Kasatgas Antimafia Bola Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Asep Edi Suheri menjelaskan, selain VW, dalam pengungkapan pengaturan skor itu timnya juga sudah menetapkan tujuh tersangka lain.
Jakarta – Fusilatnews – Saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Beberapa saat setelah Satgas Antimafia Bola Polri menangkap VW (60 tahun), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, VW merupakan salah satu aktor pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola nasional sejak 2018. VW, kata Kapolri, sudah dalam penanganan hukum dan akan segera menjalani pemidanaan. VW merupakan mafia besar sepak bola Indonesia.
Menurut Kapolri, terkait dengan praktik pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia. VW diketahui sebagai aktor yang dapat membuat salah satu klub yang akan terdegradasi lolos dari pengusiran liga utama.
Kapolri menegaskan VW, sebetulnya sudah diketahui sejak 2008. Namun, VW selama ini tak pernah tersentuh hukum.
“VW ini salah satu aktor intelektual yang namanya malang melintang di sepak bola Indonesia. Dan, alhamdulillah, berhasil kita ungkap,” begitu kata Kapolri Rabu (13/12/2023).
Atas kerja sama Satgas Antimafia Bola bentukan Polri dengan Satgas Antimafia Bola Independen bentukan PSSI. peran VW terungkap
“Pengungkapan ini berdasarkan dari data intelijen PSSI yang disampaikan kepada Satgas Antimafia Bola Polri,” kata Kapolri.
Kasatgas Antimafia Bola Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Asep Edi Suheri menjelaskan, selain VW, dalam pengungkapan pengaturan skor itu timnya juga sudah menetapkan tujuh tersangka lain.
“Jadi, ada delapan yang ditetapkan sebagai tersangka, dan satu di antaranya berstatus DPO (buron, Red),” ungkap Asep.
Selain VW, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah RP (44), K (35), R (45), AS (37), DRN (37), KM (47), dan GAS (39).
Irjen Asep menjelaskan, kasus pengaturan skor yang melibatkan delapan tersangka itu adalah terkait dengan kompetisi di Liga 2. Kata Asep, modus pengaturan skor yang dilakukan adalah berupa penyuapan atau pemberian uang.
Adalah DRN, dikatakan Asep, sebagai pihak pemberi suap yang merupakan asisten manajer di salah satu klub. Uang diberikan kepada VW selaku mafia pengaturan skor. Dari pemberian DRN kepada VW itu, uang mengalir kepada RP selaku wasit utama pertandingan, K dan R selaku asisten wasit, dan AS selaku wasit cadangan. VW juga memberikan uang kepada KM selaku liaison officer (LO) wasit. Sedangkan, GAS yang saat ini masih buron adalah penghubung antara VW dan KM.
Asep mengatakan, terhadap para tersangka tersebut, berkas penyidikan perkaranya sudah dalam penguasaan tim kejaksaan untuk dapat diteruskan ke pengadilan.
“Berkas perkara kasus ini telah kami kirimkan kepada pihak kejaksaan sejak 7 Desember (2023). Dan kami menunggu untuk segera P-21,” ujar Asep.
Selain itu Polri juga menangkap empat orang tersangka rumah judi online sepak bola SBOTOP., Polri juga Pengungkapan situs judi online sepak bola tersebut juga hasil dari kerja sama dengan PSSI.
Satu kesebelasan sepak bola liga nasional diduga turut terlibat menjadi klub yang mendapatkan dana sponsor dari situs perjudian yang berbasis di Filipina tersebut.
“Pengungkapan kasus ini menarik karena, seperti kita ketahui, rumah judi online SBOTOP ini skalanya internasional, perputaran uangnya ini mencapai ratusan miliar, dan kita sudah ketahui lokasi servernya ada di Filipina,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Meskipun servernya berada di luar negeri, aktivitas perjudiannya menyentuh ranah sepak bola di Indonesia.
“Ini diikuti oleh 43 ribu member, baik yang tersebar di berbagai negara maupun di Indonesia,” ujar dia. Karena itu, di Indonesia, Polri bersama-sama PSSI mengungkap sindikatnya demi membuat kompetisi sepak bola Indonesia bebas dari praktik-praktik perjudian.
“Ini akan terus kita lakukan sebagai komitmen bersama untuk memberantas match fixing atau permainan judi yang memengaruhi kompetisi sepak bola Indonesia,” ujar Sigit.
Polri bersama PSSI juga turut menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar dilakukan penelusuran uang perjudian yang beredar di Indonesia dari rumah judi SBOTOP tersebut.
Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, empat tersangka yang ditetapkan dalam pengungkapan SBOTOP tersebut adalah S (27), DR (26), L (32), dan TRR (32). Asep menerangkan, SBOTOP yang servernya berada di Filipina menjalarkan jaringan judi online-nya ke Indonesia melalui dua laman, yakni www.bolehplay.com dan www.sepaktop.com.
Dari penyidikan diketahui, putaran uang judi online melalui jejaring tersebut mencapai hampir setengah triliun per tahun. “Dari praktik perjudian online selama setahun ini diketahui mencapai Rp 481 miliar,” kata Asep.
Dari penyidikan juga diketahui adanya manajemen kesebelasan di Indonesia yang menjadikan rumah judi tersebut sebagai sponsor. “Situs SBOTOP ini diduga mensponsori salah satu klub sepak bola di Indonesia,” ujar Asep. Namun, Asep tak membeberkan klub yang dia maksud.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menambahkan, pengungkapan rumah judi online tersebut bagian dari upaya bersama untuk membuat iklim sepak bola di Tanah Air terbebas dari praktik culas dan terbebas dari aksi-aksi pengaturan skor.
“Terima kasih, Pak Kapolri dan jajarannya, atas keseriusan kita bersama untuk saling membantu dalam upaya kita menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang lebih bersih,” kata Erick.
Erick memastikan akan ada penelusuran lanjutan terhadap klub sepak bola nasional yang menjadikan bisnis judi sebagai sponsor.


























