• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Yutaka Tokunaga: Minta Maaf, Indonesia – Catatan Cross-Cultural tentang Rasa Malu dan Tanggung Jawab

Ali Syarief by Ali Syarief
March 5, 2026
in Feature, Japanese Supesharu
0
Yutaka Tokunaga: Minta Maaf, Indonesia – Catatan Cross-Cultural tentang Rasa Malu dan Tanggung Jawab

Yutaka Tokunaga

Share on FacebookShare on Twitter

Berita tentang 13 warga negara Jepang yang ditangkap di Bogor karena dugaan penipuan online pada dasarnya hanyalah satu peristiwa kriminal. Dalam logika hukum modern, perkara ini sederhana: individu melakukan kejahatan, negara menegakkan hukum, pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun di balik peristiwa tersebut muncul sebuah respons yang menarik dari perspektif lintas budaya. Seorang warga Jepang bernama Yutaka Tokunaga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Ia menulis bahwa dirinya merasa malu dan bersalah karena warga negaranya melakukan kejahatan di negeri orang.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, sikap seperti itu mungkin terasa berlebihan. Mengapa seseorang harus meminta maaf atas perbuatan orang lain? Bukankah kesalahan adalah tanggung jawab pribadi?

Pertanyaan tersebut mencerminkan cara pandang budaya yang berbeda.

Dalam masyarakat Jepang, rasa malu memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Identitas individu tidak sepenuhnya berdiri sendiri, melainkan melekat pada kelompok: keluarga, organisasi, perusahaan, bahkan bangsa. Ketika seseorang dari kelompok tersebut melakukan kesalahan, rasa malu tidak berhenti pada pelaku, tetapi merambat pada komunitas yang lebih luas.

Karena itu tidak jarang dalam budaya Jepang seorang pejabat mengundurkan diri karena kesalahan lembaganya, meskipun ia tidak terlibat langsung dalam pelanggaran tersebut. Bagi mereka, kehormatan publik lebih penting daripada sekadar pembuktian hukum.

Permintaan maaf Tokunaga dapat dipahami dalam kerangka nilai tersebut. Ia tidak bertanggung jawab secara hukum atas tindakan para pelaku penipuan di Bogor, tetapi ia merasa reputasi bangsanya ikut tercoreng. Permintaan maaf itu adalah ekspresi moral bahwa kehormatan kolektif harus dijaga.

Sebaliknya, masyarakat Indonesia cenderung melihat tanggung jawab secara lebih individual. Jika seorang warga negara melakukan kejahatan di luar negeri, maka yang bersalah adalah individu tersebut, bukan bangsa yang diwakilinya.

Karena itu banyak orang Indonesia mungkin akan mengatakan: tidak perlu meminta maaf atas nama Jepang. Cukup biarkan hukum berjalan.

Namun justru dalam perbedaan cara pandang inilah muncul pelajaran yang menarik.

Kasus penipuan online yang melibatkan warga Jepang di Bogor juga memperlihatkan satu realitas baru dunia modern: kejahatan tidak lagi mengenal batas negara. Internet membuat operasi kriminal dapat dijalankan dari mana saja, sementara korbannya bisa tersebar di berbagai belahan dunia.

Dalam konteks ini, nasionalitas pelaku sebenarnya menjadi semakin kabur. Yang lebih penting adalah kerja sama internasional dalam penegakan hukum.

Namun di tengah realitas global tersebut, pernyataan Tokunaga menghadirkan dimensi yang lebih manusiawi. Ia tidak membela para pelaku, tidak pula mencari pembenaran atas perbuatan mereka. Sebaliknya, ia menyatakan rasa malu dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Sikap seperti ini menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat dalam percakapan publik masa kini: kesediaan untuk memikul tanggung jawab moral, meskipun tidak memiliki tanggung jawab hukum.

Dalam dunia yang sering dipenuhi pembelaan identitas nasional secara membabi buta, Tokunaga justru melakukan hal yang sebaliknya. Ia tidak merasa perlu membela bangsanya dari kritik, tetapi memilih menjaga martabatnya dengan mengakui kesalahan.

Dari perspektif lintas budaya, peristiwa kecil ini memberikan refleksi yang lebih besar. Jepang menunjukkan tradisi budaya malu yang kuat dalam menjaga kehormatan kolektif. Indonesia menunjukkan tradisi toleransi yang lebih individual dalam memandang kesalahan.

Keduanya bukanlah benar atau salah. Keduanya hanya cara berbeda dalam memahami tanggung jawab.

Namun satu hal yang jelas: ketika seorang warga biasa merasa perlu meminta maaf demi menjaga martabat bangsanya, kita diingatkan bahwa hubungan antarbangsa tidak hanya dibangun oleh diplomasi pemerintah, tetapi juga oleh kepekaan moral warga biasa.

Karena pada akhirnya, sebuah bangsa tidak hanya diwakili oleh mereka yang melakukan kejahatan.

Tetapi juga oleh mereka yang berani berkata:
“Kami malu. Dan kami minta maaf.” 🙇‍♂️🇯🇵🇮🇩


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Emansipasi Korupsi: Kesetaraan dalam Menggerogoti Uang Negara

Next Post

Kapan Lailatul Qadar Turun?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar
Feature

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026
Next Post
Iqra’: Membaca Sebelum Ada Huruf

Kapan Lailatul Qadar Turun?

Emak-Emak Aspirasi Indonesia Gelar Bazar dan Podcast Ramadan, Bahas Tobat Nasuha hingga Rencana Aksi 15 Maret

Emak-Emak Aspirasi Indonesia Gelar Bazar dan Podcast Ramadan, Bahas Tobat Nasuha hingga Rencana Aksi 15 Maret

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

June 14, 2026
Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...