• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perkawinan Politik Jokowi dan Prabowo: Membuka Sejarah, Menyingkap Kepentingan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 28, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Perjalanan politik Indonesia pasca-Reformasi telah diwarnai oleh dinamika persaingan dan persekutuan yang kerap kali mengejutkan publik. Salah satu yang paling mencolok adalah transformasi hubungan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto—dari lawan politik sengit dalam dua kali Pilpres, menjadi mitra strategis dalam lingkar kekuasaan.

Untuk memahami pilihan politik ini secara jernih, penting untuk membuka sejarah mereka secara terbuka—bukan untuk saling menklaim kelebihan atau mengklaim siapa yang lebih berjasa, melainkan untuk menyadari bahwa dalam politik, kompromi kerap kali lebih menentukan daripada konfrontasi. Melalui rekonstruksi sejarah ini, kita dihadapkan pada satu fakta: perkawinan politik antara Jokowi dan Prabowo bukan hanya keputusan pragmatis, tetapi juga perhitungan strategis yang sangat menguntungkan kedua belah pihak.

Jokowi, dengan elektabilitas tinggi dan legitimasi kuat sebagai presiden petahana, membawa modal elektoral dan dukungan rakyat yang luas, terutama dari segmen kelas menengah dan akar rumput. Di sisi lain, Prabowo memiliki basis militer, jejaring politik lama, dan modal kapital politik yang mengakar sejak era Orde Baru. Dalam situasi pasca-Pilpres 2019 yang sempat menghangat, persekutuan dua tokoh ini menjadi solusi paling efektif untuk meredam potensi polarisasi berkepanjangan di masyarakat.

Namun, di balik kesan rekonsiliasi nasional ini, tidak dapat disangkal bahwa perkawinan politik tersebut juga merupakan simbiosis mutualisme dalam makna paling politisnya. Jokowi memerlukan stabilitas politik demi melanjutkan proyek-proyek ambisiusnya seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara Prabowo membutuhkan kendaraan strategis untuk memulihkan citranya dan mempersiapkan pencalonan presiden berikutnya—yang pada akhirnya terwujud pada Pilpres 2024 dengan kemenangan besar.

Keputusan ini, jika dilihat secara jujur, adalah pilihan paling tepat untuk mereka berdua. Jokowi tak perlu khawatir akan gangguan oposisi besar dari luar lingkar kekuasaan, sedangkan Prabowo mendapatkan jalan pintas untuk mendapatkan akses ke jantung kekuasaan, bahkan tanpa harus bersusah payah mendirikan kekuatan tandingan.

Namun, keberhasilan rekonsiliasi ini menyisakan pertanyaan: apakah sejarah dibiarkan dilupakan begitu saja? Apakah luka politik masa lalu harus ditutup demi kepentingan elite? Di sinilah pentingnya membuka sejarah secara utuh. Dengan demikian, publik tidak terjebak pada narasi tunggal tentang “persatuan nasional”, tetapi bisa melihat dengan jernih bahwa rekonsiliasi itu terjadi bukan semata demi rakyat, tetapi juga demi akumulasi kekuatan politik dan ekonomi di tangan segelintir elite.

Jika masyarakat tidak diajak memahami sejarah hubungan Jokowi-Prabowo secara utuh, maka akan muncul klaim-klaim sepihak yang menyembunyikan realitas kekuasaan. Ada yang menganggap Jokowi sebagai pemersatu bangsa, ada pula yang melihat Prabowo sebagai figur yang besar hati menerima kekalahan. Padahal, kedua tokoh ini hanya memanfaatkan momentum politik untuk memperkuat posisi mereka masing-masing.

Pada akhirnya, perkawinan politik ini adalah pertemuan antara elektabilitas dan kapital politik. Sebuah aliansi yang dibangun bukan atas dasar ideologi atau platform perjuangan yang jelas, tetapi atas nama kepentingan praktis dan kekuasaan yang tak ingin terganggu.

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya langkah mereka. Tetapi sebagai rakyat, kita berhak mengetahui latar belakang, motif, dan dampaknya bagi demokrasi. Membuka sejarah bukan untuk mencari pemenang, tetapi untuk menolak dilupakan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Indonesia dan Jepang: Ketika Perkawinan dan Perceraian Menari dalam Irama yang Sama

Next Post

Bunga Itu Kelamin

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)
Lingkungan Hidup

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Next Post
Bunga Itu Kelamin

Bunga Itu Kelamin

Reuni 45 Tahun Jokowi di Kehutanan UGM: Silaturahmi atau Settingan Ilahi?

Reuni 45 Tahun Jokowi di Kehutanan UGM: Silaturahmi atau Settingan Ilahi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist