TOKYO, 9 Desember (Jiji Press) — Permaisuri Jepang Masako berusia 60 tahun pada hari Sabtu ketika dia berharap untuk mengambil langkah maju dengan perasaan baru.
“Saya pikir ini luar biasa,” kata Permaisuri Masako dalam komentar tertulis yang dirilis Badan Rumah Tangga Kekaisaran.
Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantunya dan berharap ia dapat melangkah maju dengan semangat baru dan terus berupaya dalam melangkah maju dalam hidupnya.
Permaisuri Masako menyinggung bencana alam yang terjadi sejak ia menikah dengan Kaisar Naruhito, termasuk Gempa Bumi Besar Hanshin tahun 1995 di dan sekitar kota Kobe bagian barat, gempa bumi dan tsunami tahun 2011 yang melanda bagian timur laut Jepang, serta gempa bumi tahun 2016 di Prefektur Kumamoto, barat daya Jepang. .
“Betapa terkesannya saya dengan cara orang-orang bersatu dan berusaha mengatasi kesulitan yang mereka hadapi,” kata Permaisuri.
Di bidang global, Permaisuri Masako mengatakan “sangat menyakitkan” bahwa banyak nyawa hilang dalam perang dan konflik, serta menyatakan keprihatinan bahwa perpecahan dan konflik semakin dalam.
Ia juga menekankan pentingnya saling bekerja sama dengan tetap menghormati satu sama lain.
Tahun ini, Permaisuri Masako dapat menghadiri langsung keempat acara besar yang diadakan di wilayah regional setiap tahun dengan kehadiran pasangan Kekaisaran.
Mengacu pada kunjungannya ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana tahun 2011 di Prefektur Iwate pada bulan Juni tahun ini, Permaisuri mengatakan dia akan terus memikirkan daerah-daerah yang terkena dampak.
Ia juga menceritakan tentang kunjungan resminya ke Indonesia pada bulan yang sama, dan mengatakan bahwa ia merasakan perluasan lingkaran persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun antara Jepang dan Indonesia.
Permaisuri Masako mengucapkan terima kasih kepada banyak orang yang juga merayakan ulang tahun ke-30 pernikahannya dengan Kaisar Naruhito pada bulan Juni.
Mengenai putri mereka, Putri Aiko, Permaisuri berkata, “Saya merasa dia mampu membantu kami dalam berbagai kesempatan.”
Bulan ini menandai 20 tahun sejak Permaisuri Masako, yang saat itu menjadi Putri Mahkota, mulai menerima perawatan medis pada bulan Desember 2003. Pada bulan Juli 2004, Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengatakan penyakitnya adalah gangguan penyesuaian.
Pandangan yang sama seperti sebelumnya diungkapkan oleh tim dokter dari lembaga tersebut bahwa dia sedang dalam proses pemulihan dan kondisi fisiknya masih belum stabil. Tim mengatakan bahwa dia harus istirahat yang cukup, berolahraga termasuk berjalan kaki dan meluangkan waktu untuk menyegarkan diri agar rasa lelah tidak berkepanjangan.




















