• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Rp 13 Triliun Raib dari Laut: Menteri Trenggono Bongkar Bobroknya Tata Kelola Perikanan Nasional

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 6, 2025
in Crime, News
0
Rp 13 Triliun Raib dari Laut: Menteri Trenggono Bongkar Bobroknya Tata Kelola Perikanan Nasional

Isitimewa

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Fusilatnews –  Negara kehilangan potensi penerimaan hingga Rp 13 triliun akibat praktik illegal fishing sepanjang 2020 hingga 2025. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam peringatan Hari Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2025).

Menurut Trenggono, setiap bulan aparatnya terus menangkap kapal-kapal asing maupun domestik yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia. Aktivitas penangkapan ilegal tersebut tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga merusak ekosistem laut.

“IUU Fishing itu bukan hanya soal ilegalnya saja, tetapi juga menyangkut praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan,” ujar Trenggono.

Penerimaan Tak Seimbang dengan Produksi

Trenggono memaparkan bahwa volume penangkapan ikan nasional mencapai 7,5 juta ton per tahun, namun hanya menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 1 triliun. Angka ini dinilainya sangat jomplang dibandingkan potensi riil yang seharusnya bisa mencapai Rp 9 hingga 12 triliun per tahun.

“Rata-rata PNBP dari seluruh tangkapan itu tidak pernah lebih dari Rp 1 triliun. Ini ironi besar sumber daya alam kita,” ungkapnya.

Ia pun mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan perikanan, terutama terkait kewajiban pembayaran pajak mereka.

Kebijakan Mandek, DPR Dituding Jadi Penghambat

Trenggono juga menyoroti lambannya implementasi penangkapan ikan terukur sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2023. Ia menyebutkan bahwa kebijakan tersebut kerap mandek karena mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk dari anggota DPR.

“Di DPR pun saya diserang terus. Bagaimana saya bisa menyejahterakan nelayan kalau kebijakan keberlanjutan ini tak bisa dijalankan?” keluhnya.

Ketimpangan dalam Rantai Produksi

Tak hanya soal PNBP, Trenggono juga menyinggung rendahnya kontribusi rumput laut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan produksi yang mencapai 13 juta ton, sumbangan rumput laut ke PDB hanya sekitar Rp 2 triliun.

Selain itu, pendapatan nelayan masih terbilang kecil. Untuk mengatasinya, KKP membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi sarana produksi seperti pabrik es dan cold storage, sehingga hasil tangkapan nelayan bisa langsung disimpan dan dijual dalam kondisi segar.

“Sebelumnya, nelayan cuma bawa ikan ke pasar pakai motor dan es seadanya. Sekarang hasil tangkapan langsung masuk cold storage. Pendapatan mereka naik dari Rp 3 juta jadi Rp 6 juta per bulan,” jelasnya.

Target 1.100 Kampung Nelayan

Sebagai bagian dari strategi pembangunan perikanan berkelanjutan, Trenggono menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2026. Ia berharap langkah ini bisa mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus menyelamatkan laut Indonesia dari eksploitasi ilegal.


Catatan redaksi: Triliunan rupiah raib setiap tahun bukan hanya akibat pencurian ikan oleh kapal asing, tapi juga karena longgarnya pengawasan, lemahnya regulasi, dan minimnya keberanian politik dalam mereformasi sektor kelautan. Jika laut adalah masa depan bangsa, maka masa depan itu kini sedang dijarah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenag Harus Tolak Visa Furoda – Jalan Pintas Ibadah yang Mencederai Rasa Keadilan

Next Post

Mantan Pembawa Acara Fox News Tucker Carlson Peringatkan AS : ‘Iran Tak Sendirian; Menyerangnya Berisiko Perang Dunia, Kekalahan Bagi AS’

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras
News

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Next Post
Mantan Pembawa Acara Fox News Tucker Carlson Peringatkan AS : ‘Iran Tak Sendirian; Menyerangnya Berisiko Perang Dunia, Kekalahan Bagi AS’

Mantan Pembawa Acara Fox News Tucker Carlson Peringatkan AS : ‘Iran Tak Sendirian; Menyerangnya Berisiko Perang Dunia, Kekalahan Bagi AS’

Sindrom Kaget Berjamaah: Tambang Nikel Tiba-Tiba Muncul di Raja Ampat

Sindrom Kaget Berjamaah: Tambang Nikel Tiba-Tiba Muncul di Raja Ampat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist