• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Presiden Berbohong, Jaksa Korupsi — Lebih Dahsyat dari Kiamat

Ali Syarief by Ali Syarief
July 10, 2026
in Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Presiden Berbohong, Jaksa Korupsi — Lebih Dahsyat dari Kiamat
Share on FacebookShare on Twitter

“Apabila suatu urusan (amanah atau jabatan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya Kiamat.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini sering dipahami sebagai tanda datangnya Hari Kiamat. Padahal, sesungguhnya Rasulullah SAW sedang mengajarkan sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan manusia: kehancuran sebuah peradaban dimulai ketika amanah kehilangan maknanya.

Kiamat, dalam pengertian sosial, bukan sekadar matahari terbit dari barat atau bumi berguncang. Kiamat terjadi ketika kepercayaan publik runtuh. Ketika masyarakat tidak lagi percaya kepada pemimpinnya, tidak lagi percaya kepada penegak hukumnya, dan akhirnya tidak lagi percaya kepada negara.

Sebuah negara berdiri di atas tiga pilar utama: kekuasaan, hukum, dan kepercayaan. Ketika ketiganya retak secara bersamaan, yang runtuh bukan hanya pemerintahan, melainkan legitimasi negara itu sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, ruang publik Indonesia dipenuhi kontroversi mengenai integritas para pemegang kekuasaan. Polemik mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menjadi perdebatan panjang yang melibatkan gugatan, bantahan, pembelaan, dan proses hukum. Terlepas dari bagaimana perkara tersebut dipandang dan diputus secara hukum, kontroversi yang berkepanjangan itu telah menggerus kepercayaan sebagian masyarakat terhadap institusi kepresidenan.

Namun, jika persoalan itu dianggap sebagai luka, maka luka yang jauh lebih dalam justru berada pada institusi penegakan hukum.

Berulang kali publik menyaksikan aparat penegak hukum terseret dalam kasus korupsi, suap, penyalahgunaan kewenangan, hingga praktik mafia peradilan. Ketika jaksa—yang seharusnya menjadi wajah negara dalam menegakkan keadilan—justru terlibat dalam kejahatan yang mereka sendiri ditugaskan untuk memberantas, maka kerusakan yang terjadi bukan lagi bersifat individual. Ia menjadi kerusakan sistemik.

Presiden memimpin pemerintahan.

Jaksa menjaga hukum.

Apabila seorang presiden kehilangan integritas, kerusakan akan terasa dalam kebijakan.

Tetapi apabila jaksa kehilangan integritas, maka seluruh proses pencarian keadilan ikut kehilangan makna.

Inilah sebabnya mengapa korupsi di tubuh aparat penegak hukum jauh lebih berbahaya daripada korupsi biasa. Mereka bukan sekadar melanggar hukum. Mereka memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang diproses, siapa yang dilindungi, siapa yang dipenjara, dan siapa yang dibebaskan.

Korupsi di tangan penegak hukum adalah korupsi atas keadilan itu sendiri.

Di titik inilah hadis Nabi menemukan relevansinya.

“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya kiamat.”

Kata “ahli” dalam hadis itu tidak hanya berarti orang yang cakap secara teknis. Ia juga berarti orang yang memiliki akhlak, integritas, amanah, dan rasa takut kepada Tuhan. Sebab kemampuan tanpa moral hanya melahirkan kejahatan yang lebih canggih.

Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar.

Bangsa ini juga tidak kekurangan lulusan universitas terbaik.

Yang semakin langka justru orang-orang yang menjaga kehormatan jabatannya.

Jabatan berubah menjadi alat untuk memperkaya diri.

Kekuasaan berubah menjadi instrumen untuk mempertahankan kepentingan.

Hukum berubah menjadi komoditas yang dapat dinegosiasikan.

Ironisnya, semua itu dilakukan atas nama negara.

Dalam keadaan seperti ini, kita tidak perlu menunggu sangkakala ditiup untuk menyaksikan kiamat. Kiamat sosial sudah hadir ketika rakyat kehilangan tempat untuk mencari keadilan. Ketika orang jujur merasa kalah sebelum bertanding. Ketika hukum dianggap hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.

Peradaban tidak runtuh karena musuh dari luar.

Ia runtuh karena fondasi moral di dalamnya lapuk sedikit demi sedikit.

Karena itu, persoalan terbesar bangsa ini bukan semata-mata siapa yang duduk di kursi presiden atau siapa yang menjabat sebagai jaksa. Persoalan yang jauh lebih mendasar adalah apakah jabatan publik masih dipandang sebagai amanah atau telah berubah menjadi komoditas kekuasaan.

Jika amanah telah kehilangan makna, maka kita tidak sedang menunggu kiamat.

Kita sedang hidup di dalam gejala-gejalanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

Next Post

Selamat Jalan Rachmat Gobel: Jejak Seorang Industrialis yang Memilih Mengabdi kepada Bangsa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Etik yang Tak Beretika
Crime

Etik yang Tak Beretika

July 11, 2026
Feature

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026
Next Post
Selamat Jalan Rachmat Gobel: Jejak Seorang Industrialis yang Memilih Mengabdi kepada Bangsa

Selamat Jalan Rachmat Gobel: Jejak Seorang Industrialis yang Memilih Mengabdi kepada Bangsa

Presiden Membiarkan Api Menjilat Negara

Presiden Membiarkan Api Menjilat Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2026 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Kabar Baik dari Dunia Medis: Angka Demensia pada Lansia Mulai Turun di Amerika, Eropa, dan Jepang

Kabar Baik dari Dunia Medis: Angka Demensia pada Lansia Mulai Turun di Amerika, Eropa, dan Jepang

July 11, 2026
Etik yang Tak Beretika

Etik yang Tak Beretika

July 11, 2026

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026

Perang Elit: Perebutan Proyek APBN

July 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Kabar Baik dari Dunia Medis: Angka Demensia pada Lansia Mulai Turun di Amerika, Eropa, dan Jepang

Kabar Baik dari Dunia Medis: Angka Demensia pada Lansia Mulai Turun di Amerika, Eropa, dan Jepang

July 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...