Jakarta-Fusilatnews — Rapat gabungan pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menyepakati Prof. Dr. H. Muhammad Nuh sebagai Katib ‘Aam PBNU. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat yang digelar hari ini dan dihadiri unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Islam Muhajir, serta Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, Kiai Haji Zulfa Mustofadi. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa keputusan diambil melalui mekanisme musyawarah organisasi.
Dengan penetapan tersebut, Prof. Moh. Nuh menggantikan Saifullah Yusuf, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal PBNU, posisi yang dalam nomenklatur NU dikenal sebagai Katib ‘Aam.
Selain penetapan Katib ‘Aam, rapat juga menyepakati adanya reposisi dalam struktur kekatiban PBNU. Reposisi ini merupakan bagian dari penataan organisasi guna memperkuat efektivitas kerja dan konsolidasi internal PBNU.
Namun, untuk reposisi jabatan lainnya, PBNU belum mengumumkan secara rinci. Pembahasan dan finalisasi struktur lanjutan akan diserahkan kepada tim khusus, yang diketuai langsung oleh Wali Islam bersama Pj Ketua Umum PBNU.
“Sejak hari ini, melalui rapat gabungan, telah ditetapkan Prof. Dr. H. Muhammad Nuh sebagai Katib ‘Aam PBNU. Adapun reposisi lainnya akan dibahas lebih lanjut oleh tim yang telah ditunjuk,” demikian kesimpulan rapat.
PBNU menegaskan bahwa seluruh keputusan organisasi dijalankan sesuai dengan aturan, tradisi musyawarah, serta prinsip khidmah Nahdlatul Ulama.






















