“Gue enggak tahu Panel menyimpulkan itu dari kalimat yang mana. Dia enggan menyebutkan di kalimat ini tendensinya gimana, enggak ada. Jadi gue akan menganggap itu imajinasinya Panel aja,” kata Adian.
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi isi pidato Ketua Umum PDIP Megawati dalam Rakernas V belum lama ini.Bendahara Umum Projo Panel Barus menuding Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mempunyai misi untuk memecah belah hubungan Presiden Joko Widodo dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Panel sendiri tak merinci substansi pidato Megawati yang dinilainya bagian dari upaya pecah belah.
Meski begitu Panel meyakini Jokowi dan Prabowo solid dan tak akan terpisahkan. Sebab, menurutnya, dua sosok itu mempunyai lem perekat.
“Ada sebuah upaya atau taktik dari PDIP untuk memisahkan pak presiden dengan pak Prabowo. Dalam istilah saya, taktik politik belah bambu,” kata Panel, olitical Show CNN Indonesia TV
Perlu diketahui dalam pidato rakernas V PDIP akhir pekan lalu, Megawati mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan Jokowi.
“Dua tokoh ini bicara tentang masa depan, bukan masa lalu. Dua tokoh ini selalu bicara kepentingan rakyat yang lebih besar di mana bagaimana membawa Indonesia menjadi Indonesia emas di 2045. Saya rasa perekatnya di situ,” jelas dia.
Selain itu, dia melihat pidato Mega juga menjadikan pedoman arah politik PDIP. Menurut Panel jika PDIP mempunyai hak untuk menentukan sikap politiknya, termasuk memilih menjadi oposisi.
Namun Panel berharap PDIP menjadi oposisi yang serius, tidak setengah-setengah.
“Dari apa yang saya lihat dari pidato bu Mega, mengenai sikap politik itu tentu menjadi hak PDIP. Tapi saya berharap PDIP bisa mengambil sikap oposisi yang tidak setengah hati, ragu-ragu,” ujarnya.
“Jadilah oposisi yang solid dan tangguh. Karena ini yang dibutuhkan dalam sistem demokrasi di Indonesia,” imbuhnya.
Sedangkan Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu membantah partainya ingin memecah belah Jokowi dan Prabowo. Adian mengatakan tuduhan itu merupakan imajinasi Panel Barus.
“Gue enggak tahu Panel menyimpulkan itu dari kalimat yang mana. Dia enggan menyebutkan di kalimat ini tendensinya gimana, enggak ada. Jadi gue akan menganggap itu imajinasinya Panel aja,” kata Adian.
Adian menyatakan perbedaan sikap antara Jokowi dan Prabowo itu sudah ada saat ini. Salah satunya terkait uang kuliah tunggal (UKT).
Menurut Adian perbedaan itu terlihat dari sikap Prabowo menolak kenaikan UKT yang ditetapkan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Belakangan, Presiden Jokowi telah membatalkan kenaikan itu.
“Faktanya perbedaan itu sudah terjadi ketika menteri Jokowi menaikkan UKT, Prabowo bilang sebaiknya jangan naik. Apakah perbedaan itu karena PDIP? Jangan rendahkan lah teman-teman mahasiswa ini. Atau Panel Barus mau katakan mahasiswa lah yang melakukan politik belah bambu?” kata Adian
























