• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo dan Homo Sacer: Ketika Rakyat Menjadi Objek Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
June 1, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Pembunuh Berantai Dengan Motif Penggandaan Uang,  Wowon Cs Divonis Seumur Hidup

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Setiap rezim politik selalu membawa harapan sekaligus kekhawatiran. Harapan lahir dari janji perubahan, sementara kekhawatiran muncul dari kenyataan bahwa kekuasaan, dalam sejarah manusia, hampir selalu memiliki kecenderungan untuk memperbesar dirinya sendiri. Di tengah perjalanan awal pemerintahan Prabowo Subianto, muncul berbagai fenomena yang menarik untuk dibaca bukan hanya dari perspektif politik praktis, tetapi juga melalui lensa filsafat politik. Salah satu perspektif yang relevan adalah konsep Homo Sacer yang diperkenalkan oleh filsuf Italia, Giorgio Agamben.

Agamben mengangkat kembali istilah homo sacer dari hukum Romawi kuno. Ia adalah manusia yang dikeluarkan dari perlindungan hukum, sehingga dapat dibunuh tanpa dianggap sebagai pembunuhan, namun tidak dapat dijadikan persembahan suci. Sosok ini hidup dalam wilayah abu-abu: tidak sepenuhnya berada di dalam hukum, tetapi tetap berada dalam jangkauan kekuasaan. Dari konsep inilah Agamben membangun kritik terhadap negara modern yang menurutnya semakin memiliki kemampuan untuk menentukan siapa yang dilindungi dan siapa yang dapat dikesampingkan.

Dalam pandangan Agamben, negara modern tidak lagi sekadar mengatur perilaku warga negara. Negara telah berkembang menjadi institusi yang mampu mengelola kehidupan manusia hingga pada tingkat yang paling mendasar. Manusia kemudian direduksi menjadi apa yang disebutnya sebagai bare life atau “kehidupan telanjang”, yaitu manusia yang dipandang semata-mata sebagai objek administrasi, statistik, dan pengendalian kekuasaan.

Fenomena tersebut layak menjadi bahan refleksi dalam membaca arah kepemimpinan Prabowo. Di bawah pemerintahan baru, publik menyaksikan semakin kuatnya konsolidasi kekuasaan politik. Hampir seluruh kekuatan politik besar berada dalam orbit pemerintahan. Oposisi melemah, ruang kompetisi politik menyempit, dan kritik sering kali tenggelam di tengah dominasi narasi tentang stabilitas, persatuan, dan pembangunan.

Secara formal, demokrasi masih berjalan. Pemilu tetap dilaksanakan, lembaga-lembaga negara tetap berfungsi, dan kebebasan berpendapat masih dijamin konstitusi. Namun filsafat politik tidak hanya mengajarkan kita untuk melihat apa yang tampak di permukaan. Yang lebih penting adalah memahami arah kecenderungan yang sedang bergerak di balik berbagai peristiwa tersebut.

Ketika stabilitas dijadikan tujuan utama negara, sering kali kebebasan dianggap sebagai variabel yang dapat dikurangi. Ketika pembangunan ditempatkan sebagai prioritas tertinggi, kritik dipandang sebagai hambatan. Ketika kekuasaan menjadi semakin terkonsentrasi, rakyat perlahan berisiko kehilangan posisinya sebagai subjek politik dan berubah menjadi objek kebijakan.

Dalam situasi semacam itu, konsep Homo Sacer menemukan relevansinya. Bukan karena masyarakat Indonesia telah kehilangan hak-haknya, melainkan karena terdapat kecenderungan untuk melihat rakyat terutama sebagai instrumen pencapaian target-target negara. Warga negara dinilai berdasarkan produktivitasnya, loyalitasnya, atau manfaatnya bagi agenda pembangunan, bukan sebagai manusia yang memiliki martabat yang melekat pada dirinya.

