Jakarta – Fusilatnews – Menjelang dan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 atau 1446 Hijriah, Kota Suci Makkah kembali dipadati oleh ratusan ribu hingga jutaan jemaah haji dari seluruh dunia. Suasana khusyuk dan penuh spiritualitas menyelimuti Tanah Suci, namun dalam kepadatan itu, keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan sejumlah imbauan dan tips praktis bagi jemaah haji asal Indonesia agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.
Berikut enam tips penting dari PPIH:
1. Selalu Bersama Rombongan
Jemaah diimbau untuk tidak berjalan atau bepergian sendiri, terutama saat menuju masjid atau tempat publik lainnya. Selalu bersama rombongan atau teman sekamar sangat membantu dalam saling menjaga dan menghindari risiko tersesat.
2. Hindari Aktivitas Sendiri di Hotel
Bagi jemaah perempuan, sebaiknya tidak naik lift, menjemur pakaian, atau melakukan aktivitas lain sendirian di hotel. Mintalah pendampingan minimal satu orang.
Jika ada yang mengetuk pintu kamar, pastikan orang tersebut dikenal. Jangan membuka pintu untuk orang asing, meskipun mengaku sesama jemaah.
3. Waspadai Penggunaan Taksi
Jika hendak bepergian dengan taksi, upayakan tidak melakukannya seorang diri. Jemaah perempuan harus didampingi mahram atau teman laki-laki.
Idealnya, penumpang laki-laki masuk lebih dulu dan perempuan keluar lebih dulu dari taksi. Tanyakan tarif di awal dan, bila mungkin, bayarlah di awal perjalanan.
4. Segera Cari Pos Sektor Khusus Jika Tersesat
Bila terpisah dari rombongan di Masjidil Haram, jangan panik. Segera cari petugas Sektor Khusus (Seksus) yang ditempatkan di sembilan titik strategis, yaitu:
- Pos 1: Syib Amir
- Pos 2: Pintu keluar Marwah
- Pos 3: Area Sa’i
- Pos 4: Area Thawaf
- Pos 5: Pintu Babussalam
- Pos 6: WC 3
- Pos 7: Depan ATM Darut Tauhid
- Pos 8: Arah Hotel Anjum
- Pos 9: Terminal Jabal Kakbah
Petugas akan membantu mengarahkan jemaah kembali ke terminal dan naik bus menuju hotel masing-masing.
5. Hafalkan dan Catat Rute Bus Shalawat
Jemaah diminta mengenali dan mencatat nomor rute bus shalawat beserta terminal tujuannya. Simpan catatan ini di tempat yang mudah dijangkau, seperti tas dokumen, untuk digunakan saat diperlukan.
6. Selalu Membawa Kartu Nusuk
Kartu nusuk wajib dibawa ke mana pun, terutama saat berada di area sekitar Masjidil Haram. Petugas haji Arab Saudi secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap kartu ini di berbagai lokasi.
Dengan memperhatikan panduan dari PPIH ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menunaikan ibadahnya dengan khusyuk, aman, dan penuh ketenangan di Tanah Suci.






















