• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
July 28, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

“Ternyata labirin itu tidak pernah punya pintu keluar — hanya punya pintu yang mengantar kita kembali ke pusat kekuasaan yang sama.”

Ketika saya mengatakan akan mendukung Prabowo — waktu itu, ketika ia bertarung melawan Jokowi — saya tidak sedang mabuk semangat. Saya tidak sedang dihipnotis propaganda, tidak pula sedang ingin cari ribut dengan kawan-kawan saya yang rambutnya sudah lebih putih daripada dasi rektorat. Saya hanya ingin suara saya tidak ikut memperpanjang hidup politik Jokowi, itu saja. Dalam bahasa anak zaman sekarang: ini voting defensif.

Sahabat-sahabat saya, beberapa di antaranya mantan rektor terkemuka — yang jika bicara konstitusi nadanya bisa mengalahkan pidato pembukaan sidang MPR — awalnya mengernyitkan dahi. Mereka skeptis, walau dengan gaya akademis: “Apa bedanya Prabowo dengan Jokowi?” tanya mereka sambil menyisip teh hijau di ruang diskusi. Saya tidak menjawab. Karena menjawabnya adalah seperti menjawab pertanyaan “Mengapa tikus tidak dijadikan hewan kurban?”—lebih baik diam dan nyengir.

Tapi sejarah punya kebiasaan mengejek kita lewat waktu. Ketika Mahkamah Konstitusi dipreteli kehormatannya, ketika putusan hukum menjadi seperti ujian sekolah dasar yang jawabannya bisa diatur wali murid, dan ketika Gibran — anak sang presiden — melesat menjadi cawapres lewat jalan tikus hukum, kawan-kawan saya mulai mengangguk-angguk. Diam-diam mereka seperti berkata: “Mungkin benar juga, ya.”

Namun, waktu kembali bermain-main dengan perasaan kita. Ketika Prabowo akhirnya menang dan dilantik menjadi presiden, saya merasa seperti anak kecil yang menukar uang jajannya untuk mainan yang ternyata rusak begitu dibuka bungkusnya. Saya menyesal.

Bukan karena saya tidak tahu siapa Prabowo, bukan karena saya lupa sejarah, tapi karena saya terlalu fokus menolak Jokowi hingga lupa: yang saya dukung ini dulunya bagian dari rezim yang sama. Saya pikir, memilih Prabowo adalah memilih keluar dari labirin Jokowi, ternyata saya hanya memilih pintu lain yang langsung terhubung ke ruang tamu istana yang sama. Jokowi dan Prabowo ternyata seperti dua sisi dari mata uang logam usang yang dipakai untuk membeli suara rakyat — dan saya ikut menyodorkan recehan saya.

Sekarang saya duduk termenung, mencoba mengingat-ingat siapa sebenarnya yang saya dukung dahulu. Prabowo? Bukan. Saya tidak pernah mencintainya. Jokowi? Apalagi. Lalu siapa?

Mungkin saya hanya mendukung sebuah harapan: bahwa kekuasaan tidak diwariskan, bahwa hukum bisa ditegakkan, bahwa politik tak harus menjadi panggung sandiwara keluarga. Tapi harapan, seperti lilin ditiup angin istana, padam tanpa suara.

Sungguh, andai waktu bisa diputar — saya lebih baik tidak memilih. Bukan karena apatis, tapi karena saya tak ingin jadi bagian dari drama yang akhirnya saya tolak dengan getir.

Tapi, seperti yang sering saya tulis, “Rakyat itu tabah — dan tabahnya rakyat bisa jadi kutukannya sendiri.” Maka saya menulis ini, sebagai catatan kecil di tengah negara besar, bahwa suatu hari nanti, mungkin ada orang yang tak ingin mengulang kesalahan yang sama: memilih karena muak, bukan karena yakin.

Dan jika saya kembali ditanya: “Mengapa dulu Anda memilih Prabowo?” Saya akan menjawab dengan sederhana: “Karena saya terlalu kecewa pada Jokowi, hingga lupa bahwa kekecewaan itu bisa menuntun kita pada pilihan yang sama buruknya.”

Semoga kita belajar. Atau setidaknya, tidak terlalu sering menyesal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah, KKN, dan Skripsi: Sebuah Sistem Terintegrasi yang Tak Terpisahkan

Next Post

Intoleransi Kian Marak, Pemerintah Justru Memberi ‘Angin Surga”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026
Birokrasi

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)
Lingkungan Hidup

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Next Post
Intoleransi Kian Marak, Pemerintah Justru Memberi ‘Angin Surga”

Intoleransi Kian Marak, Pemerintah Justru Memberi ‘Angin Surga"

KETIKA PANCASILA DISETUBUHKAN DENGAN INDIVIDUALISME-LIBERALISME

KETIKA PANCASILA DISETUBUHKAN DENGAN INDIVIDUALISME-LIBERALISME

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...