• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politik Berkelit dari Dusta: Warisan Langsung Jokowi kepada Keluarga

Ali Syarief by Ali Syarief
July 29, 2025
in Feature, Politik
0
Politik Berkelit dari Dusta: Warisan Langsung Jokowi kepada Keluarga
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam sunyi yang terselubung sorak sorai pembangunan dan citra populis, Presiden Joko Widodo sedang memperlihatkan sesuatu yang lebih dari sekadar narasi kebijakan: ia tengah memberikan pelajaran politik praktis—dalam bentuk paling kasarnya—kepada anak dan menantunya. Bukan tentang etika atau integritas dalam bernegara, tetapi bagaimana cara berkelit dari isu dengan memainkan ambiguitas dan membiarkan publik digiring oleh insinuasi. Kasus terbaru soal tuduhan ijazah palsu yang menyeret istilah “partai biru” menjadi contoh nyata dari teater sandiwara politik yang kian vulgar.

Jokowi tidak menyebut langsung Partai Demokrat sebagai dalang isu ijazah palsu. Tetapi ia juga tidak menahan diri untuk tidak menyulut api. Kalimatnya yang penuh teka-teki—”Feeling saya mengatakan ada agenda besar politik… ada orang besar, ada yang back up”—adalah semacam isyarat politis yang dilemparkan ke tengah gelanggang publik, sambil diam-diam berharap ada yang menebak dan menyalahkan sendiri. Bukan tuduhan eksplisit, tapi cukup untuk menciptakan gaduh dan mencurigai satu pihak, khususnya partai yang identik dengan warna biru.

Ketika badai spekulasi mulai mengarah ke Partai Demokrat, Kaesang Pangarep—putra bungsu Jokowi sekaligus Ketua Umum PSI—muncul sebagai perisai. Ia menyatakan bahwa ayahnya tidak pernah menuduh siapa pun. Bahkan ia menegaskan bahwa hubungan keluarga mereka dengan keluarga SBY baik-baik saja. Bahkan Gibran, Wakil Presiden terpilih sekaligus kakaknya, disebut telah menjenguk SBY saat sakit. Lalu Kaesang pun menyampaikan niat untuk bertemu AHY, demi bangsa, katanya. Tetapi semua itu terasa seperti koreografi politik belaka: menuduh tanpa menuduh, mencurigai tanpa menyebut, lalu menenangkan situasi seakan tak terjadi apa-apa.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi adalah pelajaran politik tingkat tinggi: bagaimana membentuk opini publik dengan insinuasi, lalu berlindung di balik diplomasi semu dan silaturahmi simbolik. Ini bukan sekadar strategi, melainkan transformasi nilai yang diwariskan Jokowi kepada Kaesang dan Gibran: bahwa politik adalah tentang persepsi, bukan kebenaran; tentang narasi, bukan integritas.

Publik tidak bodoh. Mereka menyaksikan bagaimana manuver ini dibiarkan mengalir tanpa kontrol. Dalam dunia yang menjunjung keterbukaan informasi, Jokowi seharusnya bicara terang-terangan: siapa yang ia maksud? Apa buktinya? Ataukah ini hanya strategi klasik untuk mengalihkan isu atau membungkam kritik? Ketika seorang Presiden berbicara dengan bahasa penuh insinuasi, lalu anaknya datang membela dengan retorika teduh, kita sedang menyaksikan bagaimana kekuasaan diwariskan tidak hanya dalam bentuk jabatan, tetapi juga dalam metode berpolitik yang licin dan tak bertanggung jawab.

Yang lebih ironis, Kaesang seakan diajari untuk membela bukan demi kebenaran, tetapi demi menjaga citra ayahnya. Dalam struktur negara yang sehat, seharusnya seorang anak tidak perlu menjadi juru bicara politik ayahnya, apalagi dalam kasus yang sensitif seperti ini. Tapi dalam rezim yang sarat nepotisme, peran-peran politik menjadi urusan keluarga. Ketika Presiden, Wakil Presiden, dan Ketua Umum partai berada dalam satu lingkaran darah, maka semua masalah politik pun dikelola layaknya masalah keluarga. Dan yang paling dirugikan tentu saja adalah publik yang disuguhkan drama, bukan solusi.

Kaesang mungkin benar bahwa ayahnya tidak menyebut Partai Demokrat. Tapi publik juga benar mencurigai bahwa Jokowi sengaja membuka ruang tafsir. Dalam politik, apalagi pada level tertinggi, tidak semua harus dinyatakan eksplisit. Politik Jokowi bukan politik lisan, tetapi politik gesture dan ambiguitas. Ia tidak perlu berkata “Partai Demokrat terlibat”, cukup mengatakan “ada orang besar” dan membiarkan media serta para buzzer bekerja.

Dan di sinilah pelajaran paling berbahaya sedang diwariskan: bahwa kebenaran bisa dinegosiasikan, bahwa tuduhan bisa dibuat menggantung, bahwa dusta bisa diselipkan dalam kerlingan narasi. Ini bukan sekadar praktik politik culas, tetapi deformasi moral yang ditransmisikan antargenerasi dalam lingkaran kekuasaan. Jokowi sedang memperkenalkan anak-anaknya—bukan kepada politik substantif, tapi kepada seni menyembunyikan niat di balik senyum manis dan pernyataan simpatik.

Kita tidak sedang melihat negara yang sedang dewasa dalam demokrasi, melainkan negara yang sedang tumbuh ke dalam politik keluarga yang manipulatif. Jokowi dan keluarganya tidak hanya sedang berkuasa, tetapi juga sedang membangun sekolah politik baru: sekolah politik berkelit dari dusta.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Potret Generasi Sandwich Digital

Next Post

IPW: Polisi Harus Usut Tuntas Pengrusakan Rumah Doa di Padang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW: Polisi Harus Usut Tuntas Pengrusakan Rumah Doa di Padang

Apa Kata Pakar “Makna Pertemuan Jokowi dan AHY di Jogja”

Ketika AHY Menyentil Jokowi: Bandara Megah, Rakyat Gigit Jari

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist