• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ustadz di Kampung Maling Kembali Menggema

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 21, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Siapa yang Diprioritaskan Tuhan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Seisi ruang rapat Komisi III DPR heboh tahun 2005 lalu. Seorang anggota DPR bernama Anhar menyebut Abdul Rahman Saleh, Jaksa Agung saat itu, bak ustadz di kampung maling.

Ya, Kejaksaan Agung diasumsikan sebagai kampung maling, sementara Jaksa Agung bak ustadz yang mencoba menegakkan kebenaran di tengah kebobrokan lembaganya.

Kini, ihwal Kejaksaan Agung bak kampung maling kembali menggema ketika Korps Adhyaksa itu dipimpin St Burhanuddin. Pasalnya, sejumlah jaksa tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam operasi tangkap tangan yang digelar KPK, Rabu-Kamis (17-18/12/2025), KPK menangkap seorang jaksa di Banten yang terlibat pemerasan warga negara Korea Selatan. Dua jaksa lainnya tak berhasil ditangkap KPK. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Kejagung kemudian menetapkan dua jaksa lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama, sehingga tiga jaksa itu menjadi tersangka semua. Mereka adalah Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kabupaten Tangerang Herdian Malda Ksatria, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Banten Ravaldo Valini, dan Kepala Sub Bagian di Kejati Banten Redy Zulkarnaen.

KPK juga menangkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Albertinus P Napitupulu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari HSU Asis Budianto, dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari HSU Taruna Fariadi yang diduga memeras sejumlah kepala dinas di HSU dengan mengancam akan memproses hukum para kepala dinas jika tidak memberikan sejumlah uang.

KPK juga menyegel rumah Kajari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Eddy Sumarnan usai melakukan OTT terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara.

Alhasil, “khutbah” St Burhanuddin ihwal antikorupsi di jajarannya pun ibarat ustadz yang menyampaikan “khutbah” atau nasihat di kampung maling.

Data Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak 2006 hingga 2025 terdapat 51 jaksa yang ditangkap karena terlibat tindak pidana korupsi, 13 di antaranya ditangkap KPK. Sejak ST Burhanuddin menjabat Jaksa Agung pada 2019, sedikitnya 13 jaksa telah ditangkap dalam kasus korupsi.

Cicak vs Buaya

Penangkapan sejumlah jaksa oleh KPK ini tak pelak memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kembali perseteruan “cicak versus buaya” antara KPK dan Kejagung, seperti pernah terjadi antara KPK dan Polri saat KPK menangkap Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Djoko Susilo beberapa waktu lalu.

Jika KPK vs Polri berupa penggerudukan gedung KPK oleh sejumlah oknum Polri, antara KPK vs Kejagung disinyalir berupa penarikan jaksa yang bertugas di KPK oleh Kejagung, sehingga KPK akan lumpuh dalam fungsi penuntutannya.

Padahal, langkah KPK menangkap sejumlah jaksa karena salah oknum-oknum jaksa itu sendiri. Pun institusi Kejaksaan.

Dalam kasus dugaan pemerasan warga negara Korsen di Banten, misalnya, Kejagung hanya memberikan sanksi administratif terhadap ketiga oknum jaksanya. Sebab itu, KPK bergerak untuk menangkap ketiga jaksa tersebut.

Jika benar Kejagung menarik paksa jaksa-jaksanya yang bertugas di KPK, maka akan terbukti kekhawatiran publik ihwal “cicak vs buaya” antara KPK dan Kejagung.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Udara Bersih yang Dilanggar Negara (Tinjauan Hukum Lingkungan atas Proyek MOTAH-65 di Kota Bandung)

Next Post

PSN PIK 2 dan Korupsi Tak Kentara Era Jokowi

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
PT Pantai Indah Kapuk Dua (Milik Aguan) Menguasai Mayoritas Saham di Perusahaan Pemilik HGB Laut Tangerang

PSN PIK 2 dan Korupsi Tak Kentara Era Jokowi

Soepomo Bukan Soeharto: Kesalahan Genealogi dalam Kritik Negara Integralistik

Soepomo Bukan Soeharto: Kesalahan Genealogi dalam Kritik Negara Integralistik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...