“PHK mencakup hampir setengah juta pekerja (414.200 orang) tambang yang akan mencapai akhir operasinya sebelum tahun 2035, sehingga berdampak pada rata-rata 100 pekerja per hari di seluruh dunia,” demikian disampaikan Global Energy Monitor dalam laporan
Jakarta – Fuslatnews – Global Energy Monitor dalam laporan terbaru dengan judul “Scraping by 2023: Global Coal Miners and the Urgency of A Just Transition” memperkirakan sekitar 30.000 pekerja sektor batu bara di Indonesia terancam PHK antara tahun 2020-2040. sebagai akibat transisi ke energi bersih yang mencakup penutupan tambang.
“Penutupan tambang batu bara adalah hal yang tak terhindarkan, tetapi kesulitan ekonomi dan konflik sosial bagi pekerja bukanlah pilihan,” kata Manajer Proyek untuk Global Coal Mine Tracker, Dorothy Mei.
Sedangkan Pemerintah Indonesia telah mengumumkan komitmen transisi energi bersih yang tertuang dalam Just Energy Transition Partnership (JETP). JETP adalah perjanjian untuk memobilisasi pendanaan awal sebesar US$ 20 miliar dari pemerintah dan swasta untuk melakukan dekarbonisasi sektor energi Indonesia.
Sebagian dari dana JETP rencananya akan digunakan untuk memensiunkan dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batu bara hingga 2030.
Lebih dari 80% pekerja di sektor batu bara, berbasis di Asia, yaitu China, India, dan Indonesia. Indonesia peringkat ketiga dunia untuk produksi dan mempekerjakan 159.900 penambang batu bara. Hampir 40% di antaranya berada di Kalimantan Timur.
Global Energy Monitor mengatakan JETP harus bisa mengatasi masalah potensi pengangguran di Kalimantan Timur karena lapangan kerja pertambangan batu bara mencakup 4–8% dari angkatan kerja.
“Kita harus menempatkan pekerja sebagai prioritas utama dalam agenda jika kita ingin memastikan bahwa transisi yang adil bukanlah hanya omong kosong.
Dengan teknologi dan pasar yang siap untuk transisi energi, kita harus proaktif dalam mengatasi masalah khusus pekerja tambang batu bara dan komunitas mereka,” kata Direktur Program Batu Bara, Ryan Driskell Tate.
Global Energy Monitor memperkirakan transisi energi bersih akan menyebakan PHK sekitar 30.000 pekerja tambang di Indonesia pada dekade 2020 hingga 2030.
