Gejala ini dapat muncul dalam berbagai bentuk. Kritik dapat dipersepsikan sebagai ancaman terhadap persatuan. Aktivisme dapat dicurigai sebagai gangguan terhadap stabilitas. Kelompok-kelompok yang berbeda pandangan politik dapat dianggap sebagai penghambat pembangunan. Pada titik tertentu, negara tidak lagi melihat individu sebagai manusia yang merdeka, melainkan sebagai variabel yang harus dikelola demi kepentingan yang lebih besar.

Di sinilah letak bahaya yang diperingatkan Agamben. Kekuasaan modern tidak selalu hadir dalam bentuk represi yang kasar. Ia justru sering tampil dengan wajah yang rasional, administratif, dan teknokratis. Segala sesuatu dilakukan atas nama efisiensi, keamanan, pertumbuhan ekonomi, atau kepentingan nasional. Namun di balik semua itu, terdapat risiko bahwa manusia kehilangan posisinya sebagai tujuan dan berubah menjadi alat.

Indonesia pernah mengalami masa ketika negara menjadi terlalu dominan terhadap rakyatnya. Pengalaman sejarah tersebut seharusnya menjadi pelajaran bahwa negara yang kuat memang diperlukan, tetapi negara yang terlalu kuat tanpa pengawasan akan cenderung menempatkan dirinya di atas warga negara. Demokrasi lahir justru untuk memastikan bahwa kekuasaan selalu berada di bawah kontrol publik.

Karena itu, membaca arah kepemimpinan Prabowo melalui perspektif Homo Sacer bukanlah upaya untuk memberikan vonis terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Ini adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap kecenderungan yang selalu menyertai setiap kekuasaan. Sebab persoalan utamanya bukan terletak pada siapa yang memerintah, melainkan pada bagaimana kekuasaan bekerja.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh angka pertumbuhan ekonomi, panjang jalan yang dibangun, atau besarnya investasi yang masuk. Ukuran yang lebih mendasar adalah apakah negara tetap menempatkan manusia sebagai tujuan utama dari seluruh kebijakannya. Sebab ketika manusia mulai dipandang sekadar sebagai objek kekuasaan, maka pada saat itulah bayang-bayang Homo Sacer mulai hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dan sejarah menunjukkan bahwa ketika negara berhenti melihat manusia sebagai warga yang merdeka, yang tersisa hanyalah kekuasaan yang terus membesar dan rakyat yang semakin mengecil.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Next Post

PSI Dorong Jokowi Umumkan “Cerai Politik” dari PDIP, Konflik Lama Kian Terbuka di Depan Publik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?
Feature

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

June 1, 2026
Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat
Economy

Prabowonomics di Persimpangan Jalan: Antara Janji Kampanye dan Realitas Ekonomi

June 1, 2026
Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan
Feature

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Next Post
PDIP Pasang “Birokrasi” Bagi Jokowi untuk Bertemu Megawati

PSI Dorong Jokowi Umumkan “Cerai Politik” dari PDIP, Konflik Lama Kian Terbuka di Depan Publik

Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat

Prabowonomics di Persimpangan Jalan: Antara Janji Kampanye dan Realitas Ekonomi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

June 1, 2026
Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto

Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto

June 1, 2026
Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat

Prabowonomics di Persimpangan Jalan: Antara Janji Kampanye dan Realitas Ekonomi

June 1, 2026
PDIP Pasang “Birokrasi” Bagi Jokowi untuk Bertemu Megawati

PSI Dorong Jokowi Umumkan “Cerai Politik” dari PDIP, Konflik Lama Kian Terbuka di Depan Publik

June 1, 2026
Pembunuh Berantai Dengan Motif Penggandaan Uang,  Wowon Cs Divonis Seumur Hidup

Prabowo dan Homo Sacer: Ketika Rakyat Menjadi Objek Kekuasaan

June 1, 2026
Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

June 1, 2026
Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto

Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto

June 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist