Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan, bahwa wisatawan asing sudah mulai bisa masuk kenegaranya, yang selama ini ditangguhkan lebih dari dua tahun, sejak dimulainya pandemi COVID-19.
“Kami akan Kembali menerima wisatawan mulai tanggal 10 Juni bulan depan,” kata Kishida di Tokyo. dikutip dari Japan Times “pelan pelan kami akan menerima (wisatawan) seperti yang kami lakukan di waktu normal, dengan mempertimbangkan status infeksi.” lanjutnya
Meskipun Kishida mengatakan bahwa kontrol perbatasan Jepang yang ketat diperlukan untuk mengulur waktu agar memvaksinasi penduduk dan memastikan bahwa langkah-langkah perawatan kesehatan yang tepat, walau demikian ia menambahkan bahwa pemerintah akan melonggarkan pembatasan.
Langkah ini dilakukan setelah Jepang memulai uji coba paket wisata yang melibatkan wisatawan asing pada hari Selasa yang lalu. Para pengunjung perlu divaksinasi tiga kali, termasuk suntikan booster, supaya bisa ikut serta dalam tur, yang masing-masing terdiri dari sejumlah kecil orang.
Jepang saat ini adalah satu-satunya negara G-7 yang masih menolak untuk mengizinkan masuknya wisatawan asing secara normal.
Langkah itu dilakukan setelah Jepang memulai uji coba paket wisata yang melibatkan wisatawan asing pada hari Selasa 24 Mei lalu. Para pengunjung diharuskan vaksinasi tiga kali, termasuk vaksin booster, untuk berpartisipasi dalam tur tersebut. Sebelumnya Jepang adalah satu-satunya negara yang masih menolak untuk mengizinkan masuknya wisatawan asing secara normal
Pemerintah mengatakan akan menaikkan batas harian pada pendatang baru menjadi 20.000, naik dari 10.000, setelah mulai mengizinkan masuknya mahasiswa asing, pelancong bisnis dan akademisi pada bulan Maret.
Jumlah wisatawan asing ke negara itu menurun tajam selama dua tahun pandemi. Bagi jepang pariwisata adalah pilar utama strategi pertumbuhan ekonominya, dampak dari hilangnya wisatawan berpengaruh pada ekonomi Jepang.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

























