• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Rangkap Jabatan: Di Atas Tumpukan Krisis, Duduk di Kursi Ganda – Lebih Banyak Mudharatnya

Ali Syarief by Ali Syarief
July 25, 2025
in Aya Aya Wae, Birokrasi, Feature
0
30 Wamen Rangkap Jabatan: Ketika Kuasa Menggandakan Diri, Bukan Kinerja
Share on FacebookShare on Twitter

“Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut korup secara absolut.” – Lord Acton

Ketika negara tengah limbung oleh utang, defisit fiskal kian melebar, dan KKN merajalela di ruang-ruang kekuasaan, para pejabat justru sibuk mempertahankan jabatan ganda—seolah menjadi wakil menteri saja belum cukup. Padahal, rangkap jabatan bukan sekadar pelanggaran etika, tapi simbol kerakusan dan pembiaran terhadap konflik kepentingan yang sistemik.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dengan tenang menyatakan bahwa larangan rangkap jabatan bagi wakil menteri sebagai komisaris BUMN bukanlah keputusan yang wajib dilaksanakan, karena hanya termaktub dalam pertimbangan hukum Putusan MK Nomor 80/PUU-XVII/2019. Ia mengabaikan esensi dari pertimbangan hukum yang justru menjadi rambu moral Mahkamah Konstitusi dalam menjaga marwah kekuasaan.

Pernyataan Muzani adalah cermin dari cara berpikir oportunistik: selama celah masih ada, selama tidak eksplisit dilarang, maka semua sah-sah saja. Tapi di tengah kondisi negara yang sedang megap-megap, di mana utang luar negeri sudah melampaui Rp 8.000 triliun dan korupsi makin masif dari pusat hingga daerah, bagaimana bisa kita membenarkan praktik rangkap jabatan yang sarat mudharat itu?

Rangkap jabatan tidak hanya menciptakan beban kerja yang tak optimal, tapi juga membuka pintu lebar-lebar bagi benturan kepentingan. Seorang wakil menteri yang duduk sebagai komisaris di BUMN bukan hanya menggandakan otoritas, tapi juga memperbesar peluang penyalahgunaan kekuasaan, memperlemah independensi, dan merusak semangat meritokrasi. Jabatan publik bukan alat untuk memperkaya diri, tapi instrumen pelayanan rakyat.

Dalam Islam, prinsip kehati-hatian ditegaskan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 189: “…Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa (urusan) itu kepada hakim…”
Ayat ini menegaskan bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan amanah dan integritas, bukan dijadikan kendaraan untuk memperkaya diri lewat jalan yang sah secara legal tetapi batil secara moral.

Jika para pejabat hari ini mengklaim bahwa rangkap jabatan masih sah karena belum ada larangan eksplisit di dalam amar putusan MK, maka mereka telah gagal membaca semangat reformasi dan jeritan rakyat. Negeri ini tidak kekurangan pejabat, tapi kelebihan orang rakus. Tidak kekurangan jabatan, tapi kehilangan integritas.

Di saat rakyat antre minyak goreng, beras, hingga utang pendidikan, para pejabat justru berlomba memperbanyak kursi. Mereka duduk nyaman di dua meja, sementara rakyat duduk dalam antrean panjang kebijakan yang tak memihak.

Apa manfaat dari rangkap jabatan itu? Efisiensi? Tidak terbukti. Transparansi? Justru sebaliknya. Yang ada hanyalah akumulasi wewenang, honorarium, dan pengaruh politik. Sedangkan mudharatnya—dari konflik kepentingan hingga stagnasi kebijakan—terasa nyata, setiap hari.

Jika elite terus menganggap kekuasaan sebagai hak untuk digandakan, bukan amanah yang harus dijalankan dengan bersih dan fokus, maka jangan heran jika krisis keuangan dan KKN akan makin menjadi-jadi. Negara ini tidak hanya sedang defisit anggaran, tapi juga defisit akhlak kepemimpinan.

Rangkap jabatan adalah bentuk kemewahan di tengah bencana. Dan bangsa yang membiarkan para pemimpinnya bermewah-mewah di atas derita rakyat, sedang menanam benih kehancuran.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Kau Dekati Larangan Itu, Tuan Muzani Yang Mulia

Next Post

Serahkan Data Pribadi WNI ke AS, Prabowo Khianati Konstitusi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Feature

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Next Post
GATT Tumbang di Tangan Trump: Ketika Amerika Bermain Curang dalam Perdagangan Global

Serahkan Data Pribadi WNI ke AS, Prabowo Khianati Konstitusi

Konflik Memanas di Perbatasan Thailand-Kamboja: Sembilan Warga Sipil Tewas, Kedua Negara Saling Menyalahkan

Konflik Memanas di Perbatasan Thailand-Kamboja: Sembilan Warga Sipil Tewas, Kedua Negara Saling Menyalahkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026
Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist