• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

PSN PIK 2 dan Korupsi Tak Kentara Era Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2025
in Birokrasi, Crime, Feature
0
PT Pantai Indah Kapuk Dua (Milik Aguan) Menguasai Mayoritas Saham di Perusahaan Pemilik HGB Laut Tangerang
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Korupsi tidak selalu berwajah koper berisi uang, operasi tangkap tangan, atau transaksi gelap di balik pintu tertutup. Dalam banyak rezim modern, korupsi justru tampil rapi, legal, dan administratif. Ia bekerja lewat regulasi, stempel negara, dan bahasa pembangunan. Penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) adalah contoh paling gamblang dari korupsi tak kentara yang dilembagakan pada masa pemerintahan Joko Widodo.

PSN: Dari Instrumen Publik ke Alat Oligarki

PSN sejatinya dirancang untuk mempercepat proyek yang menyentuh kepentingan publik luas: bendungan, irigasi, energi, transportasi massal, dan ketahanan pangan. Namun di era Jokowi, definisi “strategis” mengalami penyempitan makna sekaligus pembelokan orientasi. Ia tidak lagi sepenuhnya soal kepentingan nasional, melainkan kepentingan siapa yang dekat dengan kekuasaan.

PIK 2 bukan proyek negara. Ia bukan infrastruktur dasar. Ia bukan kebutuhan rakyat. Ia adalah proyek properti dan pariwisata swasta milik konglomerasi Agung Sedayu Group (Aguan). Ketika sebagian kawasan PIK 2 ditetapkan sebagai PSN dengan dalih ecotourism tropical coastland, negara secara sadar mengaburkan batas antara kepentingan publik dan keuntungan privat.

Di titik inilah korupsi tak kentara bekerja: tidak melanggar hukum secara kasat mata, tetapi merusak keadilan kebijakan secara substansial.

Legalisasi Keberpihakan

Status PSN bukan sekadar label. Ia membawa konsekuensi nyata:

  • percepatan perizinan,

  • kemudahan pembebasan lahan,

  • perlindungan politik,

  • serta legitimasi administratif yang menyingkirkan resistensi warga dan kritik lingkungan.

Dengan PSN, negara tidak lagi menjadi wasit, melainkan pemain yang membela salah satu kubu. Dalam konteks PIK 2, keberpihakan itu jelas: negara berdiri di belakang Aguan.

Inilah bentuk korupsi paling berbahaya: ketika kekuasaan digunakan untuk memindahkan risiko dari pemodal ke publik, dan memindahkan manfaat dari publik ke segelintir elite, tanpa perlu menyuap siapa pun secara langsung.

Jokowi dan Normalisasi Oligarki

Pemerintahan Jokowi sering membela diri dengan narasi teknokratis: investasi, lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi. Namun narasi itu gagal menjawab pertanyaan mendasar: mengapa negara harus turun tangan membela proyek properti elite?

Di sinilah Jokowi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab politik. Di bawah kepemimpinannya, oligarki tidak lagi berada di luar negara, tetapi menyatu ke dalam kebijakan negara. PSN menjadi bahasa baru dari relasi lama antara kekuasaan dan modal, dengan wajah lebih modern dan sulit disentuh hukum.

Tidak heran jika publik merasakan paradoks: infrastruktur masif dibangun, tetapi ketimpangan sosial mengeras; regulasi diperbanyak, tetapi rasa keadilan menipis.

Mengapa PSN PIK 2 Akhirnya Dicabut?

Pencabutan status PSN PIK 2 bukanlah bukti keberhasilan koreksi kebijakan, melainkan pengakuan implisit bahwa penetapannya memang bermasalah. Proyek ini terlalu telanjang menunjukkan keberpihakan negara kepada pemodal. Manfaat publiknya kabur, sementara keuntungan privatnya mencolok.

Bagi pemerintahan pasca-Jokowi, mempertahankan PSN PIK 2 berarti:

  • mewarisi konflik sosial dan lingkungan,

  • menanggung risiko hukum,

  • serta mempertahankan simbol kolusi negara–oligarki.

Maka negara mundur. Bukan untuk membatalkan proyek, tetapi untuk mencuci tangan dari dosa kebijakan masa lalu.

Korupsi Tanpa Penjara

Kasus PIK 2 mengajarkan satu hal penting: korupsi modern tidak selalu membutuhkan pelanggaran hukum, cukup pembelokan tujuan hukum. Tidak ada OTT, tidak ada terdakwa, tidak ada vonis. Namun kerusakan yang ditinggalkan jauh lebih sistemik.

Inilah warisan paling problematik dari pemerintahan Jokowi: korupsi yang dinormalisasi lewat kebijakan, bukan disembunyikan di bawah meja.

Dan selama praktik ini tidak disebut dengan namanya yang tepat, demokrasi akan terus terkikis—perlahan, legal, dan nyaris tanpa suara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ustadz di Kampung Maling Kembali Menggema

Next Post

Soepomo Bukan Soeharto: Kesalahan Genealogi dalam Kritik Negara Integralistik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Soepomo Bukan Soeharto: Kesalahan Genealogi dalam Kritik Negara Integralistik

Soepomo Bukan Soeharto: Kesalahan Genealogi dalam Kritik Negara Integralistik

Transformasi Teknologi Penangkapan Ikan di Era Modern

Transformasi Teknologi Penangkapan Ikan di Era Modern

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist