari PKI. Dia memanfaatkan kami, lalu membuang seperti kain lap bekas.”

Narasi ini telah lama menjadi mantra politik NU: korban Orde Baru yang dimarginalkan. Namun, di balik retorika itu, terbentang realitas yang jauh lebih rumit. Sejak 1971, Kementerian Agama (Kemenag)—dulu Departemen Agama—berubah menjadi “karpet merah” senilai Rp70,3 triliun per tahun (APBN 2025), dikuasai hampir sepenuhnya oleh kader NU, tanpa audit independen yang ketat. Artikel ini menelusuri perjalanan “hadiah” Soeharto itu—dari kompensasi politik menjadi mesin korupsi institusional.

  1. Dari Darah 1965 ke Kursi Birokrasi 1971

Pasca-G30S, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi eksekutor utama pembantaian PKI di Jawa Timur. Estimasi korban mencapai 200.000–300.000 jiwa (Cribb, 2001; Melvin, 2018). Darah itu menjadi modal politik. Lima tahun kemudian, pada 1971, Soeharto membayarnya dengan Depag: jabatan 90–98% di tingkat pusat, 31 dari 34 Kepala Kantor Wilayah (91,2%), dan 98% Kepala Kantor di kabupaten/kota—semua berlabel NU. Dominasi ini berlangsung 54 tahun tanpa rotasi berarti. “Hadiah” itu bukan sekadar jabatan; ia adalah akses tak terputus ke APBN.

  1. Qunut: Kata Kunci Masuk

Untuk masuk Kemenag, tes terakhir bukan kompetensi, melainkan soal mazhab. “Bagaimana bacaan qunut?” tanya pewawancara. Jawab “Subḥānaka lā qunūta illā lak” (NU), Anda lolos. Kalo jawab itu “Bid‘ah” (seperti jawaban orang Muhammadiyah/Persis), Anda harus pulang—meski nilai tes 95. Guru madrasah non-NU sering terdampar sebagai honorer selama satu dekade sebelum diangkat, jika pernah. Praktik ini melanggar UUD 1945 dan UU ASN, tetapi berjalan seperti hukum tak tertulis: qunut akhirnya bukan doa, melainkan gatekeeper.

  1. Korupsi yang Mengalir seperti Air Sungai

Dominasi membuka keran korupsi sistemik. Suryadharma Ali (Menag 2009–2014) memark-up biaya haji hingga Rp1,1 triliun—ia dipenjara 10 tahun pada 2016. Yaqut Cholil Qoumas (2020–2025) diduga menciptakan kuota haji fiktif senilai lebih dari Rp1 triliun; asetnya disita Rp26 miliar plus USD1,6 juta. Pada 2023, pejabat eselon II mencuri Rp127 miliar dari bansos PTUN Kemenag.

Sembilan puluh sembilan persen kontraktor BOS madrasah, BOP pesantren, Al-Qur’an, dan katering haji adalah “orang dalam” NU. Laporan BPK 2023–2024 mencatat mark-up 30–45% pada 87% proyek. “Hadiah” Soeharto telah bermetamorfosis: dari kompensasi politik menjadi mesin korupsi yang menggerogoti citra NU dari dalam.

  1. Suara dari Dalam: “Monster yang Kita Pelihara”

Gus Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, terekam pada 2023:

“Kemenag adalah warisan Orde Baru. Kini ia monster. Kami yang menguasai, kami pula yang paling korup. Tanpa pembersihan, NU akan hancur oleh Kemenag, bukan HTI.”

Said Aqil Siroj, mantan Ketum, lebih blak-blakan:

“Kemenag seperti babi yang kita pelihara sendiri, tapi kini menggigit kita.”

Pengakuan ini bukan cercaan musuh—melainkan jeritan dari dalam rumah.

  1. Muhammadiyah: Membesar Tanpa APBN

Sementara NU menikmati APBN, Muhammadiyah memilih jalan lain. Sejak 1971, mereka menolak dana Kemenag. Kini, 2.500 sekolah dan 300 rumah sakit berdiri mandiri—tanpa satu rupiah pun dari BOS atau subsidi haji. Strategi mereka sederhana: “Biar NU pegang Kemenag. Kami bangun institusi bersih. Negara kelak butuh kompetensi, bukan ahli qunut.”

Kesimpulan: Ironi yang Menggigit

NU menangis seolah korban kejahatan Soeharto, tapi selama 58 tahun memegang kunci Kemenag—dan menikmati triliunan rupiah korupsinya. KH Wahab Chasbullah pernah berkata: “Demokrasi adalah pelacur cantik.” Kini, NU menjadi makelar utamanya di sektor agama.

Tanya pada Gus Mus:

Jika Soeharto benar-benar membuang NU seperti kain lap, mengapa kalian masih duduk di atas karpet merah senilai Rp70 triliun per tahun?

Doa kyai grassroot, di kampung-kampung setiap malam—dari wawancara lapangan 2024—adalah:

“Ya Allah, selamatkan NU dari Kemenag… sebelum Kemenag menghancurkan NU.”

Tanpa reformasi struktural berupa rotasi jabatan, audit independen, dan penghapusan qunut test, dalam satu dekade nama NU berisiko tereduksi menjadi sinonim korupsi sektoral—bukan organisasi keagamaan terbesar di dunia .(Malika’s Insight 12/11/2025).

Sumber: Laporan BPK 2023–2024, putusan KPK, data internal PGRI-Muhammadiyah 2024, rekaman bocor PBNU 2023, wawancara lapangan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penolakan Keluarga Gus Dur atas Gelar Pahlawan Soeharto(Trauma dan Jasa)

Next Post

Bukan Hanya 7, PERADI RAYA Tegaskan: Semua Organisasi Advokat Sah dan Mandiri

fusilat

fusilat

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Feature

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
Next Post

Bukan Hanya 7, PERADI RAYA Tegaskan: Semua Organisasi Advokat Sah dan Mandiri

RASIONALISASI KERETA CEPAT: MUNGKINKAH?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...