• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pernyataan Bambang Pacul, Potret Absurditas Negeri – Di Aminkan Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
September 2, 2025
in Feature, Politik
0
Fraksi PDIP Buka Suara Anggotanya Inisial HM Nonton Porno saat Rapat DPR
Share on FacebookShare on Twitter

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut Bambang Pacul dalam sidang DPR RI—“soal UU perampasan aset pejabat harus seizin ketua umum partai”—telah menelanjangi absurditas sistem politik kita. Ia tidak sedang beretorika, tidak pula bercanda. Pernyataan itu justru jujur dan lugas, sehingga semakin menyakitkan. Ia mengakui tanpa malu bahwa yang berdaulat dalam proses legislasi bukan rakyat, melainkan ketua umum partai.

Lantas, apa artinya semua ini?

Pertama, kita sebenarnya tidak hidup dalam sistem presidensial murni. Konstitusi memang menegaskan presiden dipilih langsung oleh rakyat, begitu pula anggota legislatif. Namun praktiknya, mandat rakyat itu dikorbankan di altar oligarki partai. Kehadiran seorang anggota DPR di Senayan bukanlah sebagai representasi rakyat, melainkan sebagai “utusan” ketua umum. Rakyat hanya sekadar formalitas: hadir lima menit di bilik suara, lalu lima tahun berikutnya disingkirkan dari proses pengambilan keputusan.

Kedua, pernyataan Bambang Pacul adalah pengakuan terbuka bahwa demokrasi kita sedang tersandera. Bagaimana mungkin sebuah UU yang menyangkut hajat hidup orang banyak—apalagi menyangkut perampasan aset pejabat korup—harus menunggu restu segelintir orang di puncak piramida partai? Dengan begitu, demokrasi berubah menjadi plutokrasi kecil-kecilan: demokrasi atas nama, oligarki dalam praktik.

Ketiga, dampaknya merembet ke semua aspek kehidupan bernegara. Penegakan hukum tak pernah bisa tegak, karena hukum harus menunduk pada kepentingan partai. Pemerintahan tersandera tarik-menarik kepentingan, sehingga kebijakan publik sering kali mandek di meja negosiasi elite. Rakyat, yang semestinya menjadi subjek utama demokrasi, hanya menerima ampas. Kesejahteraan pun tergerus, sebab uang rakyat lebih sibuk mengalir ke kantong-kantong politik yang dibangun untuk kepentingan partai dan elitnya.

Inilah sistem yang busuk—yang menyaru sebagai presidensial tetapi bekerja dengan logika parlementer-oligarkis. Kita seolah hidup dalam demokrasi, padahal praktiknya lebih menyerupai feudalisme modern. Ketua umum partai menjelma raja, dan anggota DPR hanyalah para abdi.

Bambang Pacul mungkin tidak sadar, pernyataannya telah membuka tabir kebobrokan itu dengan terang-benderang. Ia mengucapkan apa yang selama ini rakyat curigai: bahwa suara rakyat sejatinya hanya tiket masuk bagi elite untuk menegosiasikan kepentingan mereka sendiri.

Potret ini absurd, sekaligus menyedihkan. Demokrasi yang semestinya melahirkan keadilan, malah melestarikan ketidakadilan. Sistem yang semestinya menghadirkan kesejahteraan rakyat, justru menjadi sarang penyumbatan kesejahteraan itu sendiri.

Jika absurditas ini terus dipelihara, maka jangan pernah berharap penegakan hukum akan tegas, kesejahteraan akan adil, atau demokrasi akan bermakna. Yang ada hanyalah panggung sandiwara lima tahunan, tempat rakyat menjadi penonton, sementara aktor utamanya tetap segelintir elite yang tak pernah rela kehilangan kendali.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fiksi : Perut Buncit – Semar, Badan Kerempeng – Jokowi

Next Post

Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Makar atau Manipulasi? Saat Hukum Harus Menyentuh Jokowi

Kemenag Ungkap Alasan Tak Undang Muhammadiyah di Sidang Isbat

Kementerian Agama: Dari Panji Moralitas ke Lahan Korupsi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...