• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo di Persimpangan Sejarah: Dari Bayang 1998 ke Tragedi Afan Kurniawan

Ali Syarief by Ali Syarief
September 6, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pasca demonstrasi besar-besaran pada Agustus lalu, publik Dunia kembali diguncang dengan video tragis: bagaimana seorang driver ojek online bernama Afan Kurniawan meninggal dunia setelah dilindas mobil aparat saat aksi berlangsung. Peristiwa ini menyulut simpati luas, bahkan melampaui batas geografis. Demo dan Tagar Pray for Indonesia menjadi viral di sejumlah negara, dan menjadi cermin bahwa persoalan hak asasi manusia di Indonesia tetap menjadi sorotan global.

Namun, di balik sorotan itu, ada ironi yang tidak bisa dihindari: nama Presiden Prabowo Subianto. Dunia internasional punya memori panjang tentang figur ini, terutama terkait catatan kelam tahun 1998—era di mana pelanggaran hak asasi manusia, penculikan aktivis, dan represi menjadi peristiwa yang hingga kini masih menyisakan luka. Meski Prabowo kini tampil sebagai kepala negara, sejarah tersebut tak bisa begitu saja dihapus dari ingatan publik global.

Kematian Afan Kurniawan dalam konteks aksi Agustus lalu mempertegas bahwa persoalan lama kembali menghantui: kekerasan aparat terhadap warga sipil. Dunia tentu tidak hanya melihat kasus ini sebagai insiden tunggal, melainkan dalam bingkai historis yang melekat pada sang presiden. Maka, tantangan besar Prabowo bukan sekadar soal membangun citra kepemimpinan di dalam negeri, melainkan juga membangun trust publik internasional—bahwa ia bukan sekadar bayangan gelap dari masa lalu yang masih menempel.

Lebih dari sekadar angka statistik korban, Afan Kurniawan adalah simbol rakyat kecil yang berjuang demi keluarga. Seorang driver ojol yang kesehariannya menjemput rezeki di jalan, kini menjadi korban kebrutalan negara yang semestinya melindunginya. Tragedi ini seakan menegaskan jurang antara rakyat biasa dengan kekuasaan: yang lemah mudah menjadi korban, sementara yang kuat terus mencari legitimasi. Dalam konteks inilah, nama Afan bukan hanya sebuah catatan tragis, tetapi juga cermin kegagalan negara dalam menegakkan keadilan sosial.

Apalagi, di era keterbukaan informasi, rekam jejak sejarah tidak bisa ditutupi dengan narasi pembangunan ekonomi atau jargon nasionalisme belaka. Globalisasi menuntut transparansi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dunia ingin melihat bukti, bukan sekadar kata-kata.

Karena itu, Prabowo dihadapkan pada pilihan tegas: membiarkan sejarah kelam terus menjadi stigma yang menghantui kepemimpinannya, atau melakukan langkah nyata yang menunjukkan keberpihakan pada demokrasi dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Kasus Afan bisa menjadi titik balik—atau justru menjadi penguat citra lama yang melekat.

Jika Prabowo benar-benar ingin mengubah opini publik dunia, ia harus berani do something: memastikan aparat tidak lagi bertindak represif, membuka ruang keadilan bagi korban, dan menunjukkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinannya bukanlah negara yang kembali ke pola lama. Tanpa itu semua, bayang-bayang 1998 akan terus menempel, menjadikan setiap tragedi baru sekadar pengingat bahwa sejarah belum selesai dituntaskan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nadiem Makarim: dari Chromebook ke Google Cloud

Next Post

Luka Bangsa di Mata Dunia: Ijazah Palsu, Nepotisme, Represi, Hedonisme, dan Korupsi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
Jokowi, Gibran, Anwar Usman: Nepotisme, Omon-Omon, dan Ancaman Estafet Kekuasaan

Luka Bangsa di Mata Dunia: Ijazah Palsu, Nepotisme, Represi, Hedonisme, dan Korupsi

Skandal Asabri: Bayang-Bayang Korupsi di Lingkaran Investasi Negara

Skandal Asabri: Bayang-Bayang Korupsi di Lingkaran Investasi Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist