• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sabotase Perjuangan Melawan Zionis Melalui Jualan Kebencian Mazhab

fusilat by fusilat
March 5, 2026
in Feature, Spiritual
0
Sabotase Perjuangan Melawan Zionis Melalui Jualan Kebencian Mazhab
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Eskalasi konflik antara Iran dan Israel—yang juga menyeret Amerika Serikat—membuka satu fakta sosial menarik di Indonesia: simpati sebagian umat Islam terhadap Iran meningkat tajam. Bagi banyak kalangan, Iran dipandang sebagai satu-satunya negara yang secara konsisten dan terbuka melawan Zionisme serta mendukung perlawanan Palestina.

Apresiasi semacam ini membuat kelompok-kelompok yang selama ini memusuhi Iran—seperti kalangan Wahabi dan takfiri—tampak kebakaran jenggot. Mereka menghadapi dilema ideologis yang tidak mudah. Di satu sisi, doktrin yang mereka anut sejak lama memposisikan Syiah dan Iran sebagai musuh akidah. Namun di sisi lain, mereka juga tidak mungkin secara terbuka membela Arab Saudi dan sejumlah negara Arab yang semakin terbuka menjalin normalisasi dengan Israel, terutama setelah munculnya skema seperti Abraham Accords yang dimediasi Amerika Serikat.

Situasi ini membuat mereka berada di posisi serba salah: mempertahankan kebencian sektarian atau mengikuti arus simpati umat terhadap pihak yang dianggap berani menghadapi Israel.

Menjual Sektarianisme di Tengah Perlawanan Terhadap Israel

Kegamangan itu kemudian melahirkan taktik lama: mengalihkan fokus dari perlawanan terhadap Zionisme menuju konflik mazhab. Narasi yang dibangun sangat berbahaya. Genosida yang dilakukan Israel di Palestina diperkecil maknanya dengan cara membandingkannya secara angka dengan konflik Suriah.

Retorika yang sering muncul kira-kira berbunyi: “Israel hanya membunuh sekian ribu orang, sementara Iran membantai ratusan ribu di Suriah.”

Narasi seperti ini bukan sekadar perbandingan statistik yang keliru. Ia merupakan upaya sistematis untuk mendelegitimasi posisi Iran sebagai negara yang secara terbuka menolak eksistensi Zionisme dan mendukung kelompok perlawanan Palestina.

Bahkan, wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tidak luput dari serangan. Gelar Syuhada yang lazim diberikan kepada mereka yang wafat dalam perjuangan membela agama atau tanah air dipersoalkan secara picik. Sebagian kelompok menyatakan bahwa gelar syuhada hanya pantas diberikan kepada Muslim, sementara Khamenei—menurut mereka—dianggap kafir sehingga tidak berhak menyandang gelar tersebut.

Padahal, dalam Risalah Amman (2004) yang ditandatangani ratusan ulama dunia—termasuk dari Al-Azhar dan Majelis Ulama Indonesia—telah ditegaskan bahwa Syiah Ja’fari (dua belas imam), Syiah Zaidiyah, dan Syiah Ibadiyah merupakan bagian dari Islam. Bagi kelompok sektarian ini, konsensus ulama dunia tampaknya tidak lebih penting daripada ego ideologis dan fanatisme kelompok mereka sendiri.

Distorsi Sejarah Suriah

Untuk memperkuat sentimen kebencian, mereka kemudian menggunakan konflik Suriah sebagai amunisi propaganda. Jatuhnya Bashar al-Assad pada 2024 dijadikan bahan narasi yang menggambarkan konflik tersebut secara hitam-putih: “Sunni yang suci melawan Syiah yang keji.”

Padahal, realitas sejarah jauh lebih kompleks.

Konflik Suriah pada awalnya merupakan bagian dari gelombang Arab Spring, yakni aspirasi rakyat melawan pemerintahan otoriter. Namun revolusi itu kemudian berubah menjadi perang proksi yang melibatkan banyak aktor regional dan global.

Memang benar Iran terlibat dalam mendukung rezim Assad. Tetapi pada saat yang sama, Turki, Qatar, hingga Arab Saudi juga mengalirkan dukungan kepada berbagai kelompok bersenjata. Bahkan, sebagian dukungan tersebut justru melahirkan kelompok ekstrem seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra.

Dengan demikian, menyederhanakan tragedi Suriah sebagai “pembantaian Sunni oleh Syiah” adalah narasi yang ahistoris. Banyak warga Sunni justru menjadi korban kelompok jihadis garis keras yang menuduh mereka murtad atau tidak cukup religius.

Perang Suriah pada akhirnya menjadi tragedi kemanusiaan yang lahir dari persaingan geopolitik dan syahwat kekuasaan berbagai aktor global—bukan sekadar konflik antarzahab sebagaimana yang sering dipropagandakan.

Menjadikan tragedi Suriah sebagai alat untuk membenci Iran dalam konteks perjuangan melawan Zionisme hari ini jelas merupakan bentuk pengalihan isu yang pada akhirnya justru menguntungkan Israel.

Siapa yang sebenarnya dekat dengan Zionis?

Retorika anti-Syiah sering kali dibungkus dengan teori konspirasi bahwa Syiah adalah “antek Yahudi”, “pengikut Dajjal”, atau “musuh Islam yang sesungguhnya”.

Namun realitas geopolitik berbicara sebaliknya.

Iran membayar harga yang sangat mahal dalam bentuk sanksi ekonomi selama puluhan tahun karena posisinya yang terbuka menentang Israel dan mendukung berbagai kelompok perlawanan di Palestina.

Sebaliknya, sejumlah negara mayoritas Sunni justru membuka hubungan diplomatik dengan Israel, menyediakan wilayahnya untuk pangkalan militer Amerika Serikat, serta melakukan latihan militer bersama dengan sekutu Barat.

Pertanyaan yang layak diajukan adalah: siapa sebenarnya yang lebih dekat dengan kepentingan Zionis?

Apakah mereka yang menembakkan rudal dan menerbangkan drone ke wilayah Israel, atau mereka yang sibuk menebar kebencian mazhab dan memecah belah ukhuwah umat di dalam negeri?

Siapa yang diuntungkan?

Kelompok yang terus memanaskan sentimen sektarian di tengah perjuangan melawan Zionisme sebenarnya sedang mencari panggung yang telah lama didominasi Iran dalam isu Palestina.

Mereka menjual kebencian sebagai komoditas ideologis untuk menarik simpati umat yang awam, terutama ketika simpati publik terhadap Iran meningkat.

Ketika solidaritas terhadap Palestina tumbuh di berbagai belahan dunia, propaganda sektarian justru berusaha menggerogoti dari dalam. Ketika Iran mengambil posisi konfrontatif terhadap Israel, sebagian orang malah sibuk mempertanyakan keislamannya.

Tentu saja, Iran bukan negara yang kebijakannya tidak boleh dikritik. Kritik terhadap Iran tetap sah dan perlu dalam banyak aspek.

Namun menjadikan kebencian mazhab sebagai prioritas di tengah perjuangan melawan Zionisme adalah bentuk sabotase nyata terhadap solidaritas umat.

Sejarah panjang umat Islam telah berkali-kali menunjukkan satu pelajaran pahit: setiap kali kita lebih sibuk mengkafirkan saudara sendiri daripada menghadapi penindasan yang nyata, yang menang bukanlah kebenaran—melainkan mereka yang sejak awal menginginkan umat Islam terus terpecah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

Next Post

Emansipasi Korupsi: Kesetaraan dalam Menggerogoti Uang Negara

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Emansipasi Korupsi: Kesetaraan dalam Menggerogoti Uang Negara

Emansipasi Korupsi: Kesetaraan dalam Menggerogoti Uang Negara

Yutaka Tokunaga: Minta Maaf, Indonesia – Catatan Cross-Cultural tentang Rasa Malu dan Tanggung Jawab

Yutaka Tokunaga: Minta Maaf, Indonesia - Catatan Cross-Cultural tentang Rasa Malu dan Tanggung Jawab

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...