• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

SBY dan Realitas Prabowo Mengangkat TNI Aktif dalam Posisi Sipil

Ali Syarief by Ali Syarief
February 23, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Sambil Titip Agenda Kepada Prabowo, Demokrat Akhirnya Berlabuh di KIM
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Reformasi TNI merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Salah satu aktor utama dalam proses ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kala itu menjabat sebagai Ketua Tim Reformasi ABRI. Ia bersama timnya menggagas pemisahan antara militer dan politik praktis dengan aturan bahwa prajurit TNI aktif tidak boleh terlibat dalam dunia politik atau jabatan sipil tanpa terlebih dahulu mengundurkan diri dari dinas kemiliteran. Namun, realitas politik saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menunjukkan pergeseran dari prinsip yang dulu diperjuangkan SBY.

Reformasi ABRI dan Larangan Prajurit Aktif Berpolitik

SBY menegaskan kembali prinsip dasar yang ia bangun saat reformasi ABRI, yaitu netralitas TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam politik. Dalam pertemuannya dengan para Ketua DPD Partai Demokrat, SBY mengingatkan bahwa di masa lalu, seorang prajurit TNI aktif yang ingin memasuki dunia politik harus terlebih dahulu pensiun dari dinas aktif. Ini terlihat jelas dalam kasus Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memilih meninggalkan karier militernya ketika mencalonkan diri dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

SBY menganggap aturan ini sebagai doktrin fundamental yang harus dijaga demi menjaga profesionalisme TNI dan mencegah intervensi militer dalam urusan sipil serta politik praktis. Pemisahan ini juga dimaksudkan untuk menghindari terulangnya dominasi militer dalam pemerintahan sebagaimana yang terjadi pada era Orde Baru.

Prabowo dan Kembalinya TNI ke Jabatan Sipil

Di sisi lain, kebijakan Prabowo Subianto sebagai Presiden tampak bertolak belakang dengan semangat reformasi yang digagas SBY. Prabowo kerap mengangkat perwira TNI aktif ke posisi-posisi sipil strategis di berbagai kementerian dan lembaga negara. Praktik ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan reformasi TNI serta netralitas militer dalam pemerintahan sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa posisi sipil yang seharusnya diisi oleh kalangan profesional malah diberikan kepada prajurit aktif. Hal ini tidak hanya berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi ABRI dalam bentuk baru, tetapi juga membuka ruang bagi militer untuk kembali berperan dalam ranah politik dan pemerintahan. Padahal, semangat reformasi menekankan bahwa militer harus fokus pada tugas pertahanan negara, sementara ranah politik dan pemerintahan tetap menjadi domain sipil.

Dampak dan Konsekuensi bagi Demokrasi

Kebijakan Prabowo ini menuai kritik dari berbagai kalangan karena dianggap sebagai langkah mundur dalam reformasi militer. Mengangkat perwira aktif dalam jabatan sipil dapat menciptakan ketergantungan pemerintah terhadap militer serta mengurangi ruang bagi profesionalisme sipil dalam birokrasi negara. Selain itu, langkah ini juga berisiko melemahkan supremasi sipil yang menjadi salah satu prinsip utama dalam negara demokrasi.

Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan militer menjadi alat politik pemerintah yang berkuasa. Dengan diberikannya posisi sipil kepada perwira aktif, independensi TNI bisa terancam, dan loyalitasnya dapat beralih dari negara ke individu atau kelompok tertentu. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang mengharuskan aparat negara, termasuk militer, tetap netral dan tidak berpihak kepada kekuasaan tertentu.

Kesimpulan: Maju atau Mundur?

Pernyataan SBY mengenai pentingnya netralitas TNI seharusnya menjadi pengingat bagi para pemimpin saat ini bahwa reformasi militer bukanlah sesuatu yang bisa dikompromikan. Apa yang diperjuangkan pada masa reformasi adalah upaya untuk memastikan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan sesuai dengan prinsip-prinsipnya, termasuk pemisahan antara militer dan politik.

Namun, kebijakan Prabowo dalam mengangkat perwira aktif ke jabatan sipil menunjukkan adanya kemunduran dari prinsip reformasi. Jika tren ini terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali ke era di mana militer memiliki peran dominan dalam pemerintahan. Demi menjaga demokrasi dan supremasi sipil, diperlukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan ini agar tidak mengulang sejarah kelam di masa lalu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perspektif Subjektif Eggi dalam Konteks Kepemimpinan Prabowo yang Nyata Objektif

Next Post

Bahkan Hutan Lindung pun Dipagari: Darurat Kongkalikong Pengusaha dan Pejabat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Bahkan Hutan Lindung pun Dipagari: Darurat Kongkalikong Pengusaha dan Pejabat

Bahkan Hutan Lindung pun Dipagari: Darurat Kongkalikong Pengusaha dan Pejabat

Pemerintah Berencana Perpanjang Bansos Beras Sampai Tahun Depan

SULIT, BULOG JADI PEBISNIS ULUNG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist