Jakarta-Fusilatnews.–Seratusan para alumnus ARISK (Arena Remaja Islam Setiabudi Karet) Jakarta, dalam kesempatan Ifhtor/Buka puasa Romadhon 1444 H, sekaligus sebagai reunion dan silaturahmi. Ketua Panitia Agus DH, melaksanakan acara tersebut bertempat dikediamanan Bapak Adhyaksa Dault SH (Mantan Menpora RI) di jalan Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta, awal April 2022 malam yang lalu.
Para tokoh dan sesepuh yang turut hadir antara lain ustaz Nasir Asrama Foba, Wachfiudin Bahrum, Mukhsin STTN, Hafiz DDII umumnya dari Alumnus HMI Cabang Jakarta. Hadir juga dalam acara tersebut Prof. H. Dien Syamsudin, mantan Ketua Umum Muhamadiyah.
Acara reunion tersebut juga diisi dengan doa dan tahlil untuk almarhumah Ibunda Adhyaksa yang baru saja wafat pada tanggal 29 Maret 2022.
Usai shalat tarawih, Prof. Dien Syamsudin, menyampaikan dukungannya atas terbentuknya bina Aqidah para penerus putra-putri dari Alumni Arisk. Alhamdulillah, ruangan bekas garasi mobil yang bisa membuat 8 mobil, bisa beralih fungsi menjadi mushola dan tempat aktifitas majelis ta’lum serta tempat ibadah lainnya. Ruangan yang dihiasi oleh photo Yusuf Qordowi pemimpin yang banyak lembaga di Mesir, mengingatkan kita pada khutbah-khotbahnya, yang kemudian mampu mendorong Gerakan untuk menjatuhkan presiden tiran Husni Mubarok.
Dien berharap pada Alumnus Arisk agar terus meningkatkan Aqidah supaya kemudian dapat meraih jaminan syurga. Diingatkan pula, bahwa kematian supaya dapat menjadi nasehat hidup kita, seperti yang tersirat dan tersurat dalam berbagai surat dalam Al-quran.
Dalam Romadhon ini banyak kesempatan untuk mendapat hidayah aqal dan indra karna Allah SWT memposisikan Muslim lengkap dan sempurna dibanding konsep keagamaan lainnya. Lanjut Prof Dien, berdoalah sambil membayangkan wajah almarhum/Almarhumah yang kita amat sayangi, seperti pengalamannya pada tahun 2010, saat istrinya wafat. Kebetulan ketika saya diundang ke Saudi Arabia menginap di hotel yang nama hotelnya sama dengan nama istrinya, kata Dien.
Dalam Sambutan sebagai tuan rumah, Adhiyaksa menjelasakan, bahwa tergabungtim basket di SMA 3 Jakarta, bersyukur bisa masuk ARISK bersama Edwin diajak oleh Ayub dan Agus DH, sehingga bisa terbina akhlaq dan Aqidah saya. Ia membawa saya ke tempat latihan Studi Islam ARISK, di Taman Muara, yang telah menyadarkan hingga menangis berpelukan dimalam gelap gulita itu. Hamdalah adik sayapun jadi bisa menjadi Pembina Aqidah dalam Pengajian tiap malam Kamis disini. Kini saya menjadi Dosen dan Caleg PKS di Gorontalo.
Untuk pembinaan gaul Aqidah akhlaq ana-anak kita dari Alumni ARISK, disediakan di Puncak ada vila milik istrinya, Drg Mira. Saat di UI saya masuk HMI MPO bersama Kaban. Ketika menjadi Menpora saya tak ambil gaji saya dan difitnah sebagai anggota HTI hanya karena diundang Ceramah. Lebih lanjut diuraiakan, keprihatinannya, yaitu soal pemilu sistem tertutup. Harapan saya selalu pada Wacapres Dien Syamdin namun beliau menolak, maka kita wajib mendukung dan memilih Capres Anies R Baswedan yang mampu repair RI.* Mahdi






















