• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Saat Kartu As Jatuh: PDIP, Hasto, dan Harga Sebuah Koalisi

Di Vonis 3.5 tahun

Ali Syarief by Ali Syarief
July 26, 2025
in Feature, Politik
0
Saat Kartu As Jatuh: PDIP, Hasto, dan Harga Sebuah Koalisi
Share on FacebookShare on Twitter

Ada saat ketika kartu yang paling dijaga, disimpan dalam saku dalam-dalam, dan tak pernah dibiarkan tercecer di atas meja, tiba-tiba harus dihadirkan dalam permainan terakhir. Dan hari itu datang. Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, bukan lagi sosok yang hanya mengatur mesin partai, menggemakan suara Megawati, atau mewakili ide-ide besar tentang nasionalisme ala Bung Karno. Ia kini menjadi terdakwa. Dan akhirnya, seorang terpidana.

Tiga tahun enam bulan. Selembar angka yang mengikis reputasi. Lebih dari sekadar vonis, ini adalah momen ketika sebuah partai diuji bukan hanya oleh suara rakyat, tapi oleh gemuruh suara di ruang sidang.

Kita boleh bertanya: mengapa Hasto begitu penting? Mengapa seluruh arah angin politik—koalisi atau oposisi, keras atau lunak terhadap Prabowo—seolah ditentukan dari palu yang diketuk di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat?

Karena Hasto adalah bahasa tubuh Megawati. Ia penerjemah dari gerak bibir yang jarang bicara. Ia simbol kesetiaan yang tidak lahir dari loyalitas personal, tapi dari struktur yang dibuat sejak lama: partai sebagai rumah ideologi, bukan tempat mampir bagi petualang politik.

Tapi kini rumah itu retak.

Ada yang mengatakan, kalau Hasto bebas, PDIP akan merapat ke kekuasaan. Bila dihukum, maka ia akan berbalik menjadi oposisi. Seolah-olah keadilan bisa dinegosiasikan dalam meja perundingan politik. Seolah-olah hukum adalah anak tangga menuju koalisi. Maka kita pun bertanya: apakah benar vonis terhadap Hasto adalah murni soal hukum? Ataukah ini adalah drama politik dalam babak yang lain, yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang mengerti bahasa senyap?

Ironisnya, di tengah gegap gempita janji demokrasi dan supremasi hukum, kita melihat panggung yang membuat orang skeptis: bahwa yang dijatuhi hukuman bukan hanya Hasto, tapi harapan kita terhadap independensi lembaga peradilan. Bahwa yang jatuh bukan cuma satu kader partai, tapi juga wibawa sistem politik yang selama ini diam-diam telah memperdagangkan kompromi dengan kekuasaan.

Presiden Prabowo menyebut PDIP sebagai “adik.” Sebuah ungkapan yang manis, dan sekaligus ambigu. Di mana letak kedewasaan demokrasi, jika hubungan antarpartai dideskripsikan dalam kategori keluarga, bukan sebagai sesama entitas politik yang bebas, otonom, dan kritis?

Kini, setelah palu diketuk, kita tahu bahwa permainan kartu telah berubah. Hasto bukan lagi As. Ia menjadi beban. Tapi di sinilah pentingnya ingatan. Dalam setiap kekuasaan, selalu ada saat di mana yang dianggap kuat menjadi lemah. Yang disembunyikan menjadi terang. Yang tak tersentuh akhirnya dijatuhi vonis.

Namun, yang lebih penting dari nasib seorang Hasto adalah nasib demokrasi itu sendiri. PDIP, dalam seluruh sejarahnya, lahir dari semangat perlawanan. Dari aroma jalanan. Dari suara yang tak disukai kekuasaan. Kini, apakah ia masih sanggup mengambil posisi itu? Atau akan terus tergoda menjadi bagian dari lingkaran nyaman kekuasaan yang dulu ia lawan?

Di titik inilah, kita semua harus berhenti sejenak. Mendengar senyap. Karena kadang, yang paling penting dalam politik bukanlah siapa yang duduk di pemerintahan, tapi siapa yang masih sanggup mengatakan “tidak”—ketika semua orang berkata “ya.”

Jika Hasto adalah kartu As, maka kejatuhannya bukan hanya kekalahan PDIP, tapi peringatan untuk seluruh permainan: bahwa dalam politik, tidak semua bisa dibeli, tidak semua bisa dinegosiasikan, dan tidak semua kejahatan bisa disembunyikan di balik jargon ideologi.

Dan kita, rakyat, semestinya lebih takut pada kekuasaan yang tanpa kritik, daripada pada partai yang memilih untuk menyendiri di tepi arena. Karena dari tepi itulah, suara bisa lahir kembali.

Suara yang jernih. Tanpa tawar-menawar.

Tanpa perlu menjadi kartu siapa pun.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketakutan Jokowi ; Siapa Orang Besar Yang Akan Menjatuhkan Gibran? dan Bungkamnya Para Ketua Umum!

Next Post

Partai-Partai Hanya Pandai Menempel Kepada Yang Sedang Berkuasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa
Feature

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat
Feature

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Giliran PDIP Hantam Golkar, Sentil Krisis Listrik hingga Ungkit Warisan Orde Baru
News

Giliran PDIP Hantam Golkar, Sentil Krisis Listrik hingga Ungkit Warisan Orde Baru

June 22, 2026
Next Post
Partai-Partai Hanya Pandai Menempel Kepada Yang Sedang Berkuasa

Partai-Partai Hanya Pandai Menempel Kepada Yang Sedang Berkuasa

Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan

Oplosan Beras: Kejahatan di Atas Meja Makan Rakyat!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

by Karyudi Sutajah Putra
June 22, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026), terkesan seperti menangkap teroris....

Read more
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

June 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...